
Selesai makan, Raffa menghampiri Mayang dan baby Kei.
“Biar baby Kei saya yang jaga, kau makanlah bersama istri saya.” Kata Raffa.
“Baik tuan, permisi.” Kata Mayang.
Mayang kemudian segera menghampiri meja Kaira dan bergabung makan siang.
“Permisi nyonya, tadi tuan menyuruh saya untuk makan juga.” Kata Mayang.
“Oh iya silahkan makan, saya sudah selesai.” Kata Kaira lalu pergi meninggalkan Mayang.
Kaira pergi menghampiri suami dan anaknya.
“Loh kok kamu disini?” Tanya Raffa.
“Aku sudah selesai makan.” Kata Kaira.
“Kenapa tidak makan bersamanya kan kasian dia sendiri seperti itu, kamu masih cemburu juga padanya?” Tanya
Raffa.
“Tidak, aku hanya tidak nyaman saja jika makan satu meja dengan ART.” Kata Kaira.
“Aku tau kau bukanlah wanita seperti itu, aku tau kau pasti cemburu padanya.” Kata Raffa dalam hati.
“Kalau kau tidak suka dengannya, cari orang lain saja kalau begitu.” Kata Raffa.
“Apa? Dia kerja saja baru beberapa hari masa’ sudah diberhentikan mas? Apa itu tidak keterlaluan namanya?” Tanya Kaira.
“Makanya kau jangan cemburu padanya, aku tidak mungkin lah suka padanya, lagipula dia juga sudah memiliki
keluarga kan.” Jelas Raffa.
__ADS_1
“Hmmm iya maafkan aku.” Kata Kaira.
“Yauda ayo kita pulang saja.” Kata Raffa.
“Memangnya kau tidak kembali ke kantor mas?” Tanya Kaira.
“Tidak, aku sudah menyerahkan pada staff ku.” Kata Raffa lalu menggandeng istrinya.
Selama diperjalanan, Kaira terus bermesraan dengan suaminya mulai menggenggam tangannya dan mengelus pipinya, hal ini membuat Mayang cemburu melihat kemesraan mereka.
“Tuan dan nyonya terlihat serasi sekali.” Kata Mayang.
“Tentunya, saya sangat mencintai suami saya dan tidak mau kehilangan dia.” Kata Kaira.
“Sudahlah jangan seperti ini, kau tidak malu dengan Mayang?” Tanya Raffa.
“Kenapa mesti malu kita kan pasangan suami istri. Oh ya May, kapan hari kau bilang kalau sudah satu tahun belum pulang ya?” Tanya Kaira.
“Iya nyonya.” Kata Mayang.
“Stop, kau ini bicara apa sih.” Kata Raffa.
“Saya bersyukur suami saya orangnya setia dan selalu mendukung pekerjaan saya. Sebaiknya nyonya juga harus
waspada.” Kata Mayang.
“Jadi kau menuduh suamiku bermacam-macam begitu?” Kata Kaira kesal.
“Sudah sudah, kenapa jadi ribut sih.” Kata Raffa.
**
Setibanya dirumah, Kaira langsung pergi ke kamar untuk istirahat, sedangkan Mayang sedang membuatkan susu untuk baby Kei. Tiba-tiba Raffa pergi menghampiri Mayang.
__ADS_1
“May.” Panggil Raffa.
“Iya tuan, maaf saya sedang menidurkan baby Kei.” Kata Mayang.
“Setelah baby Kei tidur, temui saya di balkon ya. Ada yang mau aku bicarakan denganmu” Kata Raffa.
“Baik tuan.” Jawab Mayang.
Lalu Raffa pergi meninggalkan Mayang.
“Kira-kira apa yang akan dibicarakan oleh tuan Raffa ya? Apakah saya dipecat ataukah saya melakukan kesalahan?” Tanya Mayang dalam hati.
**
Dikamar, Kaira sibuk membersihkan wajah sebelum tidur sedangkan Raffa sedang rebahan di ranjang.
“Mas, aku pakai baju tidur yang kemarin kau belikan ya.” Kata Kaira.
“Oh ya, kau suka kan dengan baju itu?” Tanya Raffa.
“Suka sekali tapi aku risih juga sih karena terlalu tipis dan mini sekali.” Kata kaira.
“Memang aku sengaja, kan hanya dipakai didalam kamar saja dan hanya kau pakai didepanku saja jadi kenapa mesti malu dan risih.” Kata Raffa.
“Hehehe iya sayang, terimakasih ya bajunya. Aku pakai dulu ya.” Kata Kaira.
“Pakai saja didepanku untuk apa ganti baju di toilet.” Kata Raffa.
“Kan malu mas.” Kata Kaira.
“Malu dengan suamimu? Lalu kalau bercinta memangnya kau malu?” Goda Raffa.
“Kan itu beda cerita mas, baiklah aku akan ganti baju didepanmu.” Kata Kaira lalu melepas pakaiannya.
__ADS_1
“Waw makin berisi saja kau.” Kata Raffa.
“Makin sexy.” Kata Raffa takjub melihat istrinya.