
Feya dan Jerry sedang makan malam
bersama.
“Tara, ini masakan perdanaku
untukmu sayang.” Kata Feya.
“Kamu bisa masak makanan ini?”
Tanya Jerry ragu.
“Bisa mas, silahkan dicoba pasti
rasanya sangat enak.” Kata Feya.
“Baiklah aku akan mencobanya.”
Kata Jerry.
“Aku suapi ya sayang.” Kata Feya
smabil merayu suaminya.
“Aku bisa makan sendiri.” Kata
Jerry.
“Kamu kenapa sih kok sepertinya
kesal denganku padahal aku sudah berusaha melakukan sebisaku, aku sudah
berusaha memasak untukmu.” Kata Feya.
“Jangan kekanak-kanakan, begitu
saja sudah ngambek.” Kata Jerry.
“Memangnya tidak boleh jika aku
menyuapi suamiku sendiri?” Tanya Feya.
“Baiklah suapi aku kalau begitu.”
Kata Jerry. Lalu Feya menyuapi suaminya dengan duduk di sebelahnya.
“Gimana enak tidak sayang?” Tanya
Feya.
“Lumayan, kamu pintar juga kalau
memasak.” Kata Jerry.
“Tentu saja dong.” Kata Feya
sambil mencium suaminya.
“Wah kamu mulai berani ya
sekarang.” Kata Jerry.
“Kita kan sudah menikah sayang
jadi kamu adalah milikku seutuhnya dan aku milikmu seutuhnya.” Kata Feya.
Kemudian Jerry menggendong istrinya dan membawanya kedalam kamar.
**
Kaira pergi ke Singapore untuk
bertemu dengan Arabella. Dia pergi sendiri tanpa suaminya. Setibanya du
Singapore, Arabella telah menunggunya di bandara.
__ADS_1
“Mami.” Panggil Arabella.
“Anakku sayang.” Kata Kaira
sambil memeluk anaknya.
“Welcome to Singapore.” Kata
Arabella.
“Kita mau kemana hari ini?” Tanya
Kaira.
“Kita makan dulu yuk, pasti mami
kelaparan.” Kata Arabella.
“Ok, lets go.” Kata Kaira.
“Siapa saja yang tau kalau hari
ini mami pergi ke Singapore?” Tanya Arabella.
“Hanya papi kamu saja yang tau.
Sebenarnya papi ingin ikut pergi juga namun mami melarangnya.” Kata Kaira.
“Oh, lain kali kalau mami ingin
kesini dengan papi juga tidak apa-apa kok.” Kata Arabella.
“Benarkah? Memangnya boleh? Kamu
tidak melarangnya kan?” Tanya Kaira.
“Tidak, lagipula aku disini
tingal sendiri.” Kata Arabella.
segera memesan banyak makanan untuk Kaira.
“Wah banyak sekali pesan
makanannya.” Kata Kaira.
“Kan mami yang akan membayarnya.”
Kata Arabella.
“Hmmm baiklah, kita makan
sepuasnya pokoknya.” Kata Kaira sambil mengambilkan makanan untuk Arabella.
“Makanlah yang banyak.” Kata
Kaira.
“Terima kasih banyak, mami juga
makanlah yang banyak. Makan juga steaknya, steak disini sangat enak.” Kata
Arabella.
“Tentu saja, kita harus
menghabiskan semua makanan ini.” Kata Kaira.
“Aku tidak bisa karena aku sedang
diet.” Kata Arabella.
“Selama mami disini lupakanlah
soal diet sayang.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Aduh bagaimana ya, hmmmm baiklah
hanya selama mami disini ya.” Kata Arabella.
“Nah begitu dong, tunggu sebentar
kita harus mengambil foto berdua, mami akan mengirimkannya kepada papi.” Kata
Kaira.
“Biar aku yang pegang ponselnya.”
Kata Arabella.
Selesai makan, Arabella dan Kaira
pergi ke apartemen Arabella karena hari sudah malam.
“Wah jadi ini apartemen tempat
tinggalmu? Mewah sekali dan sepertinya sangat mahal.” Kata Kaira.
“Papi yang membayar biaya sewa
apartemen ini.” Kata Arabella.
“Benarkah? Pantas saja kamu
memilih apartemen mahal ini.” Kata Kaira.
“Tentu saja.” Kata Arabella.
“Bagaimana pekerjaanmu? Tidak ada
masalah kan?” Tanya Kaira.
“Baik-baik saja kok, aku sangat
menikmatinya.” Kata Arabella.
“Pokoknya kalau ada masalah atau
jika kamu mengalami kesulitan ingatlah selalu bahwa mami dan papi adalah
satu-satunya tujuanmu dan akan selalu menerimamu.” Kata Kaira.
“Iya ma, mami tidurlah pasti sangat
lelah hari ini.” Kata Arabella.
“Tidurlah bersama mami.” Kata
Kaira sambil mengulurkan tangannya.
“Apa? Tapi aku sudah dewasa jadi
untuk apa aku tidur dengan mami.” Kata Arabella.
“Kemarilah, mami ingin tidur
bersamamu.” Kata Kaira.
Kemudian mereka pun tidur
bersama.
Info :
Jangan lupa ya mampir juga ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ditunggu like nya juga, terima kasih. Aku kasih bonus sinopsisnya ya untuk para pembaca sekalian.
Namaku Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya. Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan menyentuhku apalagi tidur bersamaku.
__ADS_1