
Satu hari setelah Soo Ah pergi
dari rumah itu.
Abel sedang menyiapkan makanan
untuk makan malam.
“Masak apa kamu?” Tanya Ji Yong.
“Aku sedang memasak makanan
Indonesia mas, semoga kamu dan anak-anak menyukainya. Duduklah, aku akan menyiapkan
makanan.” Kata Abel.
“Terima kasih, aku beruntung
sekali menikah denganmu. Ha Joon sepertinya sangat menyukaimu.” Kata Ji Yong.
“Syukurlah, aku panggil Ha Joon
dulu ya.” Kata Abel.
Kemudian Abel memanggil Ha Joon.
“Ha Joon sayang, kita makan malam
dulu yuk. Mama sudah menyiapkan makanan khas asal mama, pasti kamu
menyukainya.” Kata Abel.
“Baik ma.” Kata Ha Joon.
“Kamu sedang apa barusan?” Tanya
Abel.
“Mama mengirimiku ini.” Kata Ha
Joon. Jadi Soo Ah mengirimkan pesan bahwa dia bukanlah anak kandungnya dan ibu
kandungnya telah menelantarkannya.
“Astaga, tega sekali dia
melakukan itu pada Ha Joon yang masih kecil.” Kata Abel dalam hati.
“Jangan khawatir, ada mama yang
akan selalu menyayangimu. Mama sudah menganggapmu seperti anak mama sendiri.
Jadi jangan takut dan jangan percaya dengan semua ucapan dia, kamu harus
percaya pada ucapanku dan papa, mengerti? Mama tidak akan pernah meninggalkanmu
sampai kapanpun.” Kata Abel.
“Mama janji ya tidak akan
__ADS_1
meninggalkanku kan?” Tanya Ha Joon.
“Tentu saja, mulai sekarang hapus
saja nomor ibu kamu ya agar dia tidak bisa menghubungimu kembali.” Kata Abel.
“Iya ma.” Kata Ha Joon.
“Biar masalah ini jadi rahasia
kita berdua saja ya, jangan ceritakan kepada siapapun termasuk kakak kamu
ataupun papa kamu.” Kata Abel.
“Lalu siapa ibuku sebenarnya?”
Tanya Ha Joon.
“Suatu saat kamu pasti akan
mengetahuinya, ibu kamu adalah aku untuk selamanya, mengerti?” Kata Abel.
“Terima kasih ma, aku janji akan
selalu menuruti apa kata mama.” Kata Ha Joon sambil memeluk Abel.
Setelah itu, Abel segera
menghampiri kamar Seok Kyung.
“Cepat turun, kita makan malam
“Memangnya kamu siapa seenaknya
menyuruhku?” Tanya Seok Kyung.
“Cepat turun sekarang juga, papa
dan adikmu sudah menunggumu.” Kata Abel.
“Aku tidak mau makan satu meja
denganmu, dasar wanita jalang, sampah sepertimu tidak sebanding dengan
keluargaku.” Kata Seok Kyung.
“Jaga ucapanmu, aku adalah ibumu
saat ini.” Kata Abel.
“Aku tidak pernah menganggapmu,
baiklah karena aku tidak ingin berdebat denganmu dan karena aku lapar jadi aku
harus makan.” Kata Seok Kyung.
**
Di meja makan.
__ADS_1
Seok Kyung mengambil makanannya
lalu dia masuk kedalam kamar lagi.
“Duduk dan makan makananmu
disini.” Kata Ji Yong.
“Aku tidak ingin makan satu meja
dengan pelakor seperti dia.” Kata Seok Kyung sambil menunjuk ke arah Abel.
“Jaga sikapmu, papa tidak pernah
mengajarimu bersikap kasar padamu. Cepat duduk dan makan di meja makan.” Kata
Ji Yong. Karena kesal, Seok Kyung pun membanting piringnya dan menarik taplak
meja sehingga semua makanan pun tumpah dan berantakan. Bahkan pecahan piring
tersebut melukai Ha Joon.
“Awwwww.” Kata Ha Joon.
“Kamu kenapa? Kamu terluka ya?
Ikut mama, mama akan mengobatimu.” Kata Abel kepada Ha Joon.
Ji Yong pun sangat kesal dan
marah kepada Seok Kyung, akhirnya dia mengunci anaknya didalam tempat kerja Ji
Yong.
“Masuk kamu sekarang juga.” Paksa
Ji Yong.
“Lepaskan aku, papa tidak berhak
melakukan ini padaku arghhhh.” Teriak Seok Kyung.
“Kamu harus belajar bersikap
sopan, ini semua karena ibumu yang selalu memanjakanmu dan mengajarkanmu
hal-hal yang tidak baik padamu sehingga kamu menjadi anak pembangkang seperti
ini.” Kata Ji Yong.
“Lepaskan aku, lepaskan.” Teriak
Seok Kyung.
“Papa akan mengurungmu disini
agar kamu bisa sadar atas perbuatanmu dan agar kamu bisa merenungkan semua
kesalahanmu.” Kata Ji Yong sambil mengunci pintu.
__ADS_1