
Raffa pergi ke
sebuah hotel untuk meeting dengan klien. Setibanya dihotel, dia segera masuk
kedalam kamarnya. Kemudian Raffa menelfon istrinya.
“Hallo aku sudah
sampai di hotel sayang.” Kata Raffa.
“Syukurlah,
kapan meetingnya mas?” Tanya Kaira.
“Besok pagi
sayang.” Kata Raffa.
“Sudah makan
belum? Segera makan ya lalu istirahat agar besok lebih semangat.” Kata Kaira.
“Iya setelah ini
aku akan makan, kamu dirumah sama siapa?” Tanya Raffa.
“Aku dirumah
bersama Ara dan juga Kei.” Kata Kaira.
“Baiklah, aku
tutup telfonnya dulu ya.” Kata Raffa.
“Iya sayang.”
Kata Kaira.
Kemudian Raffa
membersihkan tubuhnya di kamar mandi, dia berniat untuk berendam dengan air
hangat dan juga aromatherapy.
“Wah segar
sekali, aromanya sangat wangi. Saatnya relax, santai sejenak.” Kata Raffa
sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba dia merasa ada yang menenggelamkan
dirinya.
“Tolong, tolong
aku.” Teriak Raffa.
“Kamu akan mati
sama seperti saat kamu membunuhku.”
“Tolong, maafkan
aku. Ini semua salahku, tolong jangan lakukan ini padaku.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Aku akan
membalas perbuatanmu, anak dan ayah sama-sama ingin membunuhku. Rasakan ini.”
Tiba-tiba Raffa
tersadar.
“Astaga apa yang
terjadi, apakah itu mimpi atau nyata? Apakah Viona ingin membalasku? Tidak
mungkin, dia sudah mati dan tidak mungkin hidup lagi. Pasti aku hanya
bermimpi.” Kata Raffa, kemudian dia segera keluar dan turun ke bawah untuk
makan. Namun dia ketakutan dengan apa yang dia alami barusan.
“Pak Raffa.”
Tanya sekretaris Raffa yaitu Ardi.
“Iya, ada apa?”
Tanya Raffa.
“Bapak sedang
memikirkan apa kok melamun dari tadi?” Tanya Ardi.
“Tidak, tidak
ada apa-apa. Apakah mungkin orang yang sudah mati bisa hidup kembali?” Tanya
Raffa.
tidak pak, memangnya kenapa pak?” Tanya Ardi.
“Aku sering
bermimpi Viona dan seakan dia sangatlah nyata. Dia seperti hidup kembali dan
mendatangiku.” Kata Raffa.
“Mungkin bapak
hanya stress dan kelelahan sehingga berhalusinasi seperti itu, itu tidak akan
terjadi pak.” Kata Ardi.
“Tadi waktu saya
berendam di bathup, saya merasa ada yang ingin menenggelamkan saya dan
sepertinya itu Viona.” Kata Raffa.
“Bapak didalam
kamar sendiri dan tidak ada orang lain. Jadi tidak mungkin ada yang ingin
menenggelamkan bapak, mungkin bapak tertidur saat berendam lalu bapak bermimpi,
apakah mungkin karena bapak sedang merindukan ibu Viona?” Tanya Ardi.
__ADS_1
“Tidak mungkin
saya merindukannya, untuk apa saya merindukannya.” Kata Raffa.
“Sudahlah bapak
jangan berfikir hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Setelah ini bapak segera
istirahat saja ya karena besok meeting dimulai pukul 8 pagi.” Kata Ardi.
“Iya.” Kata
Raffa.
“Silahkan
dimakan makanannya pak.” Kata Ardi.
“Ah iya.” Kata
Raffa.
Setelah selesai
makan, Raffa kembali ke kamarnya namun dia sedikit ketakutan didalam kamarnya
sendiri. Akhirnya dia menyalakan semua lampu dan juga mengeraskan volume tv.
“Aku bisa tidur
dengan tenang. Kamu sudah mati dan tidak akan hidup kembali apalagi balas
dendam padaku.” Kata Raffa dalam hati.
Keesokan
harinya, Raffa terbangun. Dia sangat kaget karena lampu kamarnya mati dan tv
juga juga mati padahal semalam dia menyalakannya.
“Astaga apa yang
terjadi? Kenapa lampu dan tv mati padahal aku ingat sekali bahwa semalam aku
menyalakannya. Siapa yang mematikan lampu dan tv nya?” Tanya Raffa sedikit
ketakutan. Kemudian dia segera bangun, membersihkan diri lalu keluar dan turun
ke lobby.
Special quote :
“Hiduplah seolah-olah setiap hari adalah hari terakhirmu. Maka Kamu akan menghargai setiap waktu yang tersisa dalam hidup” - (49 Days Korean Drama)
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1