
Arabella dan
Dina masih asyik menikmati waktu bersama.
“Kamu tinggal di
sekitar sini?” Tanya Dina.
“Iya, aku
menyewa sebuah apartemen di dekat sini. Kamu kapan balik ke Indonesia?” Tanya
Arabella.
“Hari minggu aku
sudah balik karena hari senin suamiku harus bekerja.” Kata Dina.
“Kamu bekerja
atau tidak? Sedang sibuk apa kamu sekarang?” Tanya Arabella.
“Aku sementara
belum bekerja, jadi ya sibuk menjadi ibu rumah tangga hehe.” Kata Dina.
“Oh begitu,
tidak apa-apa. Menikmati hidup sebagai ibu rumah tangga itu sangatlah bahagia
menurutku.” Kata Arabella.
“Betul sekali,
kamu seterusnya akan bekerja paruh waktu?” Tanya Dina.
“Hanya sementara
sampai aku mendapat pekerjaan di perusahaan. Lagipula gaji untuk pekerja paruh
waktu disini sangat banyak jadi cukup buatku.” Kata Arabella.
“Iya mungkin
karena di luar negeri, padahal dulu kamu sangat bergelimang harta tapi sekarang
kamu berbeda.” Kata Dina.
“Tidak ada yang
berbeda denganku, sama saja kok. Kemarin aku hanya terlalu menikmati hidup
mewahku tanpa sadar banyak masalah yang terjadi di belakangku.” Kata Arabella.
“Kamu semakin
terlihat lebih dewasa dan semoga kamu secepatnya menyusulku untuk segera
menikah.” Kata Dina.
“Untuk saat ini
menikah bukanlah prioritas dalam hidupku. Yang terpenting aku bisa hidup tenang
dan melupakan semua kenangan burukku. Kalaupun aku ditakdirkan akan segera
__ADS_1
menikah dalam waktu dekat tentu saja aku tidak akan menolaknya.” Kata Arabella.
“Hahaha betul
sekali, tidak terasa kita asyik bicara dan sekarang sudah tengah malam.” Kata
Dina.
“Pulanglah, aku
masih ingin disini. Kamu harus segera kembali karena suamimu pasti sudah
menunggumu.” Kata Arabella.
“Maaf ya aku
harus kembali dulu, see u tomorrow.” Kata Dina sambil berpelukan dengan
Arabella.
Arabella masih
menikmati minumannya di kafe tersebut, dia juga memesan satu botol wine untuk
dinikmatinya.
“Wah enak sekali
wine nya, I love it.” Kata Arabella. Dia keasyikan minum hingga dini hari.
Tiba-tiba dia pingsan lalu ada seseorang laki-laki yang membantu Arabella.
“Nona, dimana
tempat tinggalmu? Saya akan membantumu.” Kata lelaki itu.
cepat antarkan aku kesana.” Kata Arabella setengah sadar.
“Baiklah, saya
akan membantu nona.” Kata lelaki itu.
Setibanya di
apartemen Arabella.
“Terima kasih
banyak ya, aku akan membalas kebaikanmu.” Kata Arabella.
“Sama-sama, saya
sering mampir ke kafe tempat nona bekerja.” Kata lelaki itu.
Keesokan
paginya, Arabella terbangun namun badannya terasa sakit semua.
“Astaga badanku
sakit semua, aku harus pergi bekerja.” Kata Arabella. Lalu dia bersiap-siap
untuk bekerja. Tiba-tiba dia mendapat email dari perusahaan tempat dia melamar
pekerjaan. Dia diminta untuk datang ke perusahaan tersebut untuk melakukan sesi
__ADS_1
wawancara.
“Yes, akhirnya
ada panggilan juga. Baiklah besok aku harus datang dan berpenampilan yang
sangat menarik agar aku bisa diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut.”
Kata Arabella penuh percaya diri.
**
Beberapa bulan
kemudian, Feya dan Jerry melangsungkan acara pertunangan namun Raffa tidak
hadir, dia memilih untuk pergi ke luar kota. Jadi hanya Kaira dan Kei yang
hadir di pertunangan Feya dan Jerry.
“Ma apakah papi
benar-benar tidak akan hadir di acara pertunanganku dengan kak Jerry?” Tanya
Feya.
“Tidak, kenapa
kamu nekat untuk bersamanya?” Tanya Kaira.
“Karena aku dan
kak Jerry saling menyukai dan juga saling mencintai ma.” Kata Feya.
“Dasar keras
kepala.” Gerutu Kaira.
Acara
pertunangan Jerry dan Feya berjalan dengan lancer dan penuh suka cita.
“Terima kasih ya
kak telah melamarku.” Bisik Feya.
“Terima kasih
juga telah mempercayaiku dan juga telah menemaniku selama ini.” Kata Jerry.
“Maaf ya jika
keluargaku tidak ada yang datang, bahkan papi tidak mau datang.” Kata Feya.
“Iya, yang
penting nanti saat pernikahan kita keluarga dan papi kamu bisa datang.” Kata
Jerry.
__ADS_1
Info :
Jangan mampir di novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ceritanya yang romantis, mudah dipahami, no pelakor, lucu dan pastinya tidak akan membuat bosan. Yuk segera mampir, ditunggu like nya ya. terima kasih.