
Setelah Raffa
pergi keluar negeri, Kaira menjalani hari-harinya tanpa semangat. Dia sangat
menyesal karena saat itu dia belum sempat mengatakan perasaannya kepada Raffa.
Namun dia juga harus memikirkan bagaimana hubungannya dengan Arka. Rasa cinta
Kaira kepada Arka tidak setulus cintanya kepada mantan suaminya. Dia
benar-benar gelisah saat itu karena perasaannya pun juga tidak karuan.
Hal demikian
juga dirasakan oleh Raffa, setibanya di Jepang dia memulai beradaptasi hidup di
negeri orang, dia memulai kesehariannya dengan bekerja di perusahaan teman
adiknya di Jepang, namun setiap hari dia selalu memikirkan keadaan mantan
istrinya. Dia sangat menyesal waktu itu berpisah dengannya. Setiap hari dia
hanya bisa melihat foto pernikahan mereka dan terkadang masih sering stalking
akun social media milik mantan istrinya. Dia sangat merindukan sosok seorang
Kaira dalam hidupnya terlebih lagi saat malam hari, ingin rasanya dia menelfon
Kaira namun dia telah berjanji tidak akan mengganggu kehidupan mantan istrinya
itu.
Tepat satu
bulan Raffa tinggal di Jepang. Masih dengan perasaan yang sama, setiap hari dia
selalu merindukan kehadiran mantan istrinya itu.
Pagi itu, dia
pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Setibanya di swalayan
dia seperti melihat Angel bersama orang lain. Lalu Raffa mencari dan
mengejarnya namun tidak dapat menemukannya.
Dalam hatinya, “Aku yakin sekali kalau yang kulihat tadi
adalah Angel, apalagi aku lihat perutnya juga semakin membesar. Aku tidak
mungkin salah lihat, tapi apa benar itu Angel? Lalu laki-laki tadi siapa?
Apakah laki-laki itu adalah ayah dari janin yang dikandung oleh Angel. Betapa
bodohnya diriku sampai bisa tertipu oleh Angel dank arena kebodohanku pula aku
kehilangan Kaira dalam hidupku. Tuhan apakah ini balasan dan karma untukku? Aku
mohon jika memang aku tidak bisa bersatu lagi dengan mantan istriku Kaira
tolong jauhkan pikiranku dari dirinya namun aku sangat berharap aku bisa
kembali lagi dengannya, aku mohon Tuhan. Aku berjanji akan selalu setia padanya
dan memperlakukannya bak seorang ratu.”
Karena dia
kehilangan jejak wanita yang dikira Angel, akhirnya dia kembali pulang.
**
“Aku yakin
kalau yang aku lihat tadi adalah Raffa. Jangan-jangan dia pergi kesini untuk
mencariku? Kita harus bagaimana ini mas? Aku takut.” Kata Angel pada Rasya.
“Jangan
khawatir, aku selalu melindungimu dan tidak akan kubiarkan dia menyakitimu.
Lagipula disini aku telah berkuasa bahkan perusahaan Raffa berhasil aku
hancurkan, jadi dia disini tidak berdaya. Meskipun dia bekerja disini aku yakin
dia hanyalah karyawan biasa atau mungkin saja dia hanyalah seorang penjaga
minimarket mungkin. Si sombong itu sudah benar-benar hancur jadi kau tidak usah
__ADS_1
takut padanya, lihatlah semua kerja keras kita.” Kata Rasya.
“Iya, tapi
hidupku tidak akan tenang jika dia ada di sekitar kita mas.” Kata Angel.
“Sudahlah tidak
usah khawatir. Dia tidak punya apa-apa jadi dia tidak akan berani macam-macam
dengan kita.” Kata Rasya.
“Bagaimana jika
dia tau bahwa kamu yang selama ini merencanakan ini semua mas?” Tanya Angel.
“Biar saja,
biarkan dia tau. Ingat hidup itu seperti roda berputar, saat ini dia sedang
dibawah. Sudah kau jangan khawatir, lebih baik banyak istirahat saja, aku nggak
mau kamu jadi stress karena memikirkan si Raffa.” Kata Rasya.
“Hmmm iya mas.
Kamu janji kan tidak akan pernah meninggalkanku?” Tanya Angel.
“Iya, kita kan
sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri.” Kata Rasya.
“Iya mas.”
Jawab Angel dengan tersenyum senang.
**
Di restoran
Arka dan Kaira.
