
“Jangan sedih dong, dimata gue
loe itu lebih dari Raffa, loe itu baik hati, pengertian dan yah loe punya
segalanya dan bisa melakukan apapun yang loe mau” Kata kaira dengan nada
menghibur bahkan Kaira sampai menepuk-nepuk pundak Rasya dengan tujuan
menghibur dan akhirnya Rasya menangis di pundak Kaira.
“Kalau memang yang ada di pikiran
loe seperti itu kenapa bukan gue yang nikah sama loe waktu itu, gue mencintai
loe Ra sejak lama, bahkan sejak loe belum nikah dengan Raffa. Gue bisa jadi
lelaki yang jauh lebih baik dibanding suamimu si Raffa.” Kata Rasya yang
membuat suasana menjadi sangat canggung, lalu Kaira kaget dan berdiri.
“Apa maksudmu? Apa maksud
kata-kata loe barusan? Gue ini kakak ipar loe dan gue uda menikah Rasya.” Kata
Kaira.
“Memangnya kau bahagia menikah
dengan Raffa? Apa pernah Raffa memperlakukanmu dengan baik atau apa pernah
Raffa menyentuhmu layaknya pasangan romantis yang bahagia?” tanya Rasya.
Plakkkkkkk, Kaira menampar pipi
Rasya karena kesal dengan ucapan Rasya. Dia merasa seperti hanya dimanfaatkan
dan hanya pelampiasan dari amarah Rasya.
“Aku kecewa denganmu, aku pikir
kau jauh lebih baik tapi ternyata ucapanmu benar-benar membuatku kesal. Oh apa
jangan-jangan kau ingin membalas Raffa dengan cara mendapatkanku sehingga kau
__ADS_1
bisa memiliki apa yang dimiliki oleh Raffa termasuk merebut istrinya?” Tanya
Kaira.
“Dengarkan aku, bukan begitu
maksudku. Jadi sebelum kedua orang tuaku menjodohkan kalian, aku sudah
mengetahui siapa wanita yang akan menikah dengan Raffa. Bahkan waktu itu aku
menolaknya karena aku khawatir nasib kamu akan sengsara jika menikah dengan
Raffa, bahkan waktu itu aku juga memohon agar kau menikah saja denganku namun
kedua orang tuaku menolak dengan alasan anak pertama lah yang harus menikah
terlebih dahulu. Aku serius, aku mencintaimu.” Kata Raffa.
“Tapi aku sudah menikah Rasya.”
Jawab Kaira.
“Ayo kita nikah secara sembunyi
tidak peduli dengan semua itu, aku mencintaimu, tolong terimalah aku.”
Tiba-tiba Rasya mencium bibir Kaira dengan paksa.
Setelah itu,
"Lepaskan aku, jangan kurang ajar kau ya." Bentak Kaira.
“Maafkan aku Kaira, aku khilaf
tapi sepertinya kau juga menikmatinya.” Kata Rasya.
“Kau benar-benar memaksaku. Aku tidak
tau apa yang yang akan terjadi jika Raffa mengetahui ini semua. Aku istri orang
dan aku ini kakak iparmu. Kau benar-benar kurang ajar.” Kata Kaira.
“Tenang saja, Raffa tidak akan
__ADS_1
mengetahui nya jika kita berdua diam.” Jelas Rasya.
“Aku mau balik pulang kerumah dulu aja.” Kata Kaira.
Lalu Rasya menarik tangan Kaira
dan bahkan memeluknya dari belakang. Tanpa mereka sadar ada yang diam-diam
memotret mereka berdua.
“Jangan pulang dulu, aku masih ingin bersamamu disini.” Kata Rasya.
“Lepaskan aku, aku mohon.” Pinta Kaira dengan nada sedih.
“Ok baiklah, aku akan mengantarmu
pulang. Jangan sedih dong, kau kan juga tadi menikmatinya” Goda Rasya.
“Kau memaksaku.” Jelas Kaira.
“Lalu kenapa kau tadi menutup
matamu? Hayooo, aku tau apa yang ada didalam hatimu.” Goda Rasya.
Dalam hati Kaira, “Apa yang sudah ku lakukan, aku merasa
bersalah dengan suamiku. Aku sudah melakukan hal yang tidak pantas dilakukan,
bahkan aku berciuman dengan adik suamiku, oh Tuhan apa yang harus ku lakukan,
jujur saat tadi Rasya menciumku jantungku rasanya ingin copot karena baru
pertama kalinya aku melakukan hal itu tapi kenapa harus dengan Rasya. Dia
benar-benar sungguh berani. Tapi kenapa aku malah jadi kepikiran sama Raffa ya,
aku saja saat ini sedang khawatir apa yang sedang dilakukan oleh Raffa diluar
kota. Lebih baik aku segera pulang saja aku takut Rasya semakin menjadi bahkan
aku takut dia macam-macam denganku.”
__ADS_1