Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 60


__ADS_3

Arabella dan


Dina masih asyik menikmati waktu bersama.


“Kamu tinggal di


sekitar sini?” Tanya Dina.


“Iya, aku


menyewa sebuah apartemen di dekat sini. Kamu kapan balik ke Indonesia?” Tanya


Arabella.


“Hari minggu aku


sudah balik karena hari senin suamiku harus bekerja.” Kata Dina.


“Kamu bekerja


atau tidak? Sedang sibuk apa kamu sekarang?” Tanya Arabella.


“Aku sementara


belum bekerja, jadi ya sibuk menjadi ibu rumah tangga hehe.” Kata Dina.


“Oh begitu,


tidak apa-apa. Menikmati hidup sebagai ibu rumah tangga itu sangatlah bahagia


menurutku.” Kata Arabella.


“Betul sekali,


kamu seterusnya akan bekerja paruh waktu?” Tanya Dina.


“Hanya sementara


sampai aku mendapat pekerjaan di perusahaan. Lagipula gaji untuk pekerja paruh


waktu disini sangat banyak jadi cukup buatku.” Kata Arabella.


“Iya mungkin


karena di luar negeri, padahal dulu kamu sangat bergelimang harta tapi sekarang


kamu berbeda.” Kata Dina.


“Tidak ada yang


berbeda denganku, sama saja kok. Kemarin aku hanya terlalu menikmati hidup


mewahku tanpa sadar banyak masalah yang terjadi di belakangku.” Kata Arabella.


“Kamu semakin


terlihat lebih dewasa dan semoga kamu secepatnya menyusulku untuk segera


menikah.” Kata Dina.


“Untuk saat ini


menikah bukanlah prioritas dalam hidupku. Yang terpenting aku bisa hidup tenang


dan melupakan semua kenangan burukku. Kalaupun aku ditakdirkan akan segera

__ADS_1


menikah dalam waktu dekat tentu saja aku tidak akan menolaknya.” Kata Arabella.


“Hahaha betul


sekali, tidak terasa kita asyik bicara dan sekarang sudah tengah malam.” Kata


Dina.


“Pulanglah, aku


masih ingin disini. Kamu harus segera kembali karena suamimu pasti sudah


menunggumu.” Kata Arabella.


“Maaf ya aku


harus kembali dulu, see u tomorrow.” Kata Dina sambil berpelukan dengan


Arabella.


Arabella masih


menikmati minumannya di kafe tersebut, dia juga memesan satu botol wine untuk


dinikmatinya.


“Wah enak sekali


wine nya, I love it.” Kata Arabella. Dia keasyikan minum hingga dini hari.


Tiba-tiba dia pingsan lalu ada seseorang laki-laki yang membantu Arabella.


“Nona, dimana


tempat tinggalmu? Saya akan membantumu.” Kata lelaki itu.


cepat antarkan aku kesana.” Kata Arabella setengah sadar.


“Baiklah, saya


akan membantu nona.” Kata lelaki itu.


Setibanya di


apartemen Arabella.


“Terima kasih


banyak ya, aku akan membalas kebaikanmu.” Kata Arabella.


“Sama-sama, saya


sering mampir ke kafe tempat nona bekerja.” Kata lelaki itu.


Keesokan


paginya, Arabella terbangun namun badannya terasa sakit semua.


“Astaga badanku


sakit semua, aku harus pergi bekerja.” Kata Arabella. Lalu dia bersiap-siap


untuk bekerja. Tiba-tiba dia mendapat email dari perusahaan tempat dia melamar


pekerjaan. Dia diminta untuk datang ke perusahaan tersebut untuk melakukan sesi

__ADS_1


wawancara.


“Yes, akhirnya


ada panggilan juga. Baiklah besok aku harus datang dan berpenampilan yang


sangat menarik agar aku bisa diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut.”


Kata Arabella penuh percaya diri.


**


Beberapa bulan


kemudian, Feya dan Jerry melangsungkan acara pertunangan namun Raffa tidak


hadir, dia memilih untuk pergi ke luar kota. Jadi hanya Kaira dan Kei yang


hadir di pertunangan Feya dan Jerry.


“Ma apakah papi


benar-benar tidak akan hadir di acara pertunanganku dengan kak Jerry?” Tanya


Feya.


“Tidak, kenapa


kamu nekat untuk bersamanya?” Tanya Kaira.


“Karena aku dan


kak Jerry saling menyukai dan juga saling mencintai ma.” Kata Feya.


“Dasar keras


kepala.” Gerutu Kaira.


Acara


pertunangan Jerry dan Feya berjalan dengan lancer dan penuh suka cita.


“Terima kasih ya


kak telah melamarku.” Bisik Feya.


“Terima kasih


juga telah mempercayaiku dan juga telah menemaniku selama ini.” Kata Jerry.


“Maaf ya jika


keluargaku tidak ada yang datang, bahkan papi tidak mau datang.” Kata Feya.


“Iya, yang


penting nanti saat pernikahan kita keluarga dan papi kamu bisa datang.” Kata


Jerry.


 


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan mampir di novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Ceritanya yang romantis, mudah dipahami, no pelakor, lucu dan pastinya tidak akan membuat bosan. Yuk segera mampir, ditunggu like nya ya. terima kasih.


__ADS_2