Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 31


__ADS_3

“Ada apa ini?


Kenapa Feya?” Tanya Raffa.


“Tanya saja sama


dia.” Kata Viona.


“Ada apa


sayang?” Tanya Raffa kepada Feya.


“Pa, bunda tidak


mau membiayai sekolahku lagi dan mengambil semua fasilitas yang dia berikan


padaku, dia juga mengusirku, ini semua gara-gara mami pa.” Kata Feya.


“Viona aku mohon


jangan lakukan itu pada Feya dan Kaira. Lagipula rumah itu rumahku biarkanlah


mereka tinggal disana.” Kata Raffa.


“Apa? Rumah itu


sekarang menjadi rumahku, kamu sendiri yang menandatangani surat itu dan


memberikannya kepadaku.” Kata Viona.


“Tapi biarkan


mereka tinggal dirumah itu.” Kata Raffa.


“Tidak apa-apa


kok mas, aku masih mampu untuk beli rumah sendiri bersama Kei dan Feya, aku


bisa hidup sendiri bersama anak-anak. Aku tidak mau di injak-injak oleh wanita


itu.” Kata Kaira.


“Tapi aku tidak


mau jatuh miskin dan hidup susah dengan mami, aku tidak mau tinggal dengan


mami.” Kata Feya.


“Baiklah Feya


tinggal bersama papi ya, aku akan memberimu uang dan mencarikanmu rumah untukmu


dan Kei.” Kata Raffa.


“Cepat pergilah,


aku tidak mau melihat wanita itu disini.” Kata Kaira.


“Biar Feya


dirawat disini, aku akan menjaganya.” Kata Raffa.


“Baiklah, kalau


begitu aku pulang dulu bersama Kei.” Kata Kaira lalu mencium Raffa sambil


melirik ke arah Viona.

__ADS_1


“Dasar perempuan


sialan.” Gerutu Viona.


“Sekeras apapun


usahamu untuk merebut suami dan anak-anakku tetap saja kamu tidaklah berharga


dimata mereka dan hanya akulah pemenangnya.” Bisik Kaira kepada Viona.


Setelah itu


Kaira dan Kei kembali pulang.


“Mas kamu harus


kembali ke kantor sekarang, ada meeting dengan staff.” Kata Viona.


“Gantikan aku


untuk sementara, aku harus menjaga Feya.” Kata Raffa.


“Tidak bisa,


kamu harus hadir dalam meeting itu. Feya akan baik-baik saja kok, jangan


khawatir.” Kata Viona.


“Biar aku yang


jaga Feya disini pa.” Kata Arabella.


“Baiklah, kalau


ada apa-apa tolong segera hubungi papi ya.” Kata Raffa.


Arabella.


“Papi jangan


khawatirkan aku, aku akan segera sembuh.” Kata Feya.


Lalu Raffa


kembali ke kantor, sedangkan Arabella dan Viona masih dirumah sakit.


“Feya, aku


keluar sebentar ya.” Kata Arabella.


“Mau kemana


kak?” Tanya Feya.


“Aku mau menemui


Jerry sebentar, dia sedang didepan.” Kata Arabella.


“Suruh kesini


saja kak.” Kata Feya.


“Dia hanya


sebentar dan setelah itu mau pergi lagi. Tunggu sebentar, lagipula ada bunda


nanti kalau butuh sesuatu minta tolong bunda saja.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Baiklah kak,


cepat kembali ya kak.” Kata Feya.


Feya ingin pergi


ke toilet namun dia kesulitan akhirnya dia meminta tolong kepada Viona.


“Bunda, bisa


tolong aku sebentar?” Tanya Feya.


“Bunda sedang


sibuk.” Kata Viona.


“Aku mau ke


toilet tapi aku kesulitan dan kesakitan, bisa minta tolong antarkan ke toilet?”


Tanya Feya.


“Kamu sakit itu


karena ulahmu sendiri jadi tanggung sendiri akibatnya, jangan menyusahkan orang


lain ya, pergi saja ke toilet sendiri.” Kata Viona.


“Kalau begitu


tolong ambilkan infusku dong bunda, tanganku tidak bisa mencapainya.” Kata


Feya.


“Kamu ini


menyusahkan sekali ya, ambil ini.” Kata Viona sambil melemparkan infuse ke arah


Feya.



“Aduh sakit


bunda.” Kata Feya merintih kesakitan.


Lalu Feya pergi


ke toilet sendiri dengan merintih kesakitan. Didalam toilet dia menangis sambil


memanggil nama ibunya.


“Mami, aku


membutuhkan mami saat ini. Coba ada mami pasti dia akan membantuku. Kenapa


bunda jadi jahat padaku padahal dulu dia sangatlah baik padaku. Aku menyesal


telah mengusir dan kasar kepada mami, maafkan aku mami.” Kata Feya sambil


menangis.



“Hei berisik


sekali kamu, jangan menangis dan cepat keluar.” Teriak Viona.

__ADS_1


__ADS_2