
Hari itu Kaira dan Raffa
menggelar pesta dalam rangka hari jadi pernikahan mereka sekaligus mengumumkan
kehamilan Kaira. Semua keluarga datang, mulai dari orang tua Raffa dan Bella,
Renata dan suaminya, Rasya dan istrinya.
“Kak Kaira cantik sekali deh hari
ini, aku jadi iri dengan kakak.” Kata Renata.
“Kau bicara apa sih, justru kamu
sangat cantik dan memukau hari ini. Terimakasih ya sudah datang.” Kata Kaira.
“Sama-sama kak, aku senang sekali
saat tau bahwa kak Kaira sedang hamil.” Kata Renata.
“Aku dan mas Raffa benar-benar
sangat menantikan anak kedua kami.” Kata Kaira.
Tidak lama kemudian datanglah
Rasya bersama istri dan anaknya.
“Waw Angel cantik sekali, pantas
saja kedua kakakku sampai merebutkannya.” Kata Renata.
“Percuma cantik kalau suka
menggoda laki orang.” Gerutu Kaira.
“Aku yakin sekarang Angel tidak
seperti itu lagi kok kak begitu juga dengan kedua kakakku tidak akan
menghianati istrinya.” Kata Renata. Lalu Renata pergi untuk menemani suami dan
anaknya, lalu Angel menghampiri Kaira.
“Kaira, selamat ya atas kehamilan
kamu kali ini. Aku senang sekali mendengar berita bahagia ini.” Kata Angel.
“Terimakasih banyak ya, oh ya
kapan hari kamu bertemu dengan mas Raffa ya? Kamu minta antarkan mas Raffa
pulang ya?” Tanya Kaira.
“Kebetulan waktu itu aku tidak
__ADS_1
sengaja bertemu dengan mas Raffa di supermarket lalu dia mengantarkanku pulang.
Sebenarnya aku tidak mau tapi sepertinya mas Raffa kasihan padaku makanya dia
memaksa untuk mengantarkanku pulang. Tapi kau tidak usah khawatir apalagi
cemburu padaku Kaira, kita kan sekarang sudah memiliki keluarga masing-masing.”
Jelas Angel.
“Baguslah kalau kamu bisa
mengerti.” Kata Kaira.
“Inilah yang aku khawatirkan,
pasti Kaira cemburu padaku. Kenapa juga waktu itu Raffa mengantarku pulang kan
jadi seperti ini akibatnya aduh.” Kata Angel dalam hati.
Tiba-tiba Kaira menumpahkan
minumannya ke arah Angel sehingga dia basah kuyup.
“Aduh maafkan aku Angel, apa kau
tidak apa-apa?” Tanya Kaira.
“Aduh bajuku basah semua jadinya.”
Kata Angel.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Raffa
“Tidak apa-apa kok, aku numpang
ke toilet sebentar ya, ayo sayang aku antar.” Kata Rasya.
“Kenapa kau malah bertanya pada
Angel? Kenapa kau tidak bertanya padaku?” Tanya Kaira.
“Apa kau sengaja melakukannya? Kau
benar-benar kelewatan, aku tidak suka dengan sifat cemburumu itu.” Kata Raffa.
“Berarti benar kan dugaanku, kamu
masih menyukai Angel kan mas?” Tanya Kaira.
“Haruskah kau menanyakan hal itu
di saat seperti ini? Cukup ya aku tidak ingin berdebat denganmu, acara ini
masih berlangsung dan kau malah memulai kekacauan seperti ini. Aku mohon jangan
cemburu seperti itu. Apa kata Rasya dan istrinya nanti kalau mereka tau bahwa
kau sengaja melakukannya. Setelah ini kau minta maaflah pada mereka, oh ya
tolong pinjami Angel baju milikmu.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak mau dia memakai
baju milikku.” Kata Kaira.
Tidak lama kemudian Rasya dan
Angel kembali dari toilet.
“Apa kau tidak apa-apa? Pakai saja
baju milikku, sebentar aku ambilkan di mobilku dulu ya.” Kata Renata.
“Tidak perlu, terimakasih banyak.
Nanti juga akan kering kok.” Kata Angel.
“Nanti kamu bisa masuk angin loh,
sebentar ya aku ambilkan bajuku dulu.” Kata Renata.
“Baiklah, terimakasih banyak Ren.”
Kata Angel.
“Aku minta maaf ya, tadi istriku
tidak sengaja.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa, untung saja hanya
air putih.” Kata Rasya.
“Aku jadi tidak enak dengan
kalian berdua.” Kata Raffa.
“Tidak apa-apa, untung saja
Renata meminjamkan baju padaku.” Kata Angel.
Tidak lama kemudian Renata datang
membawa baju untuk Angel.
“Ini pakai bajuku aja, aku takut
nanti kamu masuk angin.” Kata Renata.
“Aduh bajunya terlalu mewah, aku
jadi takut memakainya.” Kata Angel.
“Tidak kok, cepatlah ganti baju
sekarang.” Kata Renata.
“Terimakasih ya.” Kata Angel.
“Kau sangat beruntung sekali ya Angel,
karena keluarga ini dengan mudah bisa menerimamu dan ramah denganmu.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Aku sangat tersentuh dengan
kebaikan keluarga ini, permisi aku ganti baju dulu ya.” Kata Angel.