
Renata masih
dikafe sambil merenungkan apa yang harus dia lakukan untuk kakaknya dan juga
kaira. Dalam hatinya, “Aku harus kasih tau kak Raffa kalau sebenarnya Kaira
masih cinta sama kakak. Ok aku mau telfon dia dulu.”
“Hallo kak?” kata Renata.
“Ada apa?” Tanya Raffa.
“Kak, ada yang
mau aku sampaikan tentang Kaira.” Kata Renata.
“Sudahlah, aku
tidak ingin semakin terluka karena terus memikirkan dia Ren, aku akan berusaha
untuk mengikhlaskan dia.” Kata Raffa.
“Kaira masih
mencintai kakak dan hubungan dia dengan calon suaminya itu sudah berakhir, aku
baru saja bertemu dengan Kaira.” Kata Renata.
“Terus?” Tanya Raffa.
“Kok tanya
balik, ini kesempatan kakak untuk bisa kembali lagi dengan dia dan memulai
semuanya dari awal lagi, kalau perlu ajak dia tinggal disana juga kak.” Kata
Renata.
“Aku takut akan menyakitinya.” Kata Raffa.
“Kakak kan
sudah berjanji bahwa kakak akan membahagiakan dan mencintainya dengan tulus.”
Kata Renata.
“Iya tapi aku juga ragu kalau dia akan menerimaku lagi.” Kata Raffa.
“Kakak tenang
saja, aku akan bantu. Aku akan suruh dia pergi kesana untuk menemui kakak ya.”
Kata Renata.
__ADS_1
“Jangan, pasti dia akan menolak.” Kata Raffa.
“Aku ada ide kak, pokoknya kakak tunggu saja ya.” Kata Renata.
Setelah percakapan mereka di telfon selesai, Renata segera pergi menemui sekretarisnya.
“Pak, Aku mau minta tolong.” Kata Renata.
“Iya bu, apa yang bisa saya lakukan?” Tanya sekretarisnya.
“Tolong cari
dan selidiki wanita ini, dia tinggal dimana lalu kerja dimana. Setelah itu
pesankan satu tiket ke jepang atas nama wanita ini.” Kata Renata sambil
menyerahkan foto Kaira.
“Baik bu.” Kata sekretaris.
**
Dua minggu
kemudian, Kaira pulang dari suatu tempat, dia kaget ketika di depan rumahnya
ada Arka yang sedang menunggunya.
kemana? Kenapa tidak mengangkat telfon dariku? Lalu kau kemana saja bahkan
tidak pernah lagi ke restoran.” Tanya Arka.
“Aku sibuk bekerja.” Kata Kaira.
“Memangnya kau kerja dimana?” Tanya Arka.
“Di restoran makanan jepang. Pulanglah, hari ini aku sangat lelah dan ingin istirahat.” Kata Kaira.
“Kau tega melakukan ini semua terhadapku?” bentak Arka.
“Jadi kau
menyalahkanku? Mari kita saling instropeksi diri masing-masing. Aku sangat
lelah dan tidak ingin bertengkar denganmu, lagipula kita juga sudah tidak ada
hubungan apapun. Oh iya aku akan segera pindah ke tempat lain, jadi beri aku
waktu mungkin tiga hari cukup untuk segera mengosongkan rumah ini. Maafkan aku
dan semoga kamu segera menemukan wanita idaman yang jauh lebih baik dan
__ADS_1
berharga disbanding diriku yang hanya seorang wanita mantan istri bos mu yang
penuh dengan masalah dan luka.” Kata Kaira.
“Apa kurangku dibanding Raffa?” Tanya Arka.
“Kau terlalu
baik untukku dan kau juga terlalu egois untukku tanpa mengerti bagaimana
perasaanku. Kau selalu memaksakan kehendakmu. Pulanglah kau terlihat sangat
lesu dan letih. Maafkan aku, kau boleh membenciku seumur hidup atau kau juga
boleh tidak memaafkan aku, mungkin kau merasa aku seorang wanita yang tidak tau
diri tidak tau berterima kasih. Namun aku ingin menemukan kebahagiaanku tanpa
adanya paksaan atau kehendak seseorang.” Kata Kaira.
“Kalau memang
itu maumu aku tidak bisa berkata-kata lagi, asal kau tau aku menyukaimu dengan
tulus bukan karena balas dendam dengan Raffa.” Bentak Arka.
“Terima kasih
atas ketulusanmu, semoga Tuhan segera mengirimkanmu seorang wanita yang pantas
untukmu mas. Maafkan aku.” Kata Kaira.
“Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?” Tanya Arka.
“Maaf. Bagaimana jika kita berjabat tangan saja.” Kata Kaira.
“Baik. Semoga
kau selalu bahagia dimanapun kau berada. Restoranku masih terbuka untukmu.”
Kata Arka.
“Iya, semoga
kau juga segera menemukan seorang wanita yang pantas bersanding denganmu.” Kata
Arka.
Lalu Arka segera pergi dan Kaira segera masuk rumah.
__ADS_1
Pengumuman :
Terimakasih atas dukungan dan saran baiknya bagi saya, Yuk mari kita budayakan saling menghargai sesama karya orang lain. Mohon maaf jika masih banyak kesalahan dan kekurangan author dari segi apapun. Dan untuk para pembaca yang tidak suka dengan cerita ini, saya mohon untuk tidak perlu dilanjutkan lagi membacanya ya daripada harus memberikan komentar yang tidak sepantasnya. Terimakasih.