
Dirumah Kaira,
tiba-tiba ada panggilan masuk dari pemilik restoran tempat Kaira bekerja.
“Iya pak.” Kata Kaira.
“Tolong
gantikan aku untuk menghadiri acara event pameran makanan jepang di Tokyo ya,
karena aku tidak bisa hadir. Sekalian ini kesempatanmu agar bisa mengembangkan
ilmu dari sana untuk dibawa kesini. Tiketnya sudah aku kirim ke alamat rumahmu.
Apa kau sudah menerimanya?”
“Eh kenapa
mendadak sekali pak, lagipula saya kan masih baru kerja pak.” Kata Kaira dengan
kaget dan speechless.
“Semua memang
serba mendadak. Segera persiapkan dirimu ya, karena penerbanganmu hari sabtu
dan acaranya hari minggu.”
Lalu atasan
Kaira segera menutup panggilannya. Kaira bingung karena serba mendadak, dan
penerbangannya hanya kurang tiga hari lagi.
“Ada apa sih
ini sebenarnya kenapa serba mendadak semua, keluar negeri lagi, kenapa harus
aku dan kenapa harus pergi sendirian ya ampun.” Gerutu Kaira.
**
Keesokan
harinya, dia mempacking seluruh barang yang ada dirumahnya, karena dia akan
segera pindah meninggalkan rumah pemberian Arka. Lalu dia menelfon salah satu
teman dekatnya.
“Hallo dina.” Kata Kaira.
“Eh Kaira, oh
ya kamu jadi kapan pindahannya? Kamu bisa tinggal di kontrakan milik temenku,
kalau masalah dp dan pembayarannya sementara aku pinjamin pakek uang ku dulu
aja.” Kata Dina.
“Rencananya
hari ini, ini aku baru selesai packing barang. Kira-kira berapa jam sampe
kontrakannya?” Tanya Kaira.
“Deket kok,
paling cepet sejam. Nanti aku sepulang kerja aku mampir ke tempat kamu aja ya
sekalian bawa barang-barangmu, daripada kamu sewa mobil. Tunggu aku aja
pokoknya nanti ya.” Kata Dina.
“Makasih banyak
ya Din, kamu emang sahabat terbaikku dari dulu. Maaf ya aku ngerepotin kamu
lagi.” Kata Kaira.
“Santai aja
kayak sama siapa aja deh. Oh ya terus semua perabotan rumahmu gimana? Apa
dibawa juga?” Tanya Dina.
“Ya nggak lah,
aku cuma bawa baju aja, kan dulu aku masuk rumah sini bawa baju aja Din.” Kata Kaira.
“Oh yauda. Pokoknya aku selalu dukung apapun jalan sama pilihanmu. I support u baby.” Kata
Dina.
__ADS_1
“Makasih ya, jadi pengen mewek deh.” Kata Kaira.
“Lebay deh. Yauda aku lanjutin kerja dulu ya. Sepulang kerja aku langsung ke tempatmu ok.”
kata Dina.
“Ok, makasi banyak.” Kata Kaira.
**
Di Jepang.
“Ada apa Ren?” Tanya Raffa.
“Kak, hari
sabtu Kaira terbang ke Jepang. Aku uda atur semuanya, ingat ini adalah
kesempatan kakak untuk nunjukin keseriusan kak Raffa, aku berharap semoga kak
Raffa bisa balik kembali lagi dengan Kaira kalau perlu tinggal aja di Jepang
selamanya kak.” Kata Renata.
“Jadi rencanamu
waktu itu beneran terjadi? Aku nggak yakin kalau Kaira bisa menerimaku lagi
Ren, sepertinya dia trauma denganku.” Kata Raffa.
“Kakak jangan
ngomong seperti itu, nanti aku kirimkan tiket pesawat milik Kaira ya.” Kata
Renata.
“Iya makasih banyak.” Kata Raffa.
“Sama-sama kak.” Kata Renata.
Dalam hati
Raffa, “Tuhan izinkan aku dan Kaira bersatu lagi, tolong beri saya kesempatan
terakhir untuk memperbaiki hubunganku dengan Kaira.”
Lalu Raffa
segera pergi untuk membeli baju baru dan juga ke salon untuk menata rambutnya
**
Keesokan
harinya, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
“Ok ini style ku untuk bertemu dengan Kaira
di airport. Apa aku harus bawa bunga untuknya ya, ah jangan dulu deh nanti yang
ada malah dia nggak nyaman terus pergi meninggalkanku.”
