
Kasih memberitahu suaminya kalau tante dan omnya akan datang ke rumah.
“Mas kamu mau pergi kemana? Mau sepak bola ya? Jangan pergi ya mas.” Kata Kasih.
“Bukan urusanmu dan kamu tidak berhak melarangku.” Kata Rey.
“Hari ini om dan tanteku akan datang, jadi kamu tidak boleh pergi mas. Bagaimana kalau mereka tau bahwa pernikahan kita tidak bahagia bahkan kita tidur dikamar terpisah.” Kata Kasih.
“Jam berapa sih om dan tantemu datang?” Tanya Rey.
“Sudah dijalan mas sebentar lagi datang.” Kata Kasih.
“Apa? Kenapa kamu tidak bilang sebelumnya sih?” Tanya Rey.
“Ini aku bilang mas.” Kata Kasih.
“Bilang saja sama om tantemu kalau aku ada urusan di tempat kerja.” Kata Rey.
Tiba-tiba datanglah om dan tante Kasih.
“Assalamualaikum.” Kata om nya Kasih.
“Walaikumsalah tante om, silahkan masuk.” Kata Kasih.
“Kasih bagaimana kabarmu nak? Baik-baik saja kan?” Tanya tante nya Kasih.
“Silahkan masuk om tante.” Kata Rey.
“Loh Rey kamu mau pergi ya? Tanya om nya Kasih.
“Tidak kok om, kalau dirumah kan kita memang sering memakai kaos seperti ini hehe, silahkan duduk om tante.” Kata Rey.
__ADS_1
“Kasih gimana? Lancar kan? Sukses kan?” Tanya tante nya Kasih.
“Apanya tante?” Tanya Kasih sambil mengambilkan minum untuk om dan tantenya.
“Hmmmm jangan pura-pura tidak tau deh, itu loh malam pertama hehehe.” Goda tante nya Kasih.
“Kamu apa-apaan menanyakan hal itu kepada Kasih didepan suaminya.” Kata om nya Kasih.
“Hehehe soalnya aku penasaran mas sama mereka berdua, secara dulu kan kalian saling kenal tapi setelah keluarganya rey pindah ke Jakarta jadi jarang sekali bertemu bahkan kalian berdua tampak seperti orang asing, tante tidak nyangka kalian bisa menikah pokoknya tante senang sekali.” Kata tante nya Kasih.
“Lancar kok tante jangan khawatir hehehe.” Kata Rey tersipu malu.
“Oh iya om sama tante menginap dirumah kalian ya, besok pagi baru balik karena om dan tante lelah kalau harus balik hari ini.” Kata tante nya Kasih.
“Apa? Om dan tante menginap?” Tanya Rey kaget.
“Iya kenapa memangnya? Tidak boleh ya?” Tanya om nya Kasih.
“Tante mau ke kamar dulu ya, istiahat capek soalnya.” Kata tante nya Kasih.
“Tunggu sebentar tante, kebetulan kamar tamu sangat berantakan. Kasih rapikan dulu ya, om sama tante tunggu disini sebentar ya sambil menikmati makanan dan minuman yang Kasih siapkan.” Kata Kasih.
“Iya sayang.” Kata tante nya Kasih.
“Jangan lama-lama ya soalnya om sama tante lelah sekali.” Kata om nya Kasih.
“Iya om.” Jawab Kasih.
Kasih segera berlari kedalam kamar begitu juga dengan Rey yang berlari menghampiri Kasih.
“Bagaimana ini mas? Bagaimana kalau mereka tau kalau sebenarnya kita tidur dikamar terpisah dan hubungan kita tidak bahagia?” Tanya Kasih sangat khawatir.
__ADS_1
“Satu-satunya solusi adalah kamu malam ini pindah ke kamarku.” Kata Rey.
“Tapi barang-barangku kan sangat banyak mas.” Kata Kasih.
“Sekarang cepat masukkan semua barangmu kedalam koper nanti biar aku bawa kedalam kamarku. Ayo cepat.” Kata Rey.
“Bantuin dong mas kan barangku banyak.” Kata Kasih.
“Hmmmmm iya iya.” Kata Rey.
Mereka berdua pun bekerjasama, Rey membantu Kasih memasukkan semua pakaian Kasih kedalam koper.
“Astaga apa ini?” Tanya Rey sambil melempar bra milik Kasih.
“Mas kenapa dilempar sih? Ini kan barang milikku.” Kata Kasih langsung mengambil bra miliknya yang tergeletak di lantai.
“Kamu sih menyimpan itu sembarangan.” Gerutu Rey.
“Sembarangan itu kalau aku menaruhnya di ruang tamu mas, daripada kamu marah-marah lebih baik cepat bawa koper ini kedalam kamarmu mas.” Kata Kasih.
“Jadi kamu menyuruhku?” Tanya Rey.
“Jadi aku yang membawa koper ini kedalam kamarmu? Bukankah kamu sangat tidak suka jika aku masuk kedalam kamarmu mas?” Tanya balik Kasih.
“Tapi kan nanti kita satu kamar.” Kata Rey.
“Tapi kan terpaksa mas, sudahlah mas cepat bawa koper ini kedalam kamarmu.” Kata Kasih.
“Iya iya hmmm.” Kata Rey lalu dia langsung membawa koper tersebut kedalam kamarnya.
“Nurut juga dia aku suruh-suruh hahaha.” Kata Kasih dalam hati.
__ADS_1