Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 68


__ADS_3

Kaira pulang


dari kafe itu. Dia jalan kaki karena jarak kafe dengan rumahnya cukup dekat. Betapa


kagetnya ketika didepan rumahnya ada Raffa yang menunggunya.


“Kau tau dari


mana rumahku? Dan ada perlu apa kau kesini? Seharusnya kau dirumah sakit, untuk


apa jauh-jauh pergi kesini. Pulanglah, aku tidak ingin melihatmu.” Tanya Kaira.


“Aku


merindukanmu.” Kata Raffa.


“Apa kau


bilang? Setelah semua yang kau lakukan padaku dan kau hancur seperti ini lalu


dengan mudahnya kau mengatakan merindukanku.” Bentak Kaira.


“Maafkan aku. Tapi


aku benar-benar merindukanmu. Terimakasih telah menjagaku malam itu.” Kata


Raffa.


“Aku tidak


pernah menjagamu. Balik saja kau dengan Angel.” Kata Kaira,


“Aku sudah


berpisah dengannya, oh ya janin yang ada di kandungan dia juga bukan anakku.”


Kata Raffa.


“Lalu kalau


bukan anak kamu, terus itu anak siapa?” Tanya Kaira.


“Dia yang telah


merencanakan ini semua dengan selingkuhannya, aku juga saat ini sedang mencari


tau semuanya.” Kata Raffa.


“Lalu apakah kau


menghianatiku dan membohongiku juga bagian dari rencana dia? Sudah cukup aku


menderita karenamu.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Maafkan aku,


aku salah. Apakah aku tidak ada ruang sedikitpun dihatimu? Apakah kau


benar-benar akan menikah dengan Arka? Apakah kau bisa hidup bahagia dengannya? Atau


dia hanyalah pelampiasanmu saja?” Kata Raffa.


“Jaga mulutmu. Aku


bahagia atau tidak bukanlah urusanmu. Pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi.”


Kata Kaira.


“Baik kalau


memang itu maumu, aku akan pergi jauh darimu. Besok aku akan pergi ke luar


negeri, jika memang kau masih peduli denganku datanglah pukul 3 sore, mungkin


itu akan menjadi pertemuan kita yang terakhir kalinya.” Kata Raffa. Lalu dia


segera pergi dan Kaira segera masuk kedalam rumahnya.


**


Renata menelfon


Raffa karena khawatir dengan kondisi kakaknya.


dimana?” Telfon Renata kepada Raffa.


“Aku dijalan


menuju rumahmu.” Kata Raffa.


“Oh jadi abis


menemui dia lagi ya. Aku mohon kak jauhi dia jangan temui dia lagi kak. Lagipula


kondisi kakak juga belum pulih kan. Oh ya untuk tiket penerbangan kakak akan


aku reschedull, aku khawatir jika kakak harus berangkat besok.” Kata Renata.


“Tidak perlu,


kondisiku baik-baik saja kok. Kau sendiri yang bilang kalau aku harus bangkit. Oh


ya nanti disana kau harus temui siapa dan untuk tempat tinggalku bagaimana?” Tanya


Raffa.


“Jangan

__ADS_1


khawatir, disana aku punya teman, dia akan bantu kakak. Aku sudah bilang


padanya.” Kata Renata.


“Iya, terimakasih.


Bentar lagi aku sampai rumah.” Kata Raffa.


“Harusnya kakak


lusa baru pulang dan minggu depan baru boleh melakukan perjalanan.” Gerutu


Renata.


“Sudahlah,


percaya padaku. Aku baik-baik saja.” Kata Raffa.


“Iya deh. Lebih


baik kakak segera pergi agar bisa melupakan semua kenangan buruk disini ya.”


Kata Renata.


“Hahaha, aku


akan berusaha tapi sepertinya akan sulit.” Kata Raffa.


“Makanya jangan


temui dia lagi kak.” Kata Renata.


“Cinta itu ada


yang diperjuangkan dan ada yang dikorbankan adikku sayang.” Kata Raffa.


“Jangan bahas


apa itu cinta kak, kalau kakak sudah berhasil memperjuangkan cinta baru deh


kakak bisa menasehatiku. Sudah cepat pulang.” Gerutu Renata.


“Iya, ada


makanan nggak dirumahmu?” Tanya Raffa.


“Ada banyak. Aku


suruh pembantuku masak banyak dan kakak harus habiskan semuanya. Uda aku tutup


dulu telfonnya.” Kata Renata.


Lalu Raffa

__ADS_1


segera pulang kerumah Renata.


__ADS_2