Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 88


__ADS_3

Raffa pergi ke


sebuah hotel untuk meeting dengan klien. Setibanya dihotel, dia segera masuk


kedalam kamarnya. Kemudian Raffa menelfon istrinya.


“Hallo aku sudah


sampai di hotel sayang.” Kata Raffa.


“Syukurlah,


kapan meetingnya mas?” Tanya Kaira.


“Besok pagi


sayang.” Kata Raffa.


“Sudah makan


belum? Segera makan ya lalu istirahat agar besok lebih semangat.” Kata Kaira.


“Iya setelah ini


aku akan makan, kamu dirumah sama siapa?” Tanya Raffa.


“Aku dirumah


bersama Ara dan juga Kei.” Kata Kaira.


“Baiklah, aku


tutup telfonnya dulu ya.” Kata Raffa.


“Iya sayang.”


Kata Kaira.


Kemudian Raffa


membersihkan tubuhnya di kamar mandi, dia berniat untuk berendam dengan air


hangat dan juga aromatherapy.


“Wah segar


sekali, aromanya sangat wangi. Saatnya relax, santai sejenak.” Kata Raffa


sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba dia merasa ada yang menenggelamkan


dirinya.


“Tolong, tolong


aku.” Teriak Raffa.


“Kamu akan mati


sama seperti saat kamu membunuhku.”


“Tolong, maafkan


aku. Ini semua salahku, tolong jangan lakukan ini padaku.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Aku akan


membalas perbuatanmu, anak dan ayah sama-sama ingin membunuhku. Rasakan ini.”


Tiba-tiba Raffa


tersadar.


“Astaga apa yang


terjadi, apakah itu mimpi atau nyata? Apakah Viona ingin membalasku? Tidak


mungkin, dia sudah mati dan tidak mungkin hidup lagi. Pasti aku hanya


bermimpi.” Kata Raffa, kemudian dia segera keluar dan turun ke bawah untuk


makan. Namun dia ketakutan dengan apa yang dia alami barusan.


“Pak Raffa.”


Tanya sekretaris Raffa yaitu Ardi.


“Iya, ada apa?”


Tanya Raffa.


“Bapak sedang


memikirkan apa kok melamun dari tadi?” Tanya Ardi.


“Tidak, tidak


ada apa-apa. Apakah mungkin orang yang sudah mati bisa hidup kembali?” Tanya


Raffa.


tidak pak, memangnya kenapa pak?” Tanya Ardi.


“Aku sering


bermimpi Viona dan seakan dia sangatlah nyata. Dia seperti hidup kembali dan


mendatangiku.” Kata Raffa.


“Mungkin bapak


hanya stress dan kelelahan sehingga berhalusinasi seperti itu, itu tidak akan


terjadi pak.” Kata Ardi.


“Tadi waktu saya


berendam di bathup, saya merasa ada yang ingin menenggelamkan saya dan


sepertinya itu Viona.” Kata Raffa.


“Bapak didalam


kamar sendiri dan tidak ada orang lain. Jadi tidak mungkin ada yang ingin


menenggelamkan bapak, mungkin bapak tertidur saat berendam lalu bapak bermimpi,


apakah mungkin karena bapak sedang merindukan ibu Viona?” Tanya Ardi.

__ADS_1


“Tidak mungkin


saya merindukannya, untuk apa saya merindukannya.” Kata Raffa.


“Sudahlah bapak


jangan berfikir hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Setelah ini bapak segera


istirahat saja ya karena besok meeting dimulai pukul 8 pagi.” Kata Ardi.


“Iya.” Kata


Raffa.


“Silahkan


dimakan makanannya pak.” Kata Ardi.


“Ah iya.” Kata


Raffa.


Setelah selesai


makan, Raffa kembali ke kamarnya namun dia sedikit ketakutan didalam kamarnya


sendiri. Akhirnya dia menyalakan semua lampu dan juga mengeraskan volume tv.


“Aku bisa tidur


dengan tenang. Kamu sudah mati dan tidak akan hidup kembali apalagi balas


dendam padaku.” Kata Raffa dalam hati.


Keesokan


harinya, Raffa terbangun. Dia sangat kaget karena lampu kamarnya mati dan tv


juga juga mati padahal semalam dia menyalakannya.


“Astaga apa yang


terjadi? Kenapa lampu dan tv mati padahal aku ingat sekali bahwa semalam aku


menyalakannya. Siapa yang mematikan lampu dan tv nya?” Tanya Raffa sedikit


ketakutan. Kemudian dia segera bangun, membersihkan diri lalu keluar dan turun


ke lobby.


 


Special quote :


“Hiduplah seolah-olah setiap hari adalah hari terakhirmu. Maka Kamu akan menghargai setiap waktu yang tersisa dalam hidup” - (49 Days Korean Drama)


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2