
Sesampainya di
parkiran hotel, Raffa segera turun dan membukakan pintu Kaira. Raffa bergegas
segera membukakan pintu Kaira.
Dalam hatinya, “Saatnya membukakan pintu untuk tuan
putriku. Tuhan izinkan aku bersamanya. Aku sangat mencintainya dan sangat ingin
memilikinya hidup bersama menua bersama hingga maut memisahkan. Tolong kabulkan
permintaan hamba.”
“Tidak perlu berlebihan, aku bisa sendiri.” Kata Kaira.
“Aku hanya ingin membantumu saja.” Kata Raffa.
“Lepasin
tanganku.” Kata Kaira. Lalu Kaira segera lari menuju lift. Raffa pun berlari
pula mengejar Kaira.
“Hei tunggu. Kenapa buru-buru sih.” Kata Raffa.
Saat mereka akan menekan tombol tidak sengaja tangan mereka bersentuhan.
“Maaf, aku
tidak sengaja.” Kata Raffa. Kaira hanya melongo terdiam karena terheran dengan
sikap Raffa yang sangat berbeda dari yang dulu ia kenal, bahkan dulu Raffa
sangat jarang bahkan tidak pernah mengucapkan kata maaf dan bersikap sopan
kepada Kaira.
“Lantai berapa?” Tanya Raffa.
“Lantai 11.” Jawab Kaira.
“Wah kebetulan sekali, kita memang ditakdirkan bersama ya haha, aku juga di lantai 11.” Kata
__ADS_1
Raffa.
“Tidak ada yang kebetulan dalam suatu takdir. Kenapa sih aku harus bertemu denganmu.” Kata
Kaira.
“Kau masih
membenciku dan tidak ingin bertemu denganku? Lupakanlah semua masa lalu
burukku, aku bukan Raffa yang seperti dulu, aku sudah berubah. Tenang saja aku
tidak akan memaksamu tapi aku akan dengan sabar menunggumu. Sudah sampai,
silahkan keluar dulu saja kamu.” Tanya Raffa.
“Kau duluan saja, aku tidak ingin kau mengikutiku.” Kata Kaira.
“Aku juga tidak ingin mendahuluimu.” Kata Raffa.
“Apa sih maumu, selalu saja menggangguku.” Kata Kaira dengan kesal.
“Baiklah, kita jalan bersama saja. Ayo kau pasti kelelahan karena acara tadi berlangsung
Akhirnya mereka jalan beriringan.
“Ini kamarku.” Kata Kaira.
“Lalu untuk apa kau memberitahuku? Oh apa kau ingin aku masuk kekamarmu haha.” Goda Raffa.
Kaira yang kesal mendengar perkataan Raffa akhirnya memukul lengannya dengan
tasnya.
“Auuuu sakit tau.” Kata Raffa.
“Awas kau kalau berani macam-macam.” Kata Kaira.
Lalu Kaira
segera masuk kedalam kamarnya dan Raffa pun juga masuk kedalam kamarnya. Kamar
mereka bersebelahan karena memang Raffa sengaja memesan kamar itu dengan alasan
__ADS_1
agar bisa mementau Kaira dan bisa melihatnya selama dia di Jepang.
**
Didalam kamar
Kaira, dia merenung memikirkan kejadian hari itu dan masih tidak percaya bahwa
dia bertemu dengan Raffa setelah beberapa bulan mereka berpisah tanpa ada
kabar.
Dalam hatinya, “Aku bersyukur dia sekarang baik-baik saja
tapi aku bingung dengan perasaanku saat ini. Haruskah aku terima dia atau
haruskah aku menghindar dan menjauh darinya?”
Dia senyum-senyum kegirangan tapi juga gelisah dan bingung dengan perasaannya. Tiba-tiba
ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Dalam hati
Kaira, “Jangan-jangan itu Raffa, aduh aku
harus bagaimana ini. Aku takut tapi aku juga senang saat melihatnya. Ah
tidak-tidak lebih baik tidak usah dibuka. Biar saja, aku ingin melihat seberapa
serius dia padaku aku juga ingin melihat usaha dia mendapatkanku hahaha.”
Akhirnya Kaira memilih untuk tidak membuka pintunya.
“Tapi besok kan aku harus kembali lagi ke
Indonesia, biarlah kalau memang kami ditakdirkan untuk bersama pasti akan ada
jalan di waktu yang tepat. Ketuk aja terus pintunya, aku tidak akan membukanya.
Lebih baik aku tidur saja lalu besok pagi saatnya keliling Jepang.” Gerutu
__ADS_1
Kaira dalam hatinya.