
“Ada apa ini?
Kenapa Feya?” Tanya Raffa.
“Tanya saja sama
dia.” Kata Viona.
“Ada apa
sayang?” Tanya Raffa kepada Feya.
“Pa, bunda tidak
mau membiayai sekolahku lagi dan mengambil semua fasilitas yang dia berikan
padaku, dia juga mengusirku, ini semua gara-gara mami pa.” Kata Feya.
“Viona aku mohon
jangan lakukan itu pada Feya dan Kaira. Lagipula rumah itu rumahku biarkanlah
mereka tinggal disana.” Kata Raffa.
“Apa? Rumah itu
sekarang menjadi rumahku, kamu sendiri yang menandatangani surat itu dan
memberikannya kepadaku.” Kata Viona.
“Tapi biarkan
mereka tinggal dirumah itu.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa
kok mas, aku masih mampu untuk beli rumah sendiri bersama Kei dan Feya, aku
bisa hidup sendiri bersama anak-anak. Aku tidak mau di injak-injak oleh wanita
itu.” Kata Kaira.
“Tapi aku tidak
mau jatuh miskin dan hidup susah dengan mami, aku tidak mau tinggal dengan
mami.” Kata Feya.
“Baiklah Feya
tinggal bersama papi ya, aku akan memberimu uang dan mencarikanmu rumah untukmu
dan Kei.” Kata Raffa.
“Cepat pergilah,
aku tidak mau melihat wanita itu disini.” Kata Kaira.
“Biar Feya
dirawat disini, aku akan menjaganya.” Kata Raffa.
“Baiklah, kalau
begitu aku pulang dulu bersama Kei.” Kata Kaira lalu mencium Raffa sambil
melirik ke arah Viona.
__ADS_1
“Dasar perempuan
sialan.” Gerutu Viona.
“Sekeras apapun
usahamu untuk merebut suami dan anak-anakku tetap saja kamu tidaklah berharga
dimata mereka dan hanya akulah pemenangnya.” Bisik Kaira kepada Viona.
Setelah itu
Kaira dan Kei kembali pulang.
“Mas kamu harus
kembali ke kantor sekarang, ada meeting dengan staff.” Kata Viona.
“Gantikan aku
untuk sementara, aku harus menjaga Feya.” Kata Raffa.
“Tidak bisa,
kamu harus hadir dalam meeting itu. Feya akan baik-baik saja kok, jangan
khawatir.” Kata Viona.
“Biar aku yang
jaga Feya disini pa.” Kata Arabella.
“Baiklah, kalau
ada apa-apa tolong segera hubungi papi ya.” Kata Raffa.
Arabella.
“Papi jangan
khawatirkan aku, aku akan segera sembuh.” Kata Feya.
Lalu Raffa
kembali ke kantor, sedangkan Arabella dan Viona masih dirumah sakit.
“Feya, aku
keluar sebentar ya.” Kata Arabella.
“Mau kemana
kak?” Tanya Feya.
“Aku mau menemui
Jerry sebentar, dia sedang didepan.” Kata Arabella.
“Suruh kesini
saja kak.” Kata Feya.
“Dia hanya
sebentar dan setelah itu mau pergi lagi. Tunggu sebentar, lagipula ada bunda
nanti kalau butuh sesuatu minta tolong bunda saja.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Baiklah kak,
cepat kembali ya kak.” Kata Feya.
Feya ingin pergi
ke toilet namun dia kesulitan akhirnya dia meminta tolong kepada Viona.
“Bunda, bisa
tolong aku sebentar?” Tanya Feya.
“Bunda sedang
sibuk.” Kata Viona.
“Aku mau ke
toilet tapi aku kesulitan dan kesakitan, bisa minta tolong antarkan ke toilet?”
Tanya Feya.
“Kamu sakit itu
karena ulahmu sendiri jadi tanggung sendiri akibatnya, jangan menyusahkan orang
lain ya, pergi saja ke toilet sendiri.” Kata Viona.
“Kalau begitu
tolong ambilkan infusku dong bunda, tanganku tidak bisa mencapainya.” Kata
Feya.
“Kamu ini
menyusahkan sekali ya, ambil ini.” Kata Viona sambil melemparkan infuse ke arah
Feya.
“Aduh sakit
bunda.” Kata Feya merintih kesakitan.
Lalu Feya pergi
ke toilet sendiri dengan merintih kesakitan. Didalam toilet dia menangis sambil
memanggil nama ibunya.
“Mami, aku
membutuhkan mami saat ini. Coba ada mami pasti dia akan membantuku. Kenapa
bunda jadi jahat padaku padahal dulu dia sangatlah baik padaku. Aku menyesal
telah mengusir dan kasar kepada mami, maafkan aku mami.” Kata Feya sambil
menangis.
“Hei berisik
sekali kamu, jangan menangis dan cepat keluar.” Teriak Viona.
__ADS_1