Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season3 Part 23


__ADS_3

Raffa kembali pulang dari kantor


dengan wajah murung dan ekspresi yang tidak karuan.



“Bagaimana mas? Apakah perusahaan


kita masih bisa diselamatkan? Lalu bagaimana dengan karyawan kamu mas?” Tanya


Kaira.


“Aku pusing, semua investorku


tidak mau bekerjasama lagi bahkan mereka memintaku mengembalikan semua saham


mereka. Ludes semua, aku sudah menjual semua asetku dan juga asset milik papi


untuk mengembalikan saham mereka.” Kata Raffa.


“Lalu bagaimana dengan


kerjasamamu dengan Viona? Apakah dia juga begitu?” Tanya Kaira.


“Dia jual mahal dengan kita, dia


mau bekerjasama dengan kita asalkan keuangan perusahaan kita sudah stabil, jika


masih seperti ini dia tidak bisa bekerjasama lagi.” Kata Raffa.


“Kita harus melakukan hal mas,


lebih baik kita temui dia lalu kita memohon padanya agar dia mau membantu kita.


Satu-satunya harapan kita saat ini hanya dia karena dialah yang mau menaruh


saham kita sangat besar.” Kata Kaira.


“Percuma karena perusahaanku


sudah di ujung kehancuran dan akan bangkrut, wajar jika dia tidak mau.” Kata


Raffa.


“Oh iya anak-anak kan dekat


dengan Viona, kita minta tolong saja ke mereka untuk mau membujuk Viona.


Sebelum semuanya hancur kita harus segera melakukan banyak hal.” Kata Kaira.


“Ah tidak tau, aku pusing. Aku


mau istirahat dulu.” Kata Raffa.


**


Keesokan paginya, Kaira pergi ke


rumah Viona.


“Saya mau bertemu dengan bu


Viona.” Kata Kaira.


“Maaf, apakah sudah membuat janji


dengan bu Viona?” Tanya ART Viona.


“Belum, tapi dia mengenal saya


dengan baik.” Kata Kaira.


“Maaf, bu Viona tidak bisa


bertemu dengan