Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 6


__ADS_3

Keesokan harinya.


Om dan tante nya Kasih bersiap-siap untuk kembali pulang.


“Om sama tante pulang dulu ya sayang, terima kasih jamuannya pokoknya semuanya. Kalian jangan nunda-nunda ya, semoga kalian berdua segera dikasih momongan. Doa yang terbaik untuk kalian berdua.” Kata om nya Kasih.


“Iya, kalau perlu setiap hari saja kalian begitu hehehe.” Goda tante nya Kasih.


“Beres tante kalau masalah itu, iya kan sayang?” Tanya Rey sambil mengedipkan matanya ke arah Kasih.


“Hehehe iya.” Kata Kasih sambil tersenyum.


Kemudian Kasih pergi ke dapur untuk mengambilkan makanan untuk oleh-oleh om dan tante nya, sedangkan om nya memberikan nasihat kepada Rey.


“Ray om sama tante titip Kasih ya, jaga dan perlakukan dia dengan baik. Kasih sudah seperti anak om dan tante, sampai saat ini dia masih seringkali menangis teringat orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan. Sejak peristiwa itu Kasih trauma dan bahkan dia tidak suka dengan ruangan yang gelap, om harap kamu bisa mengerti ya, tolong mengerti jika Kasih sedikit manja denganmu karena Kasih kan anak tunggal dari dulu dia selalu dimanja namun setelah kepergian orang tuanya dia benar-benar menjadi wanita mandiri dan sukses seperti saat ini, dia belajar mati-matian agar bisa menjadi seorang dokter muda, lalu dia juga selalu menyemangati dan membantu mencarikan pekerjaan untuk Dinda anaknya om dan tante, bagi om dan tante kebahagiaan Kasih adalah kebahagiaan om dan tante. Titip Kasih ya.” Kata om nya Kasih.


“Baik om, saya akan menjaga Kasih dengan baik dan selalu menyayanginya.


Tak lama kemudian, kasih dan tante nya kembali dari dapur.


“Mas lihat kita dibawain Kasih banyak oleh-oleh loh.” Kata tante nya Kasih.


“Bukan oleh-oleh tante, kebetulan Kasih masak makanan banyak jadi sekalian saja buat om dan tante.” Kata Kasih.

__ADS_1


“Terima kasih sayang, oh iya kamu masih sering menemui Dinda? Setelah ini om sama tante mau ke kontrakannya Dinda.” Kata tante nya Kasih.


“Hampir setiap hari Dinda makan di kantin rumah sakit tempatku bekerja malah tante.” Kata Kasih.


“Oh iya? Hmmmm dasar Dinda. Tante pamit dulu ya sayang.” Kata tante nya Kasih.


“Iya tante, terima kasih kunjungannya.” Kata Rey.


“Tante sama om hati-hati ya.” Kata Kasih.


“Iya sayang, cepat masuklah diluar cuacanya sangat dingin karena musim hujan kan.” Kata tante nya Kasih.


“Hujan-hujan begini sangat cocok loh Rey.” Goda om nya Kasih.


Akhirnya om dan tante nya Kasih pun kembali pulang.


“Cepat kemasi barang-barangmu yang ada dikamarku.” Kata Rey.


“Iya mas.” Kata Kasih.


“Jangan lupa nanti malam kita ada makan malam bersama mama dan papa. Awas kalau kamu terlambat.” Kata Rey.


“Kalau tidak ingin aku terlambat, bagaimana kalau kamu menjemputku mas?” Tanya Kasih sambil tersenyum.

__ADS_1


“Apa? Ogah males banget.” Bentak Rey, lalu dia masuk kedalam rumah.


“Hmmmm lihat saja mas, aku akan pastikan kamu akan jatuh cinta kepadaku, kamu belum tau sih mas seperti apa kekuatan doa istri. Kasih kamu harus ekstra sabar ya.” Kata Kasih dalam hati lalu masuk kedalam rumah.


Kasih mendapat telfon dari Arya, rekan dokter di tempat kerjanya yang juga saudara sepupu Rey.


“Iya Arya ada yang bisa dibantu?” Tanya Kasih.


“Hari ini aku ijin tidak masuk, aku titip pasien vip ku ya. Sebagai ucapan terima kasihku minggu ini aku akan menggantikanmu di shift malam.” Kata Arya.


“Ok kamu baik sekali sih, mau kemana memangnya?” Tanya Kasih.


“Ada urusan keluarga, terima kasih sebelumnya ya.” Kata Arya.


“Ok sama-sama Arya.” Kata Kasih lalu menutup telfonnya, ternyata Rey mendengar percakapan Kasih.


“Siapa yang menelfonmu? Kok senyum-senyum begitu?” Tanya Rey mode galak.


“Bukan urusanmu, kita sepakat kan mengurus urusan kita masing-masing. Aku pergi dulu.” Kata Kasih.


“Mau kemana?” Tanya Rey.


“Bukan urusanmu juga.” Jawab Kasih.

__ADS_1


“Sial, aku kan belum sarapan. Dia tidak memasak lagi sial sial aku kelaparan.” Gerutu Rey.


__ADS_2