
Setibanya
dirumah Raffa, Arabella langsung masuk ke kamarnya namun kamarnya terkunci.
“Kuncinya dibawa
sama mami kak.” Kata Feya.
“Apa? Maksudnya
apa sih disuruh pulang tapi kunci dibawa sama dia, dasar menyebalkan.” Gerutu
Arabella.
“Makanya jadi
anak itu tau diri dong. Sudah tidak punya apa-apa masih saja berlagak sombong.
Masih untung papi masih mau menerimamu kembali.” Kata Kei.
“Diam, lebih
baik tutup mulut kalian.” Kata Arabella.
“Dasar tidak tau
diri.” Kata Kei sambil tertawa puas.
“Mau numpang di
kamarku?” Tanya Feya.
“Tidak usah,
terima kasih.” Kata Arabella.
“Lagian aku juga
ngga mau kalau kamu numpang di kamarku weeeekkk.” Kata Feya.
“Semua
menyebalkan, aku benci dengan orang dirumah ini.” Kata Arabella.
“Kamu pasti
menunggu kuci kamarmu kan?” Kata Kaira tiba-tiba menghampiri Arabella.
“Mana kunci
kamarku.” Kata Arabella.
“Ada syaratnya,
__ADS_1
ikut aku.” Kata Kaira.
“Kemana?” Tanya
Arabella.
“Duduklah di
kursi, ini ada surat perjanjian. Kamu harus menandatangani surat ini jika masih
ingin menjadi anak kami dan tinggal bersama kami.” Kata Kaira.
“Apa? Surat
perjanjian? Mami benar-benar keterlaluan padaku.” Kata Arabella.
“Kalau tidak mau
aku bisa mengembalikanmu ke panti asuhanmu.” Kata Kaira dengan tegas.
Lalu Arabella
menandatangani surat perjanjian tersebut dengan terpaksa. Namun dia membaca
surat tersebut terlebih dahulu.
“Apa? Aku sama sekali tidak mendapat harta sama
“Kalau kamu tidak setuju, kami bisa mengembalikanmu ke tempatmu semula. Semua
pilihan ada di tanganmu.” Kata Kaira. Arabella sangat kesal membaca surat
perjanjian tersebut.
“Tapi aku kan tetap anak kalian di keluarga ini?” Tanya Arabella.
“Kamu hanya anak angkat bukanlah anak kandung kami, jadi wajar jika kamu
tidak mendapat harta apapun dari perusahaan suami saya, tidak usah khawatir
kamu akan tetap mendapat uang bulanan tapi saya yang mengatur, saya juga akan
tetap membiayai kuliahmu sampai lulus. Setelah itu silahkan mencari pekerjaan
sendiri.” Kata Kaira.
“Ini tidak adil, papi tolong jelaskan padaku apa maksud semua ini.” Tanya Arabella
kepada Raffa yang tiba-tiba lewat didepannya.
“Papi sudah menyerahkannya kepada mami, turuti saja apa kata mami kamu.” Kata
Raffa.
__ADS_1
“Pa tapi aku tetap anak papi kan? Bukankah papi janji bahwa akan
menganggapku sebagai anak kandung papi tanpa membeda bedakannya dengan Kei dan
Feya.” Kata Arabella.
“Papi tidak mau ikut campur masalah itu, semua mami kamu yang mengaturnya.”
Kata Raffa.
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Arabella menyetujui dan
menandatangani surat perjanjian tersebut.
“Ini kunci kamar kamu.” Kata Kaira.
“Lalu kunci mobilku?” Tanya Arabella.
“Oh ya untuk sementara kamu tidak boleh membawa mobil.” Kata Kaira.
“Apa? Lalu bagaimana kalau aku pergi ke kampus?” Tanya Arabella.
“Kamu bisa naik transportasi umum atau bisa minta tolong ke supir kalau
kebetulan supirnya sedang free.” Kata Kaira, lalu Kaira meninggalkan Arabella.
“Oh ya sikap kamu kepadaku akan menentukan berapa banyak uang bulanan yang
akan kamu terima, jika kamu bersikap kasar kepadaku dan anak-anakku aku akan
mengurangi jatah uang bulananmu bahkan aku tidak akan membiayai kuliahmu.” Ancam
Kaira.
“Baiklah.” Jawab Arabella.
“Sialan, aku benar-benar sangat membenci si Kaira. Lalu aku harus bersikap
baik kepadanya untuk selamanya dan juga kedua anaknya. Oh my God.” Kata Arabella
dalam hati. Kemudian dia segera masuk kedalam kamarnya.
Selamat tahun baru 2021, semoga ditahun ini kita selalu sehat dan apa yang kita inginkan segera terkabul. Happy forever
__ADS_1