Lalu dia segera
bersiap-siap untuk pergi ke airport.
**
Kaira berangkat
ke airport dengan diantar oleh sahabatnya Dina.
“Berangkat sekarang?” Tanya Dina.
“Iya. Aku kan bisa berangkat sendiri Din, jadi ngerepotin kamu deh.” Kata Kaira.
“Ya ampun kayak
sama siapa aja sih, santai aja Kaira. Mau mampir dulu nggak barangkali mau beli
sesuatu? Atau mau beliin sesuatu untuk si Raffa disana haha.” Kata Dina.
“Apaan sih, aku
pergi kesana itu karena urusan pekerjaan Din bukan untuk bertemu Raffa, kalau
bisa jangan sampai bertemu dengannya.” Kata Kaira.
“Hmmm kalau masih
__ADS_1
cinta masih sayang itu juju raja nggak perlu egois gitu apalagi sampai
pura-pura, ingat ya ucapan memang bisa saja berbohong tapi perasaan tidak bisa
dibohongi tau.” Kata Dina.
“Hmmm mulai deh. Langsung aja ke airport Din.” Kata Kaira.
“Ok, orang tua mu uda tau kan kalau kamu pergi keluar negeri?” Tanya Dina.
“Uda, mereka
sudah ngasih list oleh-oleh yang harus aku beli malahan.” Kata Kaira.
“Yauda beliin aja lah.” Kata Dina.
“Iya lah. Eh Din bisa agak ngebut sedikit nggak, aku takut telat nih.” Kata Kaira.
“Ok, pegangan yang erat yaa haha.” Kata Dina.
Sesampainya di airport, Kaira segera mengambil koper miliknya dengan dibantu Dina.
“Makasih banyak ya, kamu langsung balik atau gimana?” Tanya Kaira.
“Aku langsung
balik aja ya, karena aku mau keluar sama keluarga suamiku. Hati-hati ya sayang,
jangan lupa oleh-oleh buatku yaa.” Kata Dina.
“Ok, hati-hati juga, jangan ngebut Din.” Kata Kaira.
Lalu Kaira
segera masuk ke bandara internasional, namun karena dia tiba lebih awal jadi
dia menunggu terlebih dahulu.
Dalam hatinya, “Kenapa aku deg-degan seperti ini ya, ini
kan bukan pertama kalinya aku naik pesawat, mungkin karena aku terbang sendiri
jadi deg-degan, bahasa inggrisku buruk lagi aduh jadi makin takut nyasar disana
aduh gimana dong. Ok tenang Kaira kamu pasti bisa, aku kesana membawa nama baik
tempat kerja baruku, jadi sebisa mungkin aku harus percaya diri dan bersikap
tenang.”
Setelah beberapa menit menunggu,
akhirnya jam penerbangan Kaira tiba juga. Kaira segera menuju gate dan menaiki
pesawat serta mencari tempat duduk miliknya.
Dalam hatinya, “Baik banget sih bos ku, uda ngasih aku
bisnis class seperti ini. Seneng banget jadi makin semangat. Ok saatnya tidur
sebelum tiba di Jepang.”
Setelah beberapa jam penerbangan,
akhirnya tiba juga di Jepang. Lalu Kaira segera turun dan menuju ke tempat
pengambilan bagasi untuk mengambil koper miliknya.
“Akhirnya sampai juga diluar negeri, di Jepang. Ok, sekarang saatnya
pergi ke hotel. Nama hotelnya Shinjuku Granbell Hotel. Ok mari kita buka peta
panduannya.”
Sedangkan dari kejauhan, Raffa
sedang mengamati Kaira dengan senangnya.
“Akhirnya dia tiba datang dengan
selamat, aku tidak ingin merusak mood baiknya, jadi aku akan ikuti dia sampai
tiba di penginapan dengan selamat. Aku akan temui dia nanti saja saat di acara pameran
makanan.”
Akhirnya Raffa hanya mengikuti
Kaira dari belakang untuk memastikan Kaira sampai penginapan dengan selamat. Sebenarnya
Raffa sangat ingin untuk sekedar menyapa Kaira, namun dia takut membuat Kaira
__ADS_1
kecewa bahkan hilang mood.