
Raffa pun
akhirnya pergi menemui istrinya untuk mengakui semua kejahatan yang dia
lakukan. Mereka bertemu dihotel tempat Kaira menginap. Setibanya disana, Kaira
langsung menampar suaminya dengan sangat kencang sampai tiga kali, Raffa hanya
bisa pasrah begitu saja.
“Kurang sabar
dan setia apa aku padamu mas. Kamu tega sekali menyakitiku kembali, bahkan
disaat anakmu sedang berduka karena kekasihnya kecelakaan kamu justru pergi dan
menemui seorang wanita di villa itu. Kamu sungguh keterlaluan mas, aku sangat
muak dan kecewa denganmu.” Kata Kaira.
“Apa? Jadi polisi
yang datang ke rumah waktu itu untuk member kabar bahwa Daniel kecelakaan? Lalu
Kaira menghampiriku ke villa, mungkin saat Kaira tiba di villa, dia melihat
Viona menghampiriku untuk memberikan surat dan jepit rambut itu padaku. Apakah
Kaira sempat bertemu langsung dengan Viona? Kenapa bisa jadi seperti ini sih
astaga.” Kata Raffa dalam hati.
“Kenapa kamu
diam saja? Siapa wanita yang sedang bersamamu di villa itu? Apakah aku
mengenalnya? Apakah dia lebih muda dariku? Cepat katakan siapa dia? Aku ingin
bertemu dengannya.” Kata Kaira.
“Kamu salah
paham sayang, aku sedang mendapat terror dari Viona. Sepertinya dia masih hidup
__ADS_1
dan berkeliaran di sekitar kita. Dia ingin membalas dendam padaku.” Kata Raffa.
“Sudahlah mas jangan mengkhayal seperti itu, mana mungkin
orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Aku tidak percaya padamu mas. Kamu terlalu
sering berbohong padaku. Lebih baik temukan aku dengan wanita itu sekarang
juga.” Kata Kaira.
“Aku bahkan tidak tau siapa wanita itu sayang, sepertinya saat aku tertidur
Viona datang lalu menjebakku dan kembali menerorku, kebetulan kamu datang. Percayalah
padaku sayang, aku sama sekali tidak berbohong dan juga tidak sedang berkhayal.”
Kata Raffa.
“Sebenarnya apa yang kamu lakukan pada Viona? Apakah kamu mencelakai Viona
sehingga kamu sering dihantui oleh Viona?” Tanya Kaira.
“Maafkan aku sayang, aku tidak bisa memberitahumu.” Kata Raffa.
kamu mencelakainya? Apa yang kamu sembunyikan dariku?” Tanya Kaira.
“Maaf sayang.” Kata Raffa.
“Berarti dugaanku benar, pasti kamu mencelakai Viona kan pantas saja dia
menghantuimu.” Kata Kaira.
“Tidak sayang, maaf aku tidak bisa mengatakannya padamu.” Kata Raffa.
“Aku lelah menghadapimu mas, apa sih yang kamu mau sebenarnya? Jujurlah padaku,
aku akan mempercayai perkataanmu. Atau kamu ingin aku mengatahuinya dari orang
lain?” Tanya Kaira.
“Tidak sayang, baiklah aku akan jujur padamu.” Kata Raffa.
“Cepat ceritakan semuanya padaku dengan jujur.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Sebenarnya aku.” Kata Raffa.
Sebentar, aku mendapat pesan.
Kaira mendapat sebuah pesan dari Kei.
“Cepatlah kembali ke rumah sakit, kondisi Daniel semakin parah dan Arabella
tidak sadarkan diri kembali.”
“Aku harus kembali, kita lanjutkan nanti. Daniel sedang kritis dan Arabella
pingsan, apakah kamu tidak mau pergi ke rumah sakit?” Tanya Kaira.
“Baiklah aku akan ikut kesana.” Kata Raffa.
Setibanya dirumah sakit.
“Bagaimana keadaan kakakmu?” Tanya Kaira.
“Kak Arabella pingsan ma, Daniel harus menjalani operasi karena kondisinya
semakin parah.” Kata Kei.
“Astaga.” Kata Kaira.
“Antar mami kamu pulang saja, biar papi yang menjaga kakakmu dan juga
Daniel.” Kata Raffa.
“Baiklah, aku akan mengantar mami pulang sekarang.” Kata Kei.
“Jaga dia dengan baik dan jangan coba-coba untuk melarikan diri.” Ancam Kaira.
“Iya, aku akan berada disini menjaga Arabella dan Daniel. Setibanya dirumah
segeralah istirahat.” Kata Raffa.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.