Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 33


__ADS_3

“Lepaskan


tanganku, siapa kamu?” Tanya Feya.


“Diam dan cepat


masuk kedalam mobil.” Kata lelaki itu sambil memakai topi dan menggunakan


masker berwarna hitam. Laki-laki itu segera melajukan mobilnya dengan cepat dan


membawa Feya ke sebuah apartemen. Kemudian mereka segera turun dan masuk


kedalam apartemen tersebut.


“Dimana ini?


Siapa kamu?” Tanya Feya.


“Tenang, ini aku


Jerry.” Kata Jerry kekasih Arabella.


“Ha? Apakah kamu


mengetahui kejadian itu?” Kata Feya dengan perasaan takut dan cemas.


“Jangan takut,


jangan khawatir. Untuk sementara kamu aman disini.” Kata Jerry.


“Ini apartemen


siapa?” Tanya Feya.


“Ini apartemen


milikku, tinggallah disini untuk sementara. Aku akan pergi dan jangan tanya aku


pergi kemana. Jika kamu ingin semua aman dan ibumu aman cukup diam dan jangan


lakukan apapun.” Kata Jerry.


“Baiklah, aku


mohon bantulah aku.” Kata Feya.


Lalu Feya masuk


kedalam apartemen, sedangkan Jerry pergi ke kantor Raffa untuk menghapus


rekaman cctv. Feya menunggu didalam apartemen milik Jerry sambil menangis dan ketakutan.



**


Setelah itu


Jerry menuju ke apartemennya untuk bertemu dengan Feya.


“Gimana kak?


Apakah semuanya sudah beres? Apakah papi, mami, kak Arabella dan kak Kei


baik-baik saja?” Tanya Feya.


“Semua baik-baik


saja, jangan khawatir.” Kata Jerry sambil memeluk Feya. Feya menangis terus


lalu Jerry menenangkannya.


“Apakah aku akan

__ADS_1


dipenjara setelah ini kak? Dia yang memulainya duluan, dia ingin aku pergi ke


luar negeri tapi aku tidak mau, makanya aku berusaha kabur dan aku menghampiri


kantor papi tapi semua terjadi begitu saja. Oh ya kok kak Jerry tiba-tiba ada


disana? Memangnya apa yang kak Jerry lakukan disana?” Tanya Feya.


“Aku waktu itu


sedang di bandara untuk menjemput saudaraku lalu aku melihatmu, akhirnya aku


mengikutimu.” Kata Jerry.


“Apakah kak


Jerry tau kejadian yang sebenarnya? Apakah kak Jerry melihatku bersama bunda


Viona?” Tanya Jerry.


“Tidak, aku


hanya menunggumu di lobby lalu aku melihat ada seseorang terjatuh dan terdengar


suara teriakan. Tapi aku tidak sengaja melihatmu di cctv, jangan katakan apapun


untuk saat ini dan jangan temui siapapun.” Kata Jerry.


“Bagaimana jika


polisi menemukan sidik jari di badan bunda?” Tanya Feya.


“Astaga, aku


tidak kepikiran sampai sejauh itu. Aku hanya menghapus rekaman cctv saja.” Kata


Jerry.


“Oh Tuhan, lalu


aku mohon.” Kata Feya.


“Baiklah,


sebentar aku harus berpikir kita akan melakukan apa setelah ini. Viona tidak


membawa supir pribadi kan saat menjemputmu ke rumah sakit dan membawamu ke


bandara?” Tanya Jerry.


“Tidak kak, dia


mengemudi sendiri, bagaimana jika supirnya atau asisten dia tau kalau tadi


Viona bersamaku? Bisa kacau dan gawat aku, bagaimana dong kak.” Kata Feya


sambil menangis lagi.


“Ok tenang,


biarkan aku berpikir. Sebentar selain Viona siapa yang tau bahwa Viona sedang


bersamamu?” Tanya Jerry.


“Tidak ada yang


tau kak, dia tiba-tiba datang sendiri untuk menjemputku lalu dia mengantarku ke


bandara. Kak bagaimana ini? Aku takut seandainya dia masih hidup lalu dia


bilang ke polisi kalau aku pelakunya.” Kata Feya.


“Jangan

__ADS_1


khawatir, aku akan membantumu.” Kata Jerry.


“Terima kasih


banyak kak. Kak bagaimana ini kak Arabella menelfonku?” Tanya Feya.


“Angkat


telfonnya dan jangan panik, anggap kamu tidak tau apa-apa.” Kata Jerry. Lalu


Feya mengangkat telfon dari Arabella.


“Hallo kak ada


apa?” Tanya Feya.


“Kamu dimana?


Bunda terjatuh dan masuk rumah sakit, cepat kesini.” Kata Arabella.


“Baik kak.” Kata


Feya.


**


Jerry mengantar


Feya ke rumah sakit.


“Tunggu


sebentar, hapus air matamu dulu.” Kata Jerry.


“Kak bagaimana jika


keluargaku tau bahwa aku dibawa kabur oleh Viona, pasti mereka akan curiga


padaku.” Kata Feya.


“Sekarang kamu


urus berkas kepulanganmu dari rumah sakit, ingat kamu pulang sendiri dan tidak


dijemput oleh Viona. Katakan pada keluargamu saat kamu dijalan menuju rumah tiba-tiba


menerima telfon dari Arabella. Ingat hari ini kamu tidak bersama Viona.” Kata


Jerry.


“Bukankah terasa


janggal jika aku pulang dari rumah sakit sendiri tanpa dijemput oleh


keluargaku?” Tanya Feya.


“Jangan berfikir


yang aneh-aneh, jika mereka tidak bertanya tidak perlu dijawab ok. Satu hal


lagi jika mereka bertanya apakah Viona menjemputmu bilang tidak, bilang pada


mereka kamu pulang sendiri. Selain itu jangan mengatakan apapun. Aku akan


mencari cara agar pihak polisi tidak menemukan sidik jari di badan Viona.” Kata


Jerry.


“Baik kak, aku


akan menemui mereka dulu.” Kata Feya.


“Berpuralah-puralah

__ADS_1


menangis seakan kamu bersedih atas kejadian yang menimpa Viona.” Kata Jerry.


"Baik kak, aku masuk dulu ya." Kata Feya.


__ADS_2