“Sayang, kamu
kapan ada waktu buat fitting gaun pernikahan nanti?” Tanya Arka.
“Aku tidak bisa.” Jawab Kaira dengan gugup.
sih kamu akan seperti ini? Memikirkan dia yang jelas-jelas dia pergi
meninggalkanmu, dia bahkan telah merelakanmu bahagia dengan orang lain. Sampai
kapan aku harus memaklumimu?” Bentak Arka.
“Apa kamu tau
apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan dia saat di bandara? Apakah selama
ini kamu pernah menanyaiku bagaimana perasaanku yang sesungguhnya. Semua yang
kamu lakukan hanyalah keinginanmu lalu semua sikap baikmu padaku lah yang
membuatku bingung bagaimana caraku untuk menolakmu. Aku tidak bisa memaksa
diriku dan perasaanku mas.” Kata Kaira sambil menangis tersedu-sedu.
“Memang aku
sengaja memperlakukanmu dengan baik dan memberimu apa yang kau butuhkan agar
apa agar kau tidak bisa lepas dariku.” Kata Arka.
“Apa kau
benar-benar mencintaiku? Atau kau mencintaiku karena kau benci dengan Raffa?”
Tanya Kaira.
“Jaga ucapanmu.
Kalau aku tidak benar-benar mencintaimu aku tidak akan sampai sejauh ini.”
Bentak Arka.
“Saat aku
menikah dengan Raffa saat itu, aku juga masih belum mencintainya lalu disaat
aku mulai mencintainya kita berpisah, setelah berpisah kami benar-benar sangat
__ADS_1
mengerti apa itu cinta dan ketulusan. Aku tidak ingin kisah cintaku yang
seperti itu terulang kembali untuk kedua kalinya, karena apa, hatiku sakit
sekali.” Kata Kaira.
“Sekarang aku
tanya padamu apakah kau tulus mencintaiku?” Tanya Arka.
“Kenapa baru
sekarang kau bertanya seperti ini padaku mas?” Tanya Kaira.
“Pernikahan
kita tinggal dua bulan saja, mungkin saat ini kau belum bisa mencintaiku namun
aku akan bikin kau mencintaiku dengan tulus. Kita mulai urus berkas-berkas kita
ke KUA ya.” Kata Arka.
“Menikah tidak semudah itu mas dan tidak ada paksaan. Aku tidak bisa.” Kata Kaira.
“Lalu kau ingin kita membatalkan pernikahan kita?” Tanya Arka.
“Kamu saja
belum pernah mengenalkanku pada orang tuamu bahkan orang tua kita belum saling
mengenal, lalu kau ingin kita menikah? Tidak bisa mas.” Kata Kaira.
“Ok nanti malam
aku dan orang tuaku akan pergi ke rumah orang tuamu untuk melamarmu.” Kata Arka.
“Kamu egois
selalu memikirkan keinginanmu saja tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku. Maaf
aku tidak bisa sebelum terlalu jauh melangkah aku tidak ingin kisah cinta
kelamku terulang kembali dan aku trauma dengan adanya pemaksaan.” Kata Kaira. Lalu
Kaira segera pergi keluar. Arka pun mengejarnya dan menarik tangan Kaira.
“Jangan pergi,
maafkan aku. Maafkan aku yang selama ini selalu egois tanpa peduli bagaimana
perasaanmu.” Kata Arka.
“Lepaskan aku,
kamu berhak mendapatkan seorang wanita yang jauh lebih baik dariku bukan
seorang janda dengan kisah cinta yang kelam sepertiku.” Kata Kaira.
“Aku
mencintaimu.” Kata Arka.
“Aku sudah tau
sebenarnya kedua orang tuamu tidak merestui hubungan kita karena statusku.” Kata
Kaira.
“Kau tau
darimana? Apakah orang tuaku menemuimu?” Tanya Arka.
“Aku tidak
sengaja melihat isi percakapanmu dengan ibumu mas. Maafkan aku, aku tidak bisa
melanjutkan hubungan ini.” Kata Kaira.
“Lihatlah
sekarang siapa yang egois? Kau yang egois karena pergi meninggalkanku.” Kata Arka.
“Kau masih
muda, tampan, mapan aku yakin masih banyak wanita yang menerimamu dan
mencintaimu dengan tulus. Kau orang baik jadi kau harus mendapatkan seorang
wanita yang baik juga.” Kata Kaira.
__ADS_1
Lalu Kaira
segera pergi.