Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Dokter Intan kecelakaan


__ADS_3

“Aku harus pulang sekarang Kai,


karena suamiku pasti sudah menungguku.” Kata Angel.


“Kenapa terburu-buru sih, biarkan


Kenzo menginap disini saja.” Kata Kaira.


“Jangan nanti malah merepotkanmu


loh Kai.” Kata Angel.


“Tidak kok, justru Kei senang


karena dia ada temannya. Boleh ya?” Tanya Kaira.


“Baiklah kalau begitu. Aku pamit


pulang dulu ya, nitip Kenzo kalau begitu. Besok aku akan menjemputnya.” Kata Angel.


“Iya, hati-hati dijalan ya.” Kata


Kaira.


Lalu Angel pulang namun dia


mampir keruamh dokter Intan. Setibanya disana.


“Kaira brengsek, sialan.” Kata Angel.


“Ada apa memangnya? Kamu ini


datang langsung marah-marah seperti ini.” Kata tante Intan.


“Ternyata Kaira pindah ke dokter


lain, lalu bagaimana dengan rencana kita tante?” Kata Angel.


“Pantas saja dia lama tidak


datang, memang siapa dokternya? Nanti aku akan mencari tau.” Tanya tante Intan.


“Dia dokter kandungannya Renata,


kalau tidak salah namanya dokter Aliya. Aku dulu pernah mendengar saat Renata


bercerita.” Kata Angel.


“Waduh itu dokter senior susah


kalau di ajak kompromi apalagi harus mencelakai pasien. Tapi tenang saja aku


bisa minta tolong kepada perawat disana. Kita pergi yuk.” Ajak tante Intan.


“Kemana tante?” Tanya Angel.


“Minum, ayo pergi.” Kata tante

__ADS_1


Intan.


Setibanya ditempat tujuan, Angel


dan tante Intan langsung turun dari mobil. Saat mereka menyebrang jalan raya


tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan cepat dan menabrak tante Intan dan


langsung pingsan. Angel pun panik lalu membawanya ke rumah sakit.


“Tante harus selamat, aku mohon


bertahanlah tante.” Kata Angel.


Lalu Angel menelfon suaminya.


“Hallo mas, mas tolong aku.” Kata


Angel.


“Ada apa?” Tanya Rasya.


“Tante Intan tertabrak mobil, dia


sekarang di rumah sakit. Bisakah kamu kesini sekarang mas?” Tanya Angel.


“Iya, tunggu sebentar.” Kata Rasya.


Tidak lama kemudian Rasya tiba di


rumah sakit. Dia melihat istrinya sedang menangis didepan ruang perawatan


“Apakah tante Intan sudah sadar?”


Tanya Rasya.


“Belum mas. Bagaimana ini kalau


terjadi hal buruk pada tante Intan, aku tidak mau kehilangannya. Hanya dia


keluargaku mas.” Kata Angel. Karena kedua orang tua Angel bercerai jadi sejak


kecil dia sering di asuh oleh tante Intan, wajar jika Angel merasa terpukul


dengan kecelakaan yang menimpa tante Intan.


“Tenang, kamu harus tenang. Semua


akan baik-baik saja kok. Apa kamu sudah menghubungi suami dan anaknya tante


Intan?” Tanya Rasya.


“Aku sudah mengirim pesan kepada


om Rudi dan juga anaknya yaitu Aira namun belum ada jawaban.” Kata Angel.


“Sekarang kamu duduk, minum air

__ADS_1


putih agar kamu tenang. Kamu lebih baik pulang saja biar aku yang menjaga tante


Intan.” Kata Rasya.


“Tidak mau mas, aku mau menunggu


tante Intan sampai sadar.” Kata Angel.


Tidak lama kemudian datanglah


suami dan anak tante Intan.


“Kak, bagaimana keadaan mamaku?”


Tanya Aira anak tante Intan.


“Dia masih belum sadar, kamu yang


tenang, sabar dan doakan yang terbaik saja.” Kata Rasya.


“Bagaimana kronologinya Angel?


Kenapa tantemu bisa seperti ini?” Tanya om Rudi.


“Tadi saat aku sedang memarkir


mobil, tante Intan pergi terlebih dahulu menyebrang jalan raya tiba-tiba ada


mobil melaju dengan cepat dan menabrak tante Intan.” Kata Angel sambil


menangis.


“Astaga harusnya dia bisa lebih


hati-hati lagi.” Kata om Rudi.


“Sabar om, ini musibah.” Kata Rasya.


“Kalian pulanglah, biar om dan


Aira yang menjaga tantemu.” Kata om Rudi.


“Tidak, aku tetap akan disini


menunggu sampai tante sadar.” Kata Angel.


“Sudahlah, ayo pulang. Kamu juga


masih syok dan harus istirahat. Ayo kita pulang sekarang.” Kata Rasya.


Akhirnya Angel dan Rasya kembali


pulang ke rumah.


Info :


Hai readers, mampir yuk ke novel ku yang lain, judulnya "Menua Bersamamu".

__ADS_1


Ceritanya nggak kalah seru loh, dijamin bikin baper deh.


__ADS_2