
Setibanya di hotel.
“Lelah?” Tanya Raffa.
“Lumayan sayang.” Kata Kaira.
“Aku pijit ya kakimu.” Kata Raffa.
“Jangan terlalu keras, sakit
soalnya.” Kata Kaira.
“Bukankah kau lebih suka bermain
kasar.” Goda Raffa.
“Lain cerita itu sayang, ayo
cepat pijit kakiku.” Kata Kaira.
“Hmmm iya iya.” Kata Raffa. Raffa
memijit kaki Kaira dengan pelan karena takut Kaira kesakitan.
“Sakit tidak?” Tanya Raffa.
“Tidak mas, enak mas rasanya.” Kata
Kaira.
“Punggungnya mau dipijit sekalian
tidak?” Tanya Raffa.
“Boleh deh sayang.” Kata Kaira.
“Lepas bajumu kalau gitu.” Kata Raffa.
“Kalau hanya sekedar memijit
tidak perlu melepas baju kan.” Kata Kaira. Namun Raffa langsung melepas baju
istrinya.
“Aaaa kamu apa-apaan sih
tiba-tiba melepas bajuku.” Teriak Kaira.
“Ini namanya pijat plus-plus. Anggap
saja ini bayarannya. Cepat layani aku.” Kata Raffa.
“Hmmmm pantas saja tadi tiba-tiba
memijatku ternyata ada maunya. Aku lelah mas.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Dosa loh menolak permintaan
suami. Kalau gitu kau diam saja, biar aku yang melakukannya.” Kata Raffa.
“Kali ini aku pengennya kau
bermain dengan pelan ya, aku kan sedang hamil.” Kata Kaira.
“Tenang saja, aku bisa
mengaturnya karena aku yang mengendalikannya.” Kata Raffa.
Lalu Kaira langsung mencium
suaminya.
“Make me happy tonight.” Kata Kaira.
“Of course, I love u my wife. Aku
akan melakukannya dengan perlahan, nikmati saja ok.” Kata Raffa.
**
Keesokan paginya. Kaira bangun
terlebih dahulu. Dia segera mandi, setelah itu memesan sarapan untuk dibawa ke
kamar hotelnya.
membangunkan mas Raffa.” Kata Kaira.
“Sayang, bangun yuk.” Kata Kaira
sambil mencium kening suaminya.
“Hoammm aku masih mengantuk.” Kata
Raffa.
“Tiket penerbangan kita jam 9
pagi loh. Sarapan dulu yuk, aku sudah memesan makanan.” Kata Kaira.
“Hmmmm, Iya iya. Kalau gitu aku
mau mandi dulu ya.” kata Raffa.
“Iya sayang.” Kata Kaira.
Setelah selesai mandi, Kaira dan
Raffa menikmati sarapan bersama dikamar hotelnya.
__ADS_1
“Kau kenapa senyum-senyum begitu?”
Tanya Raffa.
“Tidak apa-apa, aku hanya merasa
senang dan puas sekali karena semalam.” Kata Kaira.
“Hahaha, aku juga sangat puas
sekali sayang. Sambil dimakan dong, tadi kau menyuruhku cepat-cepat tapi kau
tidak segera memakannya.” Kata Raffa.
“Iya sayang. Tadi pagi mama
mengirim pesan teks padaku. Dia bilang katanya Kei tidak mau pulang ke rumah
mas. Mama dan papa benar-benar memanjakan Kei, hampir setiap hari mereka
bertiga keluar untuk berlibur meskipun hanya sekedar makan bersama. Kei sangat
menikmati liburannya dirumah nenek kakeknya mas.” Kata Raffa.
“Ya baguslah, kita kan jadinya
bisa enak-enak setiap hari tanpa diganggu Kei.” Kata Raffa.
“Ah kamu ini selalu deh
pikirannya enak-enak terus. Aku kangen sama Kei, tadi aku menelfon mama tapi
Kei tidak ingin bicara denganku.” Kata Kaira.
“Biarkanlah, dia kan lama tidak
bertemu dengan mama dan papa, apalagi disana udaranya sangat sejuk kan ya jelas
saja Kei sangat suka tinggal disana.” Kata Raffa.
“Iya juga sih, kapan-kapan kita
berlibur ke desa yuk mas atau ke puncak bagaimana?” Tanya Kaira.
“Boleh, tapi saat weekend saja
ya.” Kata Raffa.
“Iya sayang. Makanan kita sudah
habis, kita ke bandara sekarang saja yuk mas, sudah jam 06.30.” Kata Kaira.
“Iya. Barangnya biar petugas
hotel yang membantu membawakannya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Baik mas.” Kata Kaira.