Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 15


__ADS_3

Satu hari setelah Soo Ah pergi


dari rumah itu.


Abel sedang menyiapkan makanan


untuk makan malam.


“Masak apa kamu?” Tanya Ji Yong.


“Aku sedang memasak makanan


Indonesia mas, semoga kamu dan anak-anak menyukainya. Duduklah, aku akan menyiapkan


makanan.” Kata Abel.


“Terima kasih, aku beruntung


sekali menikah denganmu. Ha Joon sepertinya sangat menyukaimu.” Kata Ji Yong.


“Syukurlah, aku panggil Ha Joon


dulu ya.” Kata Abel.


Kemudian Abel memanggil Ha Joon.


“Ha Joon sayang, kita makan malam


dulu yuk. Mama sudah menyiapkan makanan khas asal mama, pasti kamu


menyukainya.” Kata Abel.


“Baik ma.” Kata Ha Joon.


“Kamu sedang apa barusan?” Tanya


Abel.


“Mama mengirimiku ini.” Kata Ha


Joon. Jadi Soo Ah mengirimkan pesan bahwa dia bukanlah anak kandungnya dan ibu


kandungnya telah menelantarkannya.


“Astaga, tega sekali dia


melakukan itu pada Ha Joon yang masih kecil.” Kata Abel dalam hati.


“Jangan khawatir, ada mama yang


akan selalu menyayangimu. Mama sudah menganggapmu seperti anak mama sendiri.


Jadi jangan takut dan jangan percaya dengan semua ucapan dia, kamu harus


percaya pada ucapanku dan papa, mengerti? Mama tidak akan pernah meninggalkanmu


sampai kapanpun.” Kata Abel.


“Mama janji ya tidak akan

__ADS_1


meninggalkanku kan?” Tanya Ha Joon.


“Tentu saja, mulai sekarang hapus


saja nomor ibu kamu ya agar dia tidak bisa menghubungimu kembali.” Kata Abel.


“Iya ma.” Kata Ha Joon.


“Biar masalah ini jadi rahasia


kita berdua saja ya, jangan ceritakan kepada siapapun termasuk kakak kamu


ataupun papa kamu.” Kata Abel.


“Lalu siapa ibuku sebenarnya?”


Tanya Ha Joon.


“Suatu saat kamu pasti akan


mengetahuinya, ibu kamu adalah aku untuk selamanya, mengerti?” Kata Abel.


“Terima kasih ma, aku janji akan


selalu menuruti apa kata mama.” Kata Ha Joon sambil memeluk Abel.


Setelah itu, Abel segera


menghampiri kamar Seok Kyung.


“Cepat turun, kita makan malam


“Memangnya kamu siapa seenaknya


menyuruhku?” Tanya Seok Kyung.


“Cepat turun sekarang juga, papa


dan adikmu sudah menunggumu.” Kata Abel.


“Aku tidak mau makan satu meja


denganmu, dasar wanita jalang, sampah sepertimu tidak sebanding dengan


keluargaku.” Kata Seok Kyung.


“Jaga ucapanmu, aku adalah ibumu


saat ini.” Kata Abel.


“Aku tidak pernah menganggapmu,


baiklah karena aku tidak ingin berdebat denganmu dan karena aku lapar jadi aku


harus makan.” Kata Seok Kyung.


**


Di meja makan.

__ADS_1


Seok Kyung mengambil makanannya


lalu dia masuk kedalam kamar lagi.


“Duduk dan makan makananmu


disini.” Kata Ji Yong.


“Aku tidak ingin makan satu meja


dengan pelakor seperti dia.” Kata Seok Kyung sambil menunjuk ke arah Abel.


“Jaga sikapmu, papa tidak pernah


mengajarimu bersikap kasar padamu. Cepat duduk dan makan di meja makan.” Kata


Ji Yong. Karena kesal, Seok Kyung pun membanting piringnya dan menarik taplak


meja sehingga semua makanan pun tumpah dan berantakan. Bahkan pecahan piring


tersebut melukai Ha Joon.


“Awwwww.” Kata Ha Joon.


“Kamu kenapa? Kamu terluka ya?


Ikut mama, mama akan mengobatimu.” Kata Abel kepada Ha Joon.


Ji Yong pun sangat kesal dan


marah kepada Seok Kyung, akhirnya dia mengunci anaknya didalam tempat kerja Ji


Yong.


“Masuk kamu sekarang juga.” Paksa


Ji Yong.


“Lepaskan aku, papa tidak berhak


melakukan ini padaku arghhhh.” Teriak Seok Kyung.


“Kamu harus belajar bersikap


sopan, ini semua karena ibumu yang selalu memanjakanmu dan mengajarkanmu


hal-hal yang tidak baik padamu sehingga kamu menjadi anak pembangkang seperti


ini.” Kata Ji Yong.


“Lepaskan aku, lepaskan.” Teriak


Seok Kyung.


“Papa akan mengurungmu disini


agar kamu bisa sadar atas perbuatanmu dan agar kamu bisa merenungkan semua


kesalahanmu.” Kata Ji Yong sambil mengunci pintu.

__ADS_1


__ADS_2