
Seorang polisi
datang membawa kabar duka bagi Arabella, Daniel mengalami kecelakaan saat
perjalanan menuju ke rumah Arabella. Oleh sebab itu Arabella menangis dan
berteriak sangat kencang. Kaira dan Kei pun segera menghampiri Arabella.
Sedangkan Raffa melihat dari balik gorden dan dia sangat terkejut dan ketakutan
saat polisi datang.
“Polisi datang?
Aku tidak mau masuk penjara, tidak tidak. Aku tidak bersalah, aku bahkan akan
mengakuinya didepan istri dan kedua anakku.” Kata Raffa dalam hati sangat
ketakutan. Lalu Raffa pergi begitu saja untuk melarikan diri tanpa bertanya apa
yang sedang terjadi. Sedangkan Kaira dan Kei berusaha menenangkan Arabella.
“Bagaimana
keadaan Daniel pak?” Tanya Kei.
“Kondisinya
sangat kritis, sebaiknya anda pergi ke rumah sakit sekarang juga.” Kata polisi.
“Kita ke rumah
sakit sekarang yuk.” Kata Kaira, sedangkan Arabella hanya bisa menangis.
“Daniel pasti
baik-baik saja kak, percayalah padaku.” Hibur Kei.
Lalu mereka
bertiga segera pergi ke rumah sakit tanpa sadar bahwa Raffa sedang pergi dari
rumah. Setibanya dirumah sakit.
Arabella pingsan
saat melihat Daniel terbaring lemas dirumah sakit.
“Kamu cepat
sadar dong sayang, jangan bikin mami semakin khawatir. Daniel pasti akan
baik-baik saja kok.” Kata Kaira.
“Ma, papi kemana
__ADS_1
ya?” Tanya Kei.
“Loh bukannya
papi juga sedang mengikuti kita ke rumah sakit?” Tanya Kaira.
“Aku tidak tau
ma, tapi aku juga tidak melihat papi. Apakah papi pergi ke suatu tempat? Coba
mami telfon papi sekarang dan tanyakan papi sedang berada dimana.” Kata Kei.
“Baiklah, tolong
jaga kakakmu ya.” Kata Kaira.
Kemudian Kaira
menelfon Raffa, namun tidak ada jawaban.
“Kenapa tidak di
angkat, kamu dimana sih mas? Padahal anakmu juga butuh kamu mas.” Kata Kaira.
“Papi dimana
ma?” Tanya Kei.
“Papi tidak
tanpa kabar.” Gerutu Kaira.
**
Kei menerima
telfon dari wanita yang mirip dengan Viona.
“Hallo, ada
apa?” Tanya Kei.
“Raffa sedang
pergi melarikan diri, dia menganggap bahwa polisi yang datang ke rumah itu
untuk menangkapnya.” Kata wanita itu.
“Apa? Bagaimana
kamu tau? Apakah kamu masih di Jakarta?” Tanya Kei.
“Maaf, aku tidak
jadi pergi waktu itu. Tadi aku berencana datang ke rumahmu untuk mengungkapkan
__ADS_1
semua kebenarannya namun polisi datang terlebih dahulu lalu aku melihat Raffa
gelisah dan pergi begitu saja. Kemudian aku mengikutinya, dia saat ini sedang
berada di sebuah rumah yang jauh dari pemukiman penduduk, sepetinya itu vila
pribadi.” Kata wanita itu.
“Apa? Lalu apa
yang akan kamu lakukan?” Tanya Kei.
“Aku akan muncul
di hadapan dia.” Kata wanita itu.
“Jangan lakukan
itu, aku mohon.” Kata Kei.
“Dia tidak mau
mengakui kejahatannya, aku akan bikin dia semakin bingung dengan kemunculanku.
Aku tidak peduli lagi dengannya. Dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar
yang tidak bisa di maafkan. Apakah aku harus melaporkannya ke kantor polisi?”
Tanya wanita itu.
“Tidak, biar aku
yang menangani semuanya. Sekarang lebih baik pulanglah ke rumahmu. Sekarang
kondisinya sangat rumit, untuk sementara biarkan saja dia disana.” Kata Kei.
“Sampai kapan
aku akan seperti ini? Bagaimana jika kamu berada di posisiku? Aku yakin kamu
akan sangat marah dan membalas dendam padanya.” Kata wanita itu.
“Aku mengerti
tapi tolong jangan bikin suasana semakin rumit juga. Sekarang aku mohon
kembalilah. Percayalah padaku, dia pasti akan membayar semua ini.” Kata Kei.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1