Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 142


__ADS_3

Keesokan harinya, Raffa pergi keluar kota.


“Hati-hati ya sayang.” Kata Kaira sambil memeluk dan mencium mesra suaminya didepan Mayang yang sedang membersihkan meja makan.


“Iya, jaga diri baik-baik ya, nanti setibanya disana aku akan menelfonmu.” Kata Raffa.


“Papi.” Panggil Kei.


“Kei sayang, papi berangkat dulu ya, Kei dirumah sama mami, nurut sama mami ya.” Kata Raffa sambil menggendong dan mencium anaknya.


“Iya pa, lagipula ada ibu Mayang disini.” Kata Kei.


“Kok malah sama ibu Mayang sih nak, harusnya sama mami lah. Hari ini pergi jalan-jalan ya sama mami.” Kata Kaira.


“Sama ibu Mayang juga ya mi.” Kata Kei.


“Ibu Mayang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah nak, jadi sama mami saja ya.” Jelas Kaira.


“Hmmm tapi Kei lebih suka kalau Ibu ikut juga. Ajak Ibu juga ya mi.” Kata Kei.


“Tidak apa-apa Kei, ibu dirumah saja. Ingat kata papinya tadi harus nurut sama mami kan.” Kata Mayang.


“Sudah sudah, kau berangkatlah mas.” Kata Kaira.


Lalu Kaira mengajak Kei untuk keluar jalan-jalan.


“Ayo nak kita berangkat sekarang.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Nggak mau, Kei nggak mau kalau ibu tidak ikut.” Kata Kei.


“Kok kamu gitu sih sama mami, kemarin kan seharian Kei sudah sama ibu, jadi sekarang gantian deh Kei sama mami jalan-jalan sama makan yuk.” Rayu Kaira.


“Nggak mau, pokoknya Kei tetep nggak mau.” Kata Kei.


“Kamu kenapa sih sekarang jadi susah di atur sekarang jadi berani melawan mami ya? Nggak nurut sama mami ya sekarang?” Kata Kaira kesal, Kei pun akhirnya menangis.


“Cup cup cup maafkan mami sayang. Tapi ibu Mayang kan memang sibuk.” Hibur Kaira, akhirnya Kei menuruti kata-kata Kaira.


Kaira pergi ke mall untuk shoping dan makan bersama anaknya.


“Kei mami boleh nanya nggak?” Tanya Kaira.


“Mami mau tanya apa?” Tanya balik Kei.


“Kei lebih suka diantar sekolah sama mami atau ibu?” Tanya Kaira.


“Berarti Kei lebih sayang sama ibu dong daripada sama mami?” Tanya Kaira.


“Iya, kata ibu, mami itu sibuk makanya Kei harus nurut sama kata-kata ibu.” Jawab Kei.


“Kurang ajar si Mayang, dia benar-benar sudah menguasai anakku.” Kata Kaira dalam hati.


“Maafkan mami ya, tapi mami janji akan lebih sering sama Kei ya. Kemarin gimana Kei penampilannya di sekolah?” Tanya Kaira.


“Seru ma, kemarin  Kei foto bareng sama papi sama ibu.” Jawab Kei polos.

__ADS_1


“Loh kok foto sama ibu juga, kan dia bukan ibunya Kei.” Kata Kaira.


“Kata papi, karena mami nggak bisa datang jadi anggap aja ibu Mayang itu ibu kandungnya Kei.” Jawab Kei.


“Lihat mami, Kei itu anaknya mami, mami sedih loh kalau kamu lebih sayang sama Ibu dan justru foto bareng sama ibu. Mami yang melahirkan kamu terus merawat kamu dari bayi dengan susah payah, masak sekarang kamu lebih


sayang sama ibu sih. Mami sedih banget loh.” Kata Kaira.


“Maaf ya ma, Kei nggak akan seperti itu lagi.” Kata Kei.


“Ibu pernah nggak kasar atau jahat sama Kei?” Tanya Kaira.


“Nggak pernah mi. ibu sayang sama Kei dan dia nggak pernah marah sama Kei.” Kata Kei.


“Pulang yuk, kita kan sudah seharian jalan-jalan terus makan bareng juga.” Kata Kaira.


“Lets go.” Kata Kei.


Ketika Kei dan Kaira berjalan melewati toko baju, Kei langsung mengatakan sesuatu yang membuat Kaira kaget dan heran.


“Mi lihat deh baju itu, bagus kan?” Kata Kei sambil menunjuk ke baju yang dimaksud.


“Bagus, kenapa memangnya?” Tanya Kaira.


“Kemarin papi beli baju itu mi.” Kata Kei.


“Hah? Memangnya buat siapa?” Tanya Kaira.

__ADS_1


“Kei nggak tahu, papi bilang mau kasih kejutan. Kemarin kan Kei, papi sama ibu kesini buat makan siang.” Jawab Kei.


“Mungkin mas Raffa mau kasih kejutan untukku.” Kata Kaira dalam hati.


__ADS_2