Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 21


__ADS_3

Ternyata benar kalau Kasih pergi dari rumah.


“Mbok Kasih pergi kemana?” Tanya Rey.


“Mbok tidak tau pak.” Kata mbok Sri.


“Tadi dia bawa apa saja mbok?” Tanya Rey.


“Hanya membawa satu koper besar pak, mungkin ibu mau menenangkan diri pak atau mungkin pergi ke rumah tante nya. Makanya bapak jangan membuat ibu seperti itu, sekarang bapak menyesal kan ditinggal pergi sama ibu?” Kata mbok Sri.


“Aku menyesal sekali mbok, mbok tolong bantu aku ya, tolong telfon ibu sekarang juga.” Kata Rey.


“Meskipun mbok menelfon ibu pasti ibu tidak mau memberitahu dimana ibu sekarang.” Kata mbok Sri.


“Coba dulu lah mbok, please bantu aku ya mbok.” Kata Rey.


“Kalau mbok bantu bapak, mbok dapat apa?” Tanya mbok Sri.


“Mbok mau apa nanti aku kasih.” Kata Rey.


“Mbok cuma pengen bapak sama ibu tidak berpisah dan dirumah ini ada bayi, simple kan pak, sama satu lagi pak beri saya bonus ya pak hehehe.” Kata mbok Sri.

__ADS_1


“Kalau masalah bonus itu gampang mbok, tapi kalau yang pertama tadi agak susah mbok.” Kata Rey.


“Kalau gitu bapak cari saja ibu sendiri.” Kata mbok Sri.


“Dasar pembantu tua sialan.” Gerutu Rey.


“Cepat telfon ibu sekarang juga, aku akan usahakan kata mbok tadi.” Kata Rey.


“Tapi mbok dapat bonus kan?” Tanya mbok Sri.


“Iya tenang saja jangan khawatir pasti dapat, tapi yang memberikan gaji kepada mbok kan ibu jadi kalau ibu tidak pulang bonus mbok juga terancam, jadi usahakan ibu pulang kalau mbok mau bonus tambahan.” Kata Rey mengancam mbok Sri.


“Hmmmmm dasar menyebalkan.” Kata mbok Sri.


Akhirnya mbok Sri menelfon Kasih.


“Assalamualaikum mbok ada apa?” Tanya Kasih.


“Walaikumsalam bu, maaf malam ini ibu pulang tidak? Ada yang ingin saya bicarakan dengan ibu.” Kata mbok Sri.


“Masalah apa mbok? Kalau masalah pekerjaan bicarakan saja dengan bapak ya mbok.” Jawab Kasih.

__ADS_1


“Cepat tanyakan dimana dia sekarang mbok.” Bisik Rey ke telinga mbok Sri.


“Ini penting bu, dan saya tidak bisa membicarakan masalah ini sama bapak. Saya tunggu ibu saja, tapi malam ini ibu pulang atau tidak?” Tanya mbok Sri.


“Malam ini saya tidak pulang mbok dan saya tidak tau kapan kembali pulang ke rumah.” Kata Kasih.


“Oh baiklah mbok tunggu sampai ibu pulang ke rumah saja, urusan pekerjaan ya bu?” Tanya mbok Sri.


“Saya ingin menikmati waktu liburan sendiri saja mbok, entah kapan pulangnya saya juga tidak tau, kenapa mbok? Bapak tanya sama mbok Sri ya?” Tanya Kasih.


“Kalau memang ibu sedang marah sama bapak lebih baik dibicarakan dengan baik, kunci rumah tangga awet itu komunikasi yang baik loh bu, saya tidak membela siapapun apalagi menyalahkan siapapun, mbok hanya ingin ibu sama bapak akur terus.” Kata mbok Sri.


“Saya juga ingin seperti itu mbok tapi saya juga sedih kalau melihat bapak dengan wanita itu, hati saya sakit melihatnya mbok makanya saya ingin pergi menyendiri untuk menenangkan diri.” Kata Kasih.


“Namanya hidup pasti ada suka dukanya bu, saran mbok lebih baik ibu segera kembali pulang saja, tidak baik loh pergi tanpa ijin suami takutnya nanti terjadi hal-hal yang tidak di inginkan? Atau apa perlu mbok pergi menjemput ibu?” Kata mbok Sri.


“Tidak perlu mbok, mbok benar juga meskipun bapak seperti itu tapi tetap saja dia adalah suami saya. Mbok malam ini jangan pulang ya, tolong rawat bapak, buatkan dia makan malam dan bantu bapak.” Kata Kasih.


“Iya bu, makanya ibu cepat kembali pulang ya.” Kata mbok Sri.


“Iya mbok, assalamualaikum.” Kata Kasih lalu mematikan ponselnya.

__ADS_1


“Loh kok dimatikan? Harusnya tadi mbok tanya ibu sekarang dimana.” Kata Rey kesal.


“Sabar pak, menghadapi istri yang sedang marah itu harus sabar hmmmmm. Kita tunggu saja dulu sampai ibu pulang dengan sendirinya. Mbok yakin pasti ibu tidak lama kok.” Kata mbok Sri.


__ADS_2