
Di meja makan, Raffa dan Kaira sedang sarapan.
“Mas, aku boleh tidak kerja lagi? Aku ingin memulai bisnis bersama teman-temanku.” Kata Kaira.
“Memangnya ingin bisnis apa sih?” Tanya Raffa.
“Ya hanya ingin mengisi kesibukan saja, jadi temanku sedang menawariku kerjasama untuk membuka tempat fitness gitu mas. Temanku butuh investor, mereka juga pasangan suami istri juga kok, namun mereka belum memiliki anak saja padahal usia pernikahannya sama dengan kita. Boleh tidak aku kerjasama dengan mereka?” Tanya Kaira.
“Kau yakin ingin kembali kerja lagi? Lalu Kei nanti bagaimana?” Tanya Raffa.
“Aku bisa membagi waktuku antara kerjaan dan keluarga kok, lagipula aku kan tidak setiap hari kesana, mungkin
hanya satu minggu satu kali saja kok mas, jadi temanku itu yang laki-laki dia itu temanku saat sekolah SMA dulu, dia kan jadi pelatih fitness gitu sedangkan istrinya ibu rumah tangga. Aku juga kenal dekat dengan istrinya karena dia adalah kakak kelasku. Sebenarnya waktu itu dia ingin membuka tempat kursus memasak gitu namun karena istrinya suka olahraga juga jadi dia lebih tertarik dengan membuka tempat fitness, boleh tidak? Nanti aku akan kenalkan kamu dengan mereka, kalau temanku namanya Arjuna aku sih biasanya panggilnya Juna, kalau istrinya namanya Almira. Bagaimana boleh tidak mas? Daripada Arjuna kerja ikut orang lain makanya dia ingin membuka tempat fitness sendiri dan dia minta tolong padaku untuk jadi investornya dia. Boleh ya mas.” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Boleh kok asalkan kau tidak lupa dengan tugasmu saja. Nanti malam saja coba kau undang untuk makan malam atau kita makan malam di restoran kita saja.” Kata Raffa.
“Iya aku setuju mas, nanti aku akan telfon mereka untuk datang. Terimakasih banyak ya sayang.” Kata Kaira.
Saat mereka tengah menikmati sarapan, Mayang datang menghampiri mereka berdua.
“Permisi maaf tuan nyonya mengganggu waktunya sebentar.” Kata Mayang.
“Ada apa? Bisa tidak kau tunggu sampai kita selesai makan.” Gerutu Kaira.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kemarin di sekolah nya Kei ada undangan untuk orang tua agar hadir dalam acara ulang tahun sekolahnya Kei. Apakah tuan dan nyonya bisa hadir?” Tanya Mayang.
“Memangnya kapan acaranya?” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Bulan depan nyonya, tepatnya tanggal 5.” Jawab Mayang.
“Loh kenapa kau tidak tau sih, memangnya kau tidak pernah mengantarkan Kei ke sekolah? Memangnya kau sibuk apa sih sampai mengantarkan anak sekolah saja kau tidak bisa.” Tanya Raffa kepada istrinya.
“Maaf mas, kemarin aku sibuk, kamu tidak berhak memarahiku seperti ini dong, memangnya urusan Kei itu
tanggungjawabku semua? Kau itu ayahnya jadi kau juga harus bertanggung jawab dong jangan karena kau sibuk kerja lalu kau juga lupa dengan Kei.” Gerutu Kaira.
“Tapi kan kamu ibunya, kalau seperti ini aku jadi ragu nanti kalau kau mulai kerja lagi bisa-bisa Kei tidak terurus lagi. Aku bisa datang dan akan aku usahakan, kau juga harus datang.” Kata Raffa kepada istrinya lalu dia pergi ke kamar. Kaira sangat kesal sekali dengan suaminya dan juga dengan Mayang.
“Kau sengaja ya bicara seperti itu disaat aku dan suamiku sedang makan, kau kan bisa bicarakan dulu padaku.
Ingat yak au harus mengerti batasanmu, aku ibunya Kei sedangkan kau hanyalah baby sitternya Kei.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Memang aku sengaja melakukannya agar suamimu memarahimu, salah kau sendiri selalu menyuruhku untuk mengurus anakmu, sekarang terbukti kan kalau anakmu jauh lebih dekat denganku.” Kata Mayang dalam hati.