
Kaira pulang
dari kafe itu. Dia jalan kaki karena jarak kafe dengan rumahnya cukup dekat. Betapa
kagetnya ketika didepan rumahnya ada Raffa yang menunggunya.
“Kau tau dari
mana rumahku? Dan ada perlu apa kau kesini? Seharusnya kau dirumah sakit, untuk
apa jauh-jauh pergi kesini. Pulanglah, aku tidak ingin melihatmu.” Tanya Kaira.
“Aku
merindukanmu.” Kata Raffa.
“Apa kau
bilang? Setelah semua yang kau lakukan padaku dan kau hancur seperti ini lalu
dengan mudahnya kau mengatakan merindukanku.” Bentak Kaira.
“Maafkan aku. Tapi
aku benar-benar merindukanmu. Terimakasih telah menjagaku malam itu.” Kata
Raffa.
“Aku tidak
pernah menjagamu. Balik saja kau dengan Angel.” Kata Kaira,
“Aku sudah
berpisah dengannya, oh ya janin yang ada di kandungan dia juga bukan anakku.”
Kata Raffa.
“Lalu kalau
bukan anak kamu, terus itu anak siapa?” Tanya Kaira.
“Dia yang telah
merencanakan ini semua dengan selingkuhannya, aku juga saat ini sedang mencari
tau semuanya.” Kata Raffa.
“Lalu apakah kau
menghianatiku dan membohongiku juga bagian dari rencana dia? Sudah cukup aku
menderita karenamu.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Maafkan aku,
aku salah. Apakah aku tidak ada ruang sedikitpun dihatimu? Apakah kau
benar-benar akan menikah dengan Arka? Apakah kau bisa hidup bahagia dengannya? Atau
dia hanyalah pelampiasanmu saja?” Kata Raffa.
“Jaga mulutmu. Aku
bahagia atau tidak bukanlah urusanmu. Pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi.”
Kata Kaira.
“Baik kalau
memang itu maumu, aku akan pergi jauh darimu. Besok aku akan pergi ke luar
negeri, jika memang kau masih peduli denganku datanglah pukul 3 sore, mungkin
itu akan menjadi pertemuan kita yang terakhir kalinya.” Kata Raffa. Lalu dia
segera pergi dan Kaira segera masuk kedalam rumahnya.
**
Renata menelfon
Raffa karena khawatir dengan kondisi kakaknya.
dimana?” Telfon Renata kepada Raffa.
“Aku dijalan
menuju rumahmu.” Kata Raffa.
“Oh jadi abis
menemui dia lagi ya. Aku mohon kak jauhi dia jangan temui dia lagi kak. Lagipula
kondisi kakak juga belum pulih kan. Oh ya untuk tiket penerbangan kakak akan
aku reschedull, aku khawatir jika kakak harus berangkat besok.” Kata Renata.
“Tidak perlu,
kondisiku baik-baik saja kok. Kau sendiri yang bilang kalau aku harus bangkit. Oh
ya nanti disana kau harus temui siapa dan untuk tempat tinggalku bagaimana?” Tanya
Raffa.
“Jangan
__ADS_1
khawatir, disana aku punya teman, dia akan bantu kakak. Aku sudah bilang
padanya.” Kata Renata.
“Iya, terimakasih.
Bentar lagi aku sampai rumah.” Kata Raffa.
“Harusnya kakak
lusa baru pulang dan minggu depan baru boleh melakukan perjalanan.” Gerutu
Renata.
“Sudahlah,
percaya padaku. Aku baik-baik saja.” Kata Raffa.
“Iya deh. Lebih
baik kakak segera pergi agar bisa melupakan semua kenangan buruk disini ya.”
Kata Renata.
“Hahaha, aku
akan berusaha tapi sepertinya akan sulit.” Kata Raffa.
“Makanya jangan
temui dia lagi kak.” Kata Renata.
“Cinta itu ada
yang diperjuangkan dan ada yang dikorbankan adikku sayang.” Kata Raffa.
“Jangan bahas
apa itu cinta kak, kalau kakak sudah berhasil memperjuangkan cinta baru deh
kakak bisa menasehatiku. Sudah cepat pulang.” Gerutu Renata.
“Iya, ada
makanan nggak dirumahmu?” Tanya Raffa.
“Ada banyak. Aku
suruh pembantuku masak banyak dan kakak harus habiskan semuanya. Uda aku tutup
dulu telfonnya.” Kata Renata.
Lalu Raffa
__ADS_1
segera pulang kerumah Renata.