Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 163


__ADS_3

Setibanya di hotel.


“Lelah?” Tanya Raffa.


“Lumayan sayang.” Kata Kaira.


“Aku pijit ya kakimu.” Kata Raffa.


“Jangan terlalu keras, sakit


soalnya.” Kata Kaira.


“Bukankah kau lebih suka bermain


kasar.” Goda Raffa.


“Lain cerita itu sayang, ayo


cepat pijit kakiku.” Kata Kaira.


“Hmmm iya iya.” Kata Raffa. Raffa


memijit kaki Kaira dengan pelan karena takut Kaira kesakitan.


“Sakit tidak?” Tanya Raffa.


“Tidak mas, enak mas rasanya.” Kata


Kaira.


“Punggungnya mau dipijit sekalian


tidak?” Tanya Raffa.


“Boleh deh sayang.” Kata Kaira.


“Lepas bajumu kalau gitu.” Kata Raffa.


“Kalau hanya sekedar memijit


tidak perlu melepas baju kan.” Kata Kaira. Namun Raffa langsung melepas baju


istrinya.


“Aaaa kamu apa-apaan sih


tiba-tiba melepas bajuku.” Teriak Kaira.


“Ini namanya pijat plus-plus. Anggap


saja ini bayarannya. Cepat layani aku.” Kata Raffa.


“Hmmmm pantas saja tadi tiba-tiba


memijatku ternyata ada maunya. Aku lelah mas.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Dosa loh menolak permintaan


suami. Kalau gitu kau diam saja, biar aku yang melakukannya.” Kata Raffa.


“Kali ini aku pengennya kau


bermain dengan pelan ya, aku kan sedang hamil.” Kata Kaira.


“Tenang saja, aku bisa


mengaturnya karena aku yang mengendalikannya.” Kata Raffa.


Lalu Kaira langsung mencium


suaminya.


“Make me happy tonight.” Kata Kaira.


“Of course, I love u my wife. Aku


akan melakukannya dengan perlahan, nikmati saja ok.” Kata Raffa.


**


Keesokan paginya. Kaira bangun


terlebih dahulu. Dia segera mandi, setelah itu memesan sarapan untuk dibawa ke


kamar hotelnya.


membangunkan mas Raffa.” Kata Kaira.


“Sayang, bangun yuk.” Kata Kaira


sambil mencium kening suaminya.


“Hoammm aku masih mengantuk.” Kata


Raffa.


“Tiket penerbangan kita jam 9


pagi loh. Sarapan dulu yuk, aku sudah memesan makanan.” Kata Kaira.


“Hmmmm, Iya iya. Kalau gitu aku


mau mandi dulu ya.” kata Raffa.


“Iya sayang.” Kata Kaira.


Setelah selesai mandi, Kaira dan


Raffa menikmati sarapan bersama dikamar hotelnya.


__ADS_1


“Kau kenapa senyum-senyum begitu?”


Tanya Raffa.


“Tidak apa-apa, aku hanya merasa


senang dan puas sekali karena semalam.” Kata Kaira.


“Hahaha, aku juga sangat puas


sekali sayang. Sambil dimakan dong, tadi kau menyuruhku cepat-cepat tapi kau


tidak segera memakannya.” Kata Raffa.


“Iya sayang. Tadi pagi mama


mengirim pesan teks padaku. Dia bilang katanya Kei tidak mau pulang ke rumah


mas. Mama dan papa benar-benar memanjakan Kei, hampir setiap hari mereka


bertiga keluar untuk berlibur meskipun hanya sekedar makan bersama. Kei sangat


menikmati liburannya dirumah nenek kakeknya mas.” Kata Raffa.


“Ya baguslah, kita kan jadinya


bisa enak-enak setiap hari tanpa diganggu Kei.” Kata Raffa.


“Ah kamu ini selalu deh


pikirannya enak-enak terus. Aku kangen sama Kei, tadi aku menelfon mama tapi


Kei tidak ingin bicara denganku.” Kata Kaira.


“Biarkanlah, dia kan lama tidak


bertemu dengan mama dan papa, apalagi disana udaranya sangat sejuk kan ya jelas


saja Kei sangat suka tinggal disana.” Kata Raffa.


“Iya juga sih, kapan-kapan kita


berlibur ke desa yuk mas atau ke puncak bagaimana?” Tanya Kaira.


“Boleh, tapi saat weekend saja


ya.” Kata Raffa.


“Iya sayang. Makanan kita sudah


habis, kita ke bandara sekarang saja yuk mas, sudah jam 06.30.” Kata Kaira.


“Iya. Barangnya biar petugas


hotel yang membantu membawakannya.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Baik mas.” Kata Kaira.


__ADS_2