Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 14


__ADS_3

Aura menemui Kasih di rumah sakit tempat Kasih bekerja. Tentu saja Kasih sangat kaget melihat kedatangan Aura. Akhirnya Kasih meminta Aura untuk menunggunya di kafe dekat rumah sakit.


Di kafe.


“Ada apa kamu datang ke tempatku bekerja?” Tanya Kasih.


“Maaf kalau kedatanganku membuatmu terkejut, tapi aku datang kesini tanpa sepengetahuan Rey.” Kata Aura.


“Bukan urusanku, ada apa?” Tanya Kasih.


“Aku dan Rey akan berencana untuk menikah, Rey ingin hidup berdua bersamaku. Rey tidak bahagia dengan pernikahan kalian, dia melakukannya karena dipaksa oleh ibunya.” Kata Aura.


“Aku mengerti kalau memang aku dan mas Rey dijodohkan tapi aku akan berusaha mempertahankan pernikahanku.” Kata Kasih.


“Tapi Rey mencintaiku, dia akan memperjuangkan aku.” Kata Aura.


“Jangan terlalu yakin, kalau dia ingin memperjuangkan kamu, aku dan mas Rey tidak akan sampai menikah. Be smart ya Aura, maaf aku harus pergi karena banyak pasien. Aku sudah membayar minumannya jadi silahkan nikmati minumannya.” Kata Kasih lalu pergi meninggalkan Aura di kafe sendirian.


Aura kesal dengan Kasih yang sangat ingin mempertahankan pernikahannya dengan Rey, akhirnya Aura meminta Rey untuk datang ke apartemennya.


**


Rey datang ke apartemen Aura.


“Sayang.” Kata Aura langsung berlari ke pelukan Rey namun Rey menghindarinya.


“Hai.” Kata Rey.

__ADS_1


“Kenapa sayang kok tidak mau aku peluk?” Tanya Aura.


“Tidak apa-apa, ada apa kamu menelfonku untuk menyuruhku datang kesini?” Tanya Rey.


“Aku merindukanmu sayang.” Kata Aura.


“Aku bawakan makanan untukmu.” Kata Rey.


“Kita makan berdua yuk.” Kata Aura.


“Aku sudah makan, kamu saja yang makan ya.” Kata Rey.


“Kok sudah makan duluan sih sayang?” Tanya Aura.


“Karena tadi aku kelaparan, makanya aku hanya membelikanmu satu porsi saja.” Kata Rey.


“Kamu saja yang makan, aku sudah kenyang kok.” Kata Rey.


“Baiklah kalau begitu, kamu beli apa sayang?” Tanya Aura.


“Nasi padang kesukaanmu.” Kata Rey.


“Wah pasti sangat enak, terima kasih ya sayang.” Kata Aura yang hampir mencium pipi Rey namun Rey menghindar.


“Iya sama-sama, cepat makanlah.” Kata Rey.


“Kok kamu menghindar dari ciumanku sih? Tadi kamu juga menghindar dari pelukanku?” Tanya Aura.

__ADS_1


“Sudah jangan banyak bicara, cepat makanlah.” Kata Rey.


“Ok baiklah, sayang kamu nginap dong disini.” Kata Aura.


“Tidak mungkin lah.” Jawab Rey.


“Kenapa? Istrimu mencarimu ya atau kamu yang mengkhawatirkan istrimu?” Tanya Aura.


“Bukan begitu.” Kata Rey.


“Nanti kamu tidur dikamar saja biar aku yang tidur di sofa ruang tamu.” Kata Aura.


“Aku harus pulang.” Kata Rey.


“Loh baru juga sampai kok pulang sih sayang?” Tanya Aura.


“Kasih mengirim pesan kepadaku kalau mama dan papa perjalanan ke rumahku sekarang.” Kata Rey.


“Kamu yakin? Jangan-jangan itu hanya cara istrimu saja mas agar kamu segera pulang. Jangan pulang dulu ya sayang, temani aku makan.” Kata Aura.


“Maafkan aku, aku pergi dulu ya Assalamualaikum.” Kata Rey.


“Tumben sekali mengucap salam, iya waalaikumsalam hati-hati sayang.” Kata Aura.


Di perjalanan pulang, Rey membeli banyak makanan karena dia pikir mama dan papanya akan makan malam dirumahnya. Rey membeli makan malam, lalu membeli es krim, bahkan Rey membeli buket bunga untuk istrinya.


“Aku akan memberikan bunga ini untuk Kasih didepan mama dan papa sehingga mama dan papa tidak curiga.” Kata Rey lalu dia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2