Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 72


__ADS_3

Setelah Raffa


pergi keluar negeri, Kaira menjalani hari-harinya tanpa semangat. Dia sangat


menyesal karena saat itu dia belum sempat mengatakan perasaannya kepada Raffa.


Namun dia juga harus memikirkan bagaimana hubungannya dengan Arka. Rasa cinta


Kaira kepada Arka tidak setulus cintanya kepada mantan suaminya. Dia


benar-benar gelisah saat itu karena perasaannya pun juga tidak karuan.


Hal demikian


juga dirasakan oleh Raffa, setibanya di Jepang dia memulai beradaptasi hidup di


negeri orang, dia memulai kesehariannya dengan bekerja di perusahaan teman


adiknya di Jepang, namun setiap hari dia selalu memikirkan keadaan mantan


istrinya. Dia sangat menyesal waktu itu berpisah dengannya. Setiap hari dia


hanya bisa melihat foto pernikahan mereka dan terkadang masih sering stalking


akun social media milik mantan istrinya. Dia sangat merindukan sosok seorang


Kaira dalam hidupnya terlebih lagi saat malam hari, ingin rasanya dia menelfon


Kaira namun dia telah berjanji tidak akan mengganggu kehidupan mantan istrinya


itu.


Tepat satu


bulan Raffa tinggal di Jepang. Masih dengan perasaan yang sama, setiap hari dia


selalu merindukan kehadiran mantan istrinya itu.


Pagi itu, dia


pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Setibanya di swalayan


dia seperti melihat Angel bersama orang lain. Lalu Raffa mencari dan


mengejarnya namun tidak dapat menemukannya.


Dalam hatinya, “Aku yakin sekali kalau yang kulihat tadi


adalah Angel, apalagi aku lihat perutnya juga semakin membesar. Aku tidak


mungkin salah lihat, tapi apa benar itu Angel? Lalu laki-laki tadi siapa?


Apakah laki-laki itu adalah ayah dari janin yang dikandung oleh Angel. Betapa


bodohnya diriku sampai bisa tertipu oleh Angel dank arena kebodohanku pula aku


kehilangan Kaira dalam hidupku. Tuhan apakah ini balasan dan karma untukku? Aku


mohon jika memang aku tidak bisa bersatu lagi dengan mantan istriku Kaira


tolong jauhkan pikiranku dari dirinya namun aku sangat berharap aku bisa


kembali lagi dengannya, aku mohon Tuhan. Aku berjanji akan selalu setia padanya


dan memperlakukannya bak seorang ratu.”


Karena dia


kehilangan jejak wanita yang dikira Angel, akhirnya dia kembali pulang.


**


“Aku yakin


kalau yang aku lihat tadi adalah Raffa. Jangan-jangan dia pergi kesini untuk


mencariku? Kita harus bagaimana ini mas? Aku takut.” Kata Angel pada Rasya.


“Jangan


khawatir, aku selalu melindungimu dan tidak akan kubiarkan dia menyakitimu.


Lagipula disini aku telah berkuasa bahkan perusahaan Raffa berhasil aku


hancurkan, jadi dia disini tidak berdaya. Meskipun dia bekerja disini aku yakin


dia hanyalah karyawan biasa atau mungkin saja dia hanyalah seorang penjaga


minimarket mungkin. Si sombong itu sudah benar-benar hancur jadi kau tidak usah

__ADS_1


takut padanya, lihatlah semua kerja keras kita.” Kata Rasya.


“Iya, tapi


hidupku tidak akan tenang jika dia ada di sekitar kita mas.” Kata Angel.


“Sudahlah tidak


usah khawatir. Dia tidak punya apa-apa jadi dia tidak akan berani macam-macam


dengan kita.” Kata Rasya.


“Bagaimana jika


dia tau bahwa kamu yang selama ini merencanakan ini semua mas?” Tanya Angel.


“Biar saja,


biarkan dia tau. Ingat hidup itu seperti roda berputar, saat ini dia sedang


dibawah. Sudah kau jangan khawatir, lebih baik banyak istirahat saja, aku nggak


mau kamu jadi stress karena memikirkan si Raffa.” Kata Rasya.


“Hmmm iya mas.


Kamu janji kan tidak akan pernah meninggalkanku?” Tanya Angel.


“Iya, kita kan


sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri.” Kata Rasya.


“Iya mas.”


Jawab Angel dengan tersenyum senang.


**


Di restoran


Arka dan Kaira.


“Sayang, kamu


kapan ada waktu buat fitting gaun pernikahan nanti?” Tanya Arka.


“Aku tidak bisa.” Jawab Kaira dengan gugup.


sih kamu akan seperti ini? Memikirkan dia yang jelas-jelas dia pergi


meninggalkanmu, dia bahkan telah merelakanmu bahagia dengan orang lain. Sampai


kapan aku harus memaklumimu?” Bentak Arka.


“Apa kamu tau


apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan dia saat di bandara? Apakah selama


ini kamu pernah menanyaiku bagaimana perasaanku yang sesungguhnya. Semua yang


kamu lakukan hanyalah keinginanmu lalu semua sikap baikmu padaku lah yang


membuatku bingung bagaimana caraku untuk menolakmu. Aku tidak bisa memaksa


diriku dan perasaanku mas.” Kata Kaira sambil menangis tersedu-sedu.


“Memang aku


sengaja memperlakukanmu dengan baik dan memberimu apa yang kau butuhkan agar


apa agar kau tidak bisa lepas dariku.” Kata Arka.


“Apa kau


benar-benar mencintaiku? Atau kau mencintaiku karena kau benci dengan Raffa?”


Tanya Kaira.


“Jaga ucapanmu.


Kalau aku tidak benar-benar mencintaimu aku tidak akan sampai sejauh ini.”


Bentak Arka.


“Saat aku


menikah dengan Raffa saat itu, aku juga masih belum mencintainya lalu disaat


aku mulai mencintainya kita berpisah, setelah berpisah kami benar-benar sangat

__ADS_1


mengerti apa itu cinta dan ketulusan. Aku tidak ingin kisah cintaku yang


seperti itu terulang kembali untuk kedua kalinya, karena apa, hatiku sakit


sekali.” Kata Kaira.


“Sekarang aku


tanya padamu apakah kau tulus mencintaiku?” Tanya Arka.


“Kenapa baru


sekarang kau bertanya seperti ini padaku mas?” Tanya Kaira.


“Pernikahan


kita tinggal dua bulan saja, mungkin saat ini kau belum bisa mencintaiku namun


aku akan bikin kau mencintaiku dengan tulus. Kita mulai urus berkas-berkas kita


ke KUA ya.” Kata Arka.


“Menikah tidak semudah itu mas dan tidak ada paksaan. Aku tidak bisa.” Kata Kaira.


“Lalu kau ingin kita membatalkan pernikahan kita?” Tanya Arka.


“Kamu saja


belum pernah mengenalkanku pada orang tuamu bahkan orang tua kita belum saling


mengenal, lalu kau ingin kita menikah? Tidak bisa mas.” Kata Kaira.


“Ok nanti malam


aku dan orang tuaku akan pergi ke rumah orang tuamu untuk melamarmu.” Kata Arka.


“Kamu egois


selalu memikirkan keinginanmu saja tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku. Maaf


aku tidak bisa sebelum terlalu jauh melangkah aku tidak ingin kisah cinta


kelamku terulang kembali dan aku trauma dengan adanya pemaksaan.” Kata Kaira. Lalu


Kaira segera pergi keluar. Arka pun mengejarnya dan menarik tangan Kaira.


“Jangan pergi,


maafkan aku. Maafkan aku yang selama ini selalu egois tanpa peduli bagaimana


perasaanmu.” Kata Arka.


“Lepaskan aku,


kamu berhak mendapatkan seorang wanita yang jauh lebih baik dariku bukan


seorang janda dengan kisah cinta yang kelam sepertiku.” Kata Kaira.


“Aku


mencintaimu.” Kata Arka.


“Aku sudah tau


sebenarnya kedua orang tuamu tidak merestui hubungan kita karena statusku.” Kata


Kaira.


“Kau tau


darimana? Apakah orang tuaku menemuimu?” Tanya Arka.


“Aku tidak


sengaja melihat isi percakapanmu dengan ibumu mas. Maafkan aku, aku tidak bisa


melanjutkan hubungan ini.” Kata Kaira.


“Lihatlah


sekarang siapa yang egois? Kau yang egois karena pergi meninggalkanku.” Kata Arka.


“Kau masih


muda, tampan, mapan aku yakin masih banyak wanita yang menerimamu dan


mencintaimu dengan tulus. Kau orang baik jadi kau harus mendapatkan seorang


wanita yang baik juga.” Kata Kaira.

__ADS_1


Lalu Kaira


segera pergi.


__ADS_2