Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 6


__ADS_3

Setibanya di bandara Ngurah Rai


Bali.


Adena kerepotan karena dia harus


membawa banyak barang dan ditambah lagi anaknya tertidur. Akhirnya dia terpaksa


menggendong anaknya sambil mendorong koper dan juga membawa tas jinjingnya. Dia


pun segera menuju ke hotel dengan mengendarai taksi online, namun dia tidak


sengaja menabrak seorang laki-laki berbadan tegap. Alhasil Abercio pun ikut


terjatuh dan terbangun.


“Mami.” Rengek Abercio.


“Maaf sayang, Abercio terbangun


ya.” Kata Adena.


“Biar saya bantu membawa


kopernya, maaf tadi saya terburu-buru dan tidak sengaja menabrak Anda dan anak


Anda.” Kata laki-laki tersebut.


“Saya juga minta maaf, maaf saya


juga terburu-buru dan tidak perlu repot-repot membantu saya, saya bisa


membawanya sendiri.” Kata Adena.


“Mami Abercio bisa jalan sendiri


kok.” Kata Abercio.


“Iya, ayo kita pergi nak.” Kata


Adena.


Namun laki-laki tersebut tetap


ingin membantu, laki-laki tersebut langsung membawa koper milik Adena dan


menggandeng tangan Abercio. Abercio pun tampak kebingungan sambil


memanggil-manggil ibunya.


“Mami help me.” Kata Abercio.


“Tolong lepaskan anak saya, saya


bisa sendiri.” Kata Adena langsung menarik tangan Abercio.


Kemudian laki-laki tersebut


menjelaskan bahwa dirinya bukanlah orang jahat.


“Saya Aidan Winata, saya ke Bali

__ADS_1


untuk menghadiri undangan, untuk menghadiri acara di kantor. Ini kartu nama


saya.” Kata Aidan, tanpa melihat kartu nama Aidan, Adena pun langsung berlari


pergi begitu saja.


Didalam taksi.


“Dasar laki-laki pasti dia hanya


ingin menggodaku saja.” Gerutu Adena.


“Mami kita kemana sekarang?”


Tanya Abercio.


“Kita ke hotel sayang, oh iya


nanti oma sama opa akan menyusul kok jadi bisa nemenin Abercio saat mami


bekerja besok.” Kata Adena.


“Wah kita ke hotel, Cio nanti mau


renang ya mami.” Kata Abercio.


“Iya sayang, sebelum renang harus


makan dulu ya.” Kata Adena.


“Ok mami.” Kata Abercio.


Keesokan harinya.


Adena bangun kesiangan, jam


menunjukkan pukul 08.00 waktu setempat. Dia pun langsung bangun dan hanya


mencuci muka saja lalu langsung ganti baju dan berdandan.


“Aaaaa sial sekali hari ini, mana


sempat aku mandi. Tidak apa-apa tidak mandi yang penting dandan tetaplah nomor


satu.” Kata Adena sambil menyisir rambutnya. Lalu dia menelfon ibunya yang ada


di kamar sebelah.


“Hallo ma, cepat ke kamarku ya


ma. Aku bangun kesiangan dan Abercio masih tidur.” Kata Adena.


“Iya sebentar, mama masih


menyiapkan bajunya papa kamu. Nanti berikan kunci kamarmu ke mama saja ya.”


Kata Meylinda.


“Iya ma, aku bahkan tidak sempat


menelfon resepsionis untuk mengantarkan sarapan ke kamar.” Kata Adena.

__ADS_1


“Hmmmm kamu sih bangun kesiangan.


Biar mama yang membangunkan Abercio.” Kata Meylinda.


Setelah Adena selesai berdandan,


dia pun langsung ke ruang pertemuan di hotel tersebut, tepatnya di lantai 3. Dia


pun bergegas berlari ke lift dan betapa terkejutnya dia bertemu dengan Aidan.


“Selamat pagi nona.” Kata Aidan.


“Kenapa kamu bisa ada disini? Kamu


mengikuti saya ya?” Tanya Adena.


“Saya disini ada kepentingan,


jangan-jangan kamu yang mengikuti saya.” Kata Aidan.


“Apa? Mana mungkin, saya juga ada


acara disini.” Kata Adena.


“Kenapa diam saja di depan lift? Mau


masuk atau tidak? Bukannya kamu terburu-buru ya?” Tanya Aidan.


“Jangan sok tau ya.” Kata Adena


lalu langsung masuk kedalam lift.


“Kalau tidak terburu-buru kenapa


roll rambut masih terpasang? Lupa ya belum dilepas.” Kata Aidan sambil cekikikan.


Adena pun tersipu malu dan


langsung mengambil roll rambutnya, dia pun terdiam karena tersipu malu.


Tak lama kemudian, tibalah di


lantai 3. Aidan pun langsung keluar, begitu juga dengan Adena.


“Kamu benar-benar mengikuti saya


ya?” Tanya Adena.


“Enak saja, kamu justru yang


mengikuti saya.” Kata Aidan.


“Tapi saya ada acara di hotel


ini.” Kata Adena.


“Saya juga, dan mereka sudah


menunggu kedatangan saya.” Kata Aidan, lalu dia langsung berlari meninggalkan


Adena yang masih tampak kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2