
Setelah selesai melakukannya, mereka asyik menikmati sarapan.
“Mas aku ingin sekali pergi liburan.” Kata Kaira sambil menyuapi suaminya.
“Mau pergi kemana sih?” Tanya Raffa.
“Aku ingin pergi camping gitu mas, boleh tidak?” Tanya Kaira.
“Boleh aja, tapi dimana?” Tanya Raffa.
“Coba cari deh mas tempat camping yang bertema alam gitu sepertinya banyak disini.” Kata Kaira.
“Nanti deh aku coba cari ya, tapi aku bisanya saat weekend aja.” Kata Raffa.
“Iya, makasih sayang.” Kata Kaira.
“Harus habis makanannya, aku suapin lagi.” Kata Raffa menyuapi istrinya.
“Uda mas, kenyang. Nanti kalau terlalu kenyang malah jadi mual aku.” Kata Kaira.
“Yauda. Gimana mau lanjut lagi tidak ena-ena nya?” Kata Raffa sambil tersenyum nakal.
“Ih kamu nih ya, masih kenyang juga malah diajak ena-ena. Aku mau ambil minum dulu ya.” Kata Kaira.
“Aku aja yang ambil, kau disini saja.” Kata Raffa.
“Ok makasih sayang.” Kata Kaira.
Lalu Raffa kembali sambil membawa air putih untuk istrinya.
“Ini minumannya.” Kata Raffa memberikan minuman ke istrinya.
“Kok air putih sih, di kulkas ada chocolate ice deh kayaknya.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Jangan terlalu sering minum minuman yang seperti itu deh, nggak baik tau. Lebih baik perbanyak minum air
putih saja.” kata Raffa.
“Tapi kan bosan mas kalau minum air putih terus.” Gerutu Kaira.
“Sudah deh nurut saja lagipula ini kan juga baik untuk kesehatan kamu sayang.” Kata Raffa.
“Iya deh.” Kata Kaira lalu meminum air putih tersebut.
“Mas nanti kamu cari ya lokasi yang bisa buat dijadikan tempat kita camping.” Kata Kaira.
“Iya, tapi mungkin aku baru bisa akhir bulan sayang karena aku sedang menyiapkan untuk kerjasamaku dengan salah satu mall disini. Jadi nanti kalau sudah kerjasama aku akan buka reato di mall mereka. Doakan ya.” Kata Raffa.
“Pasti mas aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu suamiku.” Kata Kaira.
“Lanjut yuk!” Kode Raffa.
“Lanjut apaan sih sayang?” Tanya Kaira pura-pura tidak peka.
“Kenapa tidak nanti malam saja sih mas?” Kata Kaira.
“Kelamaan kalau nanti malam.” Kata Raffa sambil mencium istrinya sehingga Kaira tidak berdaya.
**
Hana menelfon Angel.
“Ada apa?” Tanya Angel.
“Kau dimana sekarang? Bisa bertemu sekarang?” Tanya Hana.
“Aku tunggu di resto sebelah rumah sakitmu saja.” Kata Angel.
__ADS_1
“Ok aku segera kesana.” Jawab Hana.
Setibanya di resto,
“Ada apa? Kau mau bicara apa?” Tanya Angel.
“Kemarin Kaira kecelakaan, apa itu ulahmu?” Tanya Hana.
“Hahaha kau kenapa langsung menuduhku sih?” Kata Angel.
“Lalu siapa lagi? Disini yang membenci Kaira dan suaminya hanya kamu kan. Apa benar itu ulahmu?” Tanya Hana.
“Kalau memang itu ulahku kenapa? Lalu kalau itu bukan ulahku kau mau apa?” Tantang Angel.
“Kau benar-benar kejam. Apa salah Kaira padamu, kau tega sekali melakukan ini sama Kaira?” Kata Hana kesal.
“Memangnya apa urusanmu? Kau mau bilang padanya? Silahkan saja kalau kau mau bilang padanya, aku juga akan bilang padanya kalau selama ini kau juga membantuku dengan memberitahu dimana apartemen Kaira.” Ancam Angel.
“Kau tau apa yang terjadi padanya? Dia pinsan dan kesakitan.” Kata Hana kesal.
“Tapi dia masih selamat kan, harusnya dia sekalian mati saja lah.” Kata Angel.
“Jaga mulutmu dan jaga sikapmu, kalau kau benci dengan Raffa lampiaskan saja ke dia jangan ke istrinya.” Kata Hana.
“Hei tidak usah mengajariku ya, kalau aku langsung menyerang Raffa itu tidak seru, jadi aku akan menyerang
istrinya saja biar makin seru dan si Raffa akan cemas haha.” Kata Angel.
“Terimakasih ya atas pengakuanmu.” Kata Hana lalu segera pergi meninggalkan Angel.
“Hei apa yang kau lakukan? Kau merekamku ya? Hei jangan pergi aku akan beri peritungan padamu lihat saja nanti.” Teriak Angel.
“Kurang ajar awas kau ya.” Kata Angel kesal.
__ADS_1
Lalu Angel pergi dan pulang ke apartemen sambil marah-marah tidak jelas.