Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 33


__ADS_3

“Jangan sedih dong, dimata gue


loe itu lebih dari Raffa, loe itu baik hati, pengertian dan yah loe punya


segalanya dan bisa melakukan apapun yang loe mau” Kata kaira dengan nada


menghibur bahkan Kaira sampai menepuk-nepuk pundak Rasya dengan tujuan


menghibur dan akhirnya Rasya menangis di pundak Kaira.


“Kalau memang yang ada di pikiran


loe seperti itu kenapa bukan gue yang nikah sama loe waktu itu, gue mencintai


loe Ra sejak lama, bahkan sejak loe belum nikah dengan Raffa. Gue bisa jadi


lelaki yang jauh lebih baik dibanding suamimu si Raffa.” Kata Rasya yang


membuat suasana menjadi sangat canggung, lalu Kaira kaget dan berdiri.


“Apa maksudmu? Apa maksud


kata-kata loe barusan? Gue ini kakak ipar loe dan gue uda menikah Rasya.” Kata


Kaira.


“Memangnya kau bahagia menikah


dengan Raffa? Apa pernah Raffa memperlakukanmu dengan baik atau apa pernah


Raffa menyentuhmu layaknya pasangan romantis yang bahagia?” tanya Rasya.


Plakkkkkkk, Kaira menampar pipi


Rasya karena kesal dengan ucapan Rasya. Dia merasa seperti hanya dimanfaatkan


dan hanya pelampiasan dari amarah Rasya.


“Aku kecewa denganmu, aku pikir


kau jauh lebih baik tapi ternyata ucapanmu benar-benar membuatku kesal. Oh apa


jangan-jangan kau ingin membalas Raffa dengan cara mendapatkanku sehingga kau

__ADS_1


bisa memiliki apa yang dimiliki oleh Raffa termasuk merebut istrinya?” Tanya


Kaira.


“Dengarkan aku, bukan begitu


maksudku. Jadi sebelum kedua orang tuaku menjodohkan kalian, aku sudah


mengetahui siapa wanita yang akan menikah dengan Raffa. Bahkan waktu itu aku


menolaknya karena aku khawatir nasib kamu akan sengsara jika menikah dengan


Raffa, bahkan waktu itu aku juga memohon agar kau menikah saja denganku namun


kedua orang tuaku menolak dengan alasan anak pertama lah yang harus menikah


terlebih dahulu. Aku serius, aku mencintaimu.” Kata Raffa.


“Tapi aku sudah menikah Rasya.”


Jawab Kaira.


“Ayo kita nikah secara sembunyi


tidak peduli dengan semua itu, aku mencintaimu, tolong terimalah aku.”


Tiba-tiba Rasya mencium bibir Kaira dengan paksa.


Setelah itu,


"Lepaskan aku, jangan kurang ajar kau ya." Bentak Kaira.


“Maafkan aku Kaira, aku khilaf


tapi sepertinya kau juga menikmatinya.” Kata Rasya.


“Kau benar-benar memaksaku. Aku tidak


tau apa yang yang akan terjadi jika Raffa mengetahui ini semua. Aku istri orang


dan aku ini kakak iparmu. Kau benar-benar kurang ajar.” Kata Kaira.


“Tenang saja, Raffa tidak akan

__ADS_1


mengetahui nya jika kita berdua diam.” Jelas Rasya.


“Aku mau balik pulang kerumah dulu aja.” Kata Kaira.


Lalu Rasya menarik tangan Kaira


dan bahkan memeluknya dari belakang. Tanpa mereka sadar ada yang diam-diam


memotret mereka berdua.


“Jangan pulang dulu, aku masih ingin bersamamu disini.” Kata Rasya.


“Lepaskan aku, aku mohon.” Pinta Kaira dengan nada sedih.



“Ok baiklah, aku akan mengantarmu


pulang. Jangan sedih dong, kau kan juga tadi menikmatinya” Goda Rasya.


“Kau memaksaku.” Jelas Kaira.


“Lalu kenapa kau tadi menutup


matamu? Hayooo, aku tau apa yang ada didalam hatimu.” Goda Rasya.


Dalam hati Kaira, “Apa yang sudah ku lakukan, aku merasa


bersalah dengan suamiku. Aku sudah melakukan hal yang tidak pantas dilakukan,


bahkan aku berciuman dengan adik suamiku, oh Tuhan apa yang harus ku lakukan,


jujur saat tadi Rasya menciumku jantungku rasanya ingin copot karena baru


pertama kalinya aku melakukan hal itu tapi kenapa harus dengan Rasya. Dia


benar-benar sungguh berani. Tapi kenapa aku malah jadi kepikiran sama Raffa ya,


aku saja saat ini sedang khawatir apa yang sedang dilakukan oleh Raffa diluar


kota. Lebih baik aku segera pulang saja aku takut Rasya semakin menjadi bahkan


aku takut dia macam-macam denganku.”

__ADS_1


__ADS_2