
Feya kembali
kedalam untuk menemui tamu undangannya.
“Aduh gawat
kenapa aku tidak kepikiran tentang kalung itu, untung saja kak Arabella tidak
punya bukti kalau kalung itu milikku. Apakah selama ini kak Arabella menyimpan
kalung itu, aku harus mencari tau agar aku bisa hidup dengan tenang.” Kata Feya
dalam hati.
Jerry menemui
Arabella.
“Ikut aku
sebentar, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Bisik Jerry.
“Bicara saja
disini, aku tidak mau istrimu menuduhku macam-macam.” Bisik Arabella.
“Aku tunggu di
taman belakang dapur sekarang.” Bisik Jerry.
“Kamu gila ya?
Katakan saja disini, aku akan mendengarkannya.” Kata Arabella. Lalu Jerry
menarik tangan Arabella dan mengajaknya ke taman belakang dapur.
“Lepaskan
tanganku, jangan berani kamu menyentuhku apalagi menarikku seperti ini.” Kata
Arabella.
“Ini untukmu.”
Kata Jerry memberikan sebuah kotak kepada Arabella.
“Apa ini?” Tanya
Arabella.
“Buka saja dan
lihat isinya.” Kata Jerry. Kemudian Arabella membuka kotak tersebut dan betapa
terkejutnya Arabella ketika mengetahui bahwa isi kotak tersebut adalah foto
kenangan mereka berdua selama masih kuliah.
“Foto ini? Ini
foto yang ada di kamera palaroid milikmu, untuk apa kamu mencetaknya lalu memberikannya
__ADS_1
padaku?” Tanya Arabella.
“Kembalilah
kepadaku.” Kata Jerry.
“Kamu gila ya?
Minggir, aku mau pergi.” Kata Arabella.
“Jangan pergi,
aku masih menyukaimu.” Kata Jerry sambil menarik tangan Arabella.
“Haruskah aku
berteriak? Minggir aku bilang.” Kata Arabella.
“Aku masih
menyimpan foto kita berdua untuk mengobati rasa rinduku kepadamu.” Kata Jerry.
“Lalu kenapa
kamu justru lebih memilih adikku? Kenapa kamu melakukan ini padaku?” Bentak
Arabella.
“Aku terpaksa
menikahi Feya.” Kata Jerry.
“Terpaksa kamu
sekarang dia hamil anakmu.” Kata Arabella.
“Aku khilaf
waktu itu, maafkan aku. Aku mohon kembalilah kepadaku, aku bisa saja berpisah
dengan Feya.” Kata Jerry, Arabella pun menampar Jerry.
Plak
“Jangan
coba-coba menggodaku atau memintaku kembali lagi kepadamu, dan juga jangan
coba-coba mempermainkan adikku.” Kata Arabella.
“Adikmu sudah
merebutku darimu, memangnya kamu tidak kesal dengannya?” Tanya Jerry.
“Dia seperti itu
karena ulah kamu.” Kata Arabella. Kemudian dia pergi namun Feya mendengarnya,
Arabella pun sangat kaget.
“Feya.” Kata
__ADS_1
Arabella.
“Apa benar
kalian masih saling menyukai?” Tanya Feya.
“Benar.” Jawab
Jerry.
“Lalu kenapa
kamu menikahiku mas kalau pada akhirnya seperti ini?” Teriak Feya.
“Ikut aku.” Kata
Jerry. Jerry membawa Feya ke kamar.
“Lepaskan
tanganku, jawab pertanyaanku kenapa kamu menikahiku?” Tanya Feya.
“Karena kamu
sangat polos, kamu sangat mudah untuk aku suruh ini dan itu. Kamu meminta
pekerjaan untukku kepada papi, papi langsung memberikannya. Kamu meminta papi
kamu untuk membeli rumah mewah mobil mewah untuk kita, papi kamu langsung
memberikannya. Keluargaku banyak hutang waktu itu jadi aku terpaksa
mendekatimu. Kebetulan sekali aku melihatmu saat itu lalu hatiku tergerak untuk
menolongmu bahkan aku sudah melindungimu. Jadi jika kamu berani melawanku aku
akan membongkar semuanya, ingat aku masih menyimpan rekaman cctv itu.” Kata
Jerry sambil membelai rambut istrinya.
“Kurang ajar
kamu mas, kamu tega sekali denganku.” Kata Feya.
“Terima kasih
sayang, berkat keluargamu saat ini hutang keluargaku sudah terbayarkan. I love
you my wife. Ingat ya kamu tidak berhak melarangku untuk menemui Arabella, karena
aku masih mencintainya.” Kata Feya.
“Kamu tidak akan
pernah bisa mendapatkan semua keinginanmu.” Kata Feya.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman dan jangan lupa juga buat mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ini dia sinopsisnya.
Namaku Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya. Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan menyentuhku apalagi tidur bersamaku.