Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 53


__ADS_3

Hari itu Kaira pergi bersama Feya ke sebuah mall untuk sekedar jalan-jalan


dan makan siang.


“Mami.” Kata Feya sambil memeluk ibunya.


“Ada apa sih sayang? Kenapa kamu manja sekali.” Kata Kaira.


“Makan siang dulu yuk ma, perutku terasa sangat lapar.” Kata Feya.


“Sebentar mami mau lihat perhiasan dulu. Mau beli makan di dalam mall atau


diluar?” Kata Kaira.


“Makan diluar saja ma. Memangnya mami mau beli?” Tanya Feya.


“Tidak juga sih, tapi sangat bagus dan sayang kalau tidak membelinya.” Kata


Kaira.


“Hmmmm dasar mami, aku mau membeli minuman dulu ya kalau begitu.” Kata


Feya.


“Baiklah.” Kata Kaira.


Feya membeli minuman, saat Feya membeli minuman dia melihat Arabella sedang


bersama Jerry di cafe. Jerry dan Arabella saling menyuapi makanan, hal ini


membuat Feya sangat cemburu melihat kebersamaan Jerry dan Arabella namun dia


hanya bisa menahan dan tetap bersabar karena jika dia menghampiri mereka makan


semua akan kacau.


“Aku tidak tahan melihat kebersamaan mereka, rasanya aku ingin menghampiri

__ADS_1


mereka tapi apa daya wanita itu kakakku sendiri. Kenapa harus kak Jerry dan


kenapa harus kak Arabella? Benar-benar pilihan yang sangat sulit, aku tidak


akan pernah mau melepas kak Jerry demi kak Arabella namun aku juga tidak tahan


melihat mereka berdua.” Kata Feya lirih. Tiba-tiba Kaira menghampirinya.


“Kamu sedang memperhatikan siapa sih kok serius sekali?” Tanya Kaira.


“Eh mami, tidak kok. Ayo kita pergi ma.” Kata Feya.


“Sebentar, bukankah itu Arabella dan Jerry? Jadi mereka sedang berkencan,


mereka terlihat sangat romantis ya, mami senang melihatnya.” Kata Kaira.


“Ayo kita pergi ma. Seharusnya mereka tidak menunjukkan kemesraan mereka


didepan umum, sungguh memalukan.” Gerutu Feya.


“Kamu kenapa sih? Kamu cemburu ya hehe, kamu sudah punya pacar belum?”


“Tentu saja punya.” Kata Feya.


“Siapa dia? Mami ingin tau siapa pacar kamu.” Kata Kaira.


“Aku dan dia saling menyukai tapi rasanya tidak bisa bersama.” Kata Feya.


“Jangan bicara seperti itu, kalau memang saling menyukai harus


diperjuangkan. Kapan-kapan ajak dia ke rumah ya sayang, mami ingin tau seperti


apa dia.” Kata Kaira.


“Belum saatnya aku mengajaknya ke rumah ma. Mami sudah selesai berbelanja?


Kita pulang sekarang yuk ma.” Kata Feya.

__ADS_1


“Baiklah kita pulang sekarang.” Kata Kaira.


**


Didalam mobil.


“Iya ma, oh ya nanti malam aku akan pergi dengan temanku.” Kata Feya.


“Iya tapi jangan pulang terlalu malam ya, mami dan papi nanti juga mau


pergi makan bersama dengan papi kamu.” Kata Kaira.


“Ciye jadi mau makan romantis bersama papi ya hehe.” Kata Feya.


“Tentu saja, memangnya hanya anak-anak mami saja yang boleh makan romantis


dnegan pacarnya.” Kata Kaira.


“Memangnya mau makan dimana ma?” Tanya Feya.


“Makan di restoran pilihan papi, papi yang memesan makanan jadi mami hanya


tinggal datang saja.” Kata Kaira.


“Wah ternyata papi bisa romantis juga ya.” Kata Feya.


“Tentu saja, mami nanti akan memakai gaun sebagus mungkin dan akan


berdandan secantik mungkin layaknya anak muda.” Kata Kaira.


“Hahahaha mami sudah cantik jadi mau pakai apapun dan tanpa berdandanpun


sudah terlihat sangat cantik kok.” kata Feya.


“Benarkah? Pantas saja anak mami yang satu ini terlihat sangat cantik.” Kata


Kaira.

__ADS_1


Setibanya dirumah, Feya segera masuk kedalam kamarnya begitu juga dengan


Kaira.


__ADS_2