
Keesokan paginya.
Kaira bersiap-siap untuk pergi ke
dokter kandungan.
“Maaf ya, aku tidak bisa
menemanimu hari ini.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa mas, oh ya nanti
setelah aku periksa kandungan aku mau pergi makan bersama dengan Renata. Dia mengajakku
untuk makan siang bersama.” Kata Kaira.
“Berdua saja dengan Renata atau
sama Angel juga?” Tanya Raffa.
“Sepertinya hanya berdua saja kok
mas. Kamu nanti pulang jam berapa kira-kira mas?” Tanya Kaira.
“Sepertinya hari ini aku bisa
pulang sore. Karena hari ini aku tidak ada meeting.” Kata Raffa.
“Ok, nanti sebelum kamu pulang
aku sudah dirumah kok mas.” Kata Kaira.
“Iya, aku berangkat dulu ya
sayang.” Kata Raffa sambil mencium kening istrinya.
“Maaf ya sayang hari ini kamu mengantar
Kei ke sekolahnya.” Kata Kaira.
“Tidak apa-apa, pokoknya selama
kamu hamil biar aku saja yang mengantar Kei ke sekolahnya. Ayo keluar,
sepertinya Kei sudah menunggu.” Kata Raffa.
“Papi, ayo berangkat sekarang.” Kata
Kei.
“Wah anak papi ganteng sekali
sih.” Kata Raffa.
“Iya dong. Mami Kei berangkat
dulu ya.” Kata Kei.
“Iya, hati-hati dijalan ya
sayang.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Aku berangkat dulu ya.” Kata
Raffa sambil mencium perut istrinya.
**
Kaira berangkat ke dokter
kandungan dengan ditemani oleh supir pribadinya. Setibanya disana, dia bertemu
dengan Angel.
“Angel?” Kata Kaira.
“Kaira, kau sedang periksa
kandungan ya?” Tanya Angel.
“Iya, kalau kamu sedang apa
disini?” Tanya Kaira.
“Aku sedang menghampiri kerabatku
yang kebetulan adalah seorang dokter disini. Aku mau memberikan makanan
kepadanya, kebetulan aku masak banyak hari ini. Kau bertemu dengan dokter
siapa?” Tanya Angel.
“Dokter Intan.” Kata Kaira.
“Loh dia adalah tanteku, dia adik
“Boleh.” Kata Kaira.
“Aku sering kesini, karena dia
satu-satunya kerabatku yang tinggal disini. Nah itu ruangan dokter Intan, aku
masuk dulu ya, kau tunggu sini sebentar.” Kata Angel.
Lalu Angel masuk ke ruangan doktr
Intan.
“Pagi tante.” Kata Angel.
“Hai Angel, kau membawakanku
makanan apa saja?” Tanya dokter Intan.
“Aku hanya membawakan makanan ini
saja, aku yakin pasti tante menyukainya. Oh ya diluar ada pasien bernama Kaira,
dia saudara ipar suamiku.” Kata Angel.
“Oh dia istri mantan suamimu dulu
ya?” Tanya dokter Intan.
__ADS_1
“Iya tante, tapi sekarang
hubunganku dengannya baik-baik saja kok.” Kata Angel.
“Tapi hatimu sebenarnya juga
masih ada rasa kesal dengannya kan?” Tanya dokter Intan.
“Iya tapi mantan suamiku banyak
membantu suamiku jadi aku akan berbuat baik padanya. Tolong jaga dia dengan
baik ya tante terutama bayinya.” Kata Angel.
“Kau ingin tante menjaga baik
bayinya atau menyakiti bayinya atau ibunya sekalian?” Tanya dokter Intan.
“Jangan tante.” Kata Angel.
“Lihatlah keluarganya hidup
dengan bahagia bahkan mereka akan memiliki anak kedua. Memangnya kau tidak iri
dengan mereka?” Tanya dokter Intan.
“Sudahlah tante jangan
mengingatkanku dengan masa kelamku dulu.” Kata Angel.
“Tante bisa melakukan apapun
sesuai perintahmu, pilihan ada ditanganmu. Kau ingin bayi yang ada dikandungan
Kaira lahir atau tidak?” Tanya dokter Intan.
“Kenapa tante punya pikiran jahat
seperti itu?” Kata Angel kesal.
“Ini saatnya kau balas dendam
dengannya. Bagaimana pilihanmu?” Tanya dokter Intan.
“Baiklah aku ingin bayi Kaira
tidak lahir.” Kata Angel.
“Bagus, memang itu pilihan yang
terbaik saat ini. Tante akan kasih dia obat yang akan membuat bayinya
keguguran.” Kata dokter Intan.
“Lalu bagaimana dengan nasib
tante nanti? Kalau tante jadi terlibat masalah bagaimana?” Tanya Angel.
“Tenang saja, tante tidak sebodoh
itu. Percaya saja dengan tante. Panggil dia untuk masuk kedalam, tapi kau
__ADS_1
disini saja.” Kata dokter Intan.