
“Aku harus pulang sekarang Kai,
karena suamiku pasti sudah menungguku.” Kata Angel.
“Kenapa terburu-buru sih, biarkan
Kenzo menginap disini saja.” Kata Kaira.
“Jangan nanti malah merepotkanmu
loh Kai.” Kata Angel.
“Tidak kok, justru Kei senang
karena dia ada temannya. Boleh ya?” Tanya Kaira.
“Baiklah kalau begitu. Aku pamit
pulang dulu ya, nitip Kenzo kalau begitu. Besok aku akan menjemputnya.” Kata Angel.
“Iya, hati-hati dijalan ya.” Kata
Kaira.
Lalu Angel pulang namun dia
mampir keruamh dokter Intan. Setibanya disana.
“Kaira brengsek, sialan.” Kata Angel.
“Ada apa memangnya? Kamu ini
datang langsung marah-marah seperti ini.” Kata tante Intan.
“Ternyata Kaira pindah ke dokter
lain, lalu bagaimana dengan rencana kita tante?” Kata Angel.
“Pantas saja dia lama tidak
datang, memang siapa dokternya? Nanti aku akan mencari tau.” Tanya tante Intan.
“Dia dokter kandungannya Renata,
kalau tidak salah namanya dokter Aliya. Aku dulu pernah mendengar saat Renata
bercerita.” Kata Angel.
“Waduh itu dokter senior susah
kalau di ajak kompromi apalagi harus mencelakai pasien. Tapi tenang saja aku
bisa minta tolong kepada perawat disana. Kita pergi yuk.” Ajak tante Intan.
“Kemana tante?” Tanya Angel.
“Minum, ayo pergi.” Kata tante
__ADS_1
Intan.
Setibanya ditempat tujuan, Angel
dan tante Intan langsung turun dari mobil. Saat mereka menyebrang jalan raya
tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan cepat dan menabrak tante Intan dan
langsung pingsan. Angel pun panik lalu membawanya ke rumah sakit.
“Tante harus selamat, aku mohon
bertahanlah tante.” Kata Angel.
Lalu Angel menelfon suaminya.
“Hallo mas, mas tolong aku.” Kata
Angel.
“Ada apa?” Tanya Rasya.
“Tante Intan tertabrak mobil, dia
sekarang di rumah sakit. Bisakah kamu kesini sekarang mas?” Tanya Angel.
“Iya, tunggu sebentar.” Kata Rasya.
Tidak lama kemudian Rasya tiba di
rumah sakit. Dia melihat istrinya sedang menangis didepan ruang perawatan
“Apakah tante Intan sudah sadar?”
Tanya Rasya.
“Belum mas. Bagaimana ini kalau
terjadi hal buruk pada tante Intan, aku tidak mau kehilangannya. Hanya dia
keluargaku mas.” Kata Angel. Karena kedua orang tua Angel bercerai jadi sejak
kecil dia sering di asuh oleh tante Intan, wajar jika Angel merasa terpukul
dengan kecelakaan yang menimpa tante Intan.
“Tenang, kamu harus tenang. Semua
akan baik-baik saja kok. Apa kamu sudah menghubungi suami dan anaknya tante
Intan?” Tanya Rasya.
“Aku sudah mengirim pesan kepada
om Rudi dan juga anaknya yaitu Aira namun belum ada jawaban.” Kata Angel.
“Sekarang kamu duduk, minum air
__ADS_1
putih agar kamu tenang. Kamu lebih baik pulang saja biar aku yang menjaga tante
Intan.” Kata Rasya.
“Tidak mau mas, aku mau menunggu
tante Intan sampai sadar.” Kata Angel.
Tidak lama kemudian datanglah
suami dan anak tante Intan.
“Kak, bagaimana keadaan mamaku?”
Tanya Aira anak tante Intan.
“Dia masih belum sadar, kamu yang
tenang, sabar dan doakan yang terbaik saja.” Kata Rasya.
“Bagaimana kronologinya Angel?
Kenapa tantemu bisa seperti ini?” Tanya om Rudi.
“Tadi saat aku sedang memarkir
mobil, tante Intan pergi terlebih dahulu menyebrang jalan raya tiba-tiba ada
mobil melaju dengan cepat dan menabrak tante Intan.” Kata Angel sambil
menangis.
“Astaga harusnya dia bisa lebih
hati-hati lagi.” Kata om Rudi.
“Sabar om, ini musibah.” Kata Rasya.
“Kalian pulanglah, biar om dan
Aira yang menjaga tantemu.” Kata om Rudi.
“Tidak, aku tetap akan disini
menunggu sampai tante sadar.” Kata Angel.
“Sudahlah, ayo pulang. Kamu juga
masih syok dan harus istirahat. Ayo kita pulang sekarang.” Kata Rasya.
Akhirnya Angel dan Rasya kembali
pulang ke rumah.
Info :
Hai readers, mampir yuk ke novel ku yang lain, judulnya "Menua Bersamamu".
__ADS_1
Ceritanya nggak kalah seru loh, dijamin bikin baper deh.