Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 75


__ADS_3

Dirumah Kaira,


tiba-tiba ada panggilan masuk dari pemilik restoran tempat Kaira bekerja.


“Iya pak.” Kata Kaira.


“Tolong


gantikan aku untuk menghadiri acara event pameran makanan jepang di Tokyo ya,


karena aku tidak bisa hadir. Sekalian ini kesempatanmu agar bisa mengembangkan


ilmu dari sana untuk dibawa kesini. Tiketnya sudah aku kirim ke alamat rumahmu.


Apa kau sudah menerimanya?”


“Eh kenapa


mendadak sekali pak, lagipula saya kan masih baru kerja pak.” Kata Kaira dengan


kaget dan speechless.


“Semua memang


serba mendadak. Segera persiapkan dirimu ya, karena penerbanganmu hari sabtu


dan acaranya hari minggu.”


Lalu atasan


Kaira segera menutup panggilannya. Kaira bingung karena serba mendadak, dan


penerbangannya hanya kurang tiga hari lagi.


“Ada apa sih


ini sebenarnya kenapa serba mendadak semua, keluar negeri lagi, kenapa harus


aku dan kenapa harus pergi sendirian ya ampun.” Gerutu Kaira.


**


Keesokan


harinya, dia mempacking seluruh barang yang ada dirumahnya, karena dia akan


segera pindah meninggalkan rumah pemberian Arka. Lalu dia menelfon salah satu


teman dekatnya.


“Hallo dina.” Kata Kaira.


“Eh Kaira, oh


ya kamu jadi kapan pindahannya? Kamu bisa tinggal di kontrakan milik temenku,


kalau masalah dp dan pembayarannya sementara aku pinjamin pakek uang ku dulu


aja.” Kata Dina.


“Rencananya


hari ini, ini aku baru selesai packing barang. Kira-kira berapa jam sampe


kontrakannya?” Tanya Kaira.


“Deket kok,


paling cepet sejam. Nanti aku sepulang kerja aku mampir ke tempat kamu aja ya


sekalian bawa barang-barangmu, daripada kamu sewa mobil. Tunggu aku aja


pokoknya nanti ya.” Kata Dina.


“Makasih banyak


ya Din, kamu emang sahabat terbaikku dari dulu. Maaf ya aku ngerepotin kamu


lagi.” Kata Kaira.


“Santai aja


kayak sama siapa aja deh. Oh ya terus semua perabotan rumahmu gimana? Apa


dibawa juga?” Tanya Dina.


“Ya nggak lah,


aku cuma bawa baju aja, kan dulu aku masuk rumah sini bawa baju aja Din.” Kata Kaira.


“Oh yauda. Pokoknya aku selalu dukung apapun jalan sama pilihanmu. I support u baby.” Kata


Dina.

__ADS_1


“Makasih ya, jadi pengen mewek deh.” Kata Kaira.


“Lebay deh. Yauda aku lanjutin kerja dulu ya. Sepulang kerja aku langsung ke tempatmu ok.”


kata Dina.


“Ok, makasi banyak.” Kata Kaira.


**


Di Jepang.


“Ada apa Ren?” Tanya Raffa.


“Kak, hari


sabtu Kaira terbang ke Jepang. Aku uda atur semuanya, ingat ini adalah


kesempatan kakak untuk nunjukin keseriusan kak Raffa, aku berharap semoga kak


Raffa bisa balik kembali lagi dengan Kaira kalau perlu tinggal aja di Jepang


selamanya kak.” Kata Renata.


“Jadi rencanamu


waktu itu beneran terjadi? Aku nggak yakin kalau Kaira bisa menerimaku lagi


Ren, sepertinya dia trauma denganku.” Kata Raffa.


“Kakak jangan


ngomong seperti itu, nanti aku kirimkan tiket pesawat milik Kaira ya.” Kata


Renata.


“Iya makasih banyak.” Kata Raffa.


“Sama-sama kak.” Kata Renata.


Dalam hati


Raffa, “Tuhan izinkan aku dan Kaira bersatu lagi, tolong beri saya kesempatan


terakhir untuk memperbaiki hubunganku dengan Kaira.”


Lalu Raffa


segera pergi untuk membeli baju baru dan juga ke salon untuk menata rambutnya


 


**


Keesokan


harinya, hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.



“Ok ini style ku untuk bertemu dengan Kaira


di airport. Apa aku harus bawa bunga untuknya ya, ah jangan dulu deh nanti yang


ada malah dia nggak nyaman terus pergi meninggalkanku.”


Lalu dia segera


bersiap-siap untuk pergi ke airport.


**


Kaira berangkat


ke airport dengan diantar oleh sahabatnya Dina.


“Berangkat sekarang?” Tanya Dina.


“Iya. Aku kan bisa berangkat sendiri Din, jadi ngerepotin kamu deh.” Kata Kaira.


“Ya ampun kayak


sama siapa aja sih, santai aja Kaira. Mau mampir dulu nggak barangkali mau beli


sesuatu? Atau mau beliin sesuatu untuk si Raffa disana haha.” Kata Dina.


“Apaan sih, aku


pergi kesana itu karena urusan pekerjaan Din bukan untuk bertemu Raffa, kalau


bisa jangan sampai bertemu dengannya.” Kata Kaira.


“Hmmm kalau masih

__ADS_1


cinta masih sayang itu juju raja nggak perlu egois gitu apalagi sampai


pura-pura, ingat ya ucapan memang bisa saja berbohong tapi perasaan tidak bisa


dibohongi tau.” Kata Dina.


“Hmmm mulai deh. Langsung aja ke airport Din.” Kata Kaira.


“Ok, orang tua mu uda tau kan kalau kamu pergi keluar negeri?” Tanya Dina.


“Uda, mereka


sudah ngasih list oleh-oleh yang harus aku beli malahan.” Kata Kaira.


“Yauda beliin aja lah.” Kata Dina.


“Iya lah. Eh Din bisa agak ngebut sedikit nggak, aku takut telat nih.” Kata Kaira.


“Ok, pegangan yang erat yaa haha.” Kata Dina.


Sesampainya di airport, Kaira segera mengambil koper miliknya dengan dibantu Dina.


“Makasih banyak ya, kamu langsung balik atau gimana?” Tanya Kaira.


“Aku langsung


balik aja ya, karena aku mau keluar sama keluarga suamiku. Hati-hati ya sayang,


jangan lupa oleh-oleh buatku yaa.” Kata Dina.


“Ok, hati-hati juga, jangan ngebut Din.” Kata Kaira.


Lalu Kaira


segera masuk ke bandara internasional, namun karena dia tiba lebih awal jadi


dia menunggu terlebih dahulu.


Dalam hatinya, “Kenapa aku deg-degan seperti ini ya, ini


kan bukan pertama kalinya aku naik pesawat, mungkin karena aku terbang sendiri


jadi deg-degan, bahasa inggrisku buruk lagi aduh jadi makin takut nyasar disana


aduh gimana dong. Ok tenang Kaira kamu pasti bisa, aku kesana membawa nama baik


tempat kerja baruku, jadi sebisa mungkin aku harus percaya diri dan bersikap


tenang.”


Setelah beberapa menit menunggu,


akhirnya jam penerbangan Kaira tiba juga. Kaira segera menuju gate dan menaiki


pesawat serta mencari tempat duduk miliknya.


Dalam hatinya, “Baik banget sih bos ku, uda ngasih aku


bisnis class seperti ini. Seneng banget jadi makin semangat. Ok saatnya tidur


sebelum tiba di Jepang.”


Setelah beberapa jam penerbangan,


akhirnya tiba juga di Jepang. Lalu Kaira segera turun dan menuju ke tempat


pengambilan bagasi untuk mengambil koper miliknya.



“Akhirnya sampai juga diluar negeri, di Jepang. Ok, sekarang saatnya


pergi ke hotel. Nama hotelnya Shinjuku Granbell Hotel. Ok mari kita buka peta


panduannya.”


Sedangkan dari kejauhan, Raffa


sedang mengamati Kaira dengan senangnya.


“Akhirnya dia tiba datang dengan


selamat, aku tidak ingin merusak mood baiknya, jadi aku akan ikuti dia sampai


tiba di penginapan dengan selamat. Aku akan temui dia nanti saja saat di acara pameran


makanan.”


Akhirnya Raffa hanya mengikuti


Kaira dari belakang untuk memastikan Kaira sampai penginapan dengan selamat. Sebenarnya


Raffa sangat ingin untuk sekedar menyapa Kaira, namun dia takut membuat Kaira

__ADS_1


kecewa bahkan hilang mood.


__ADS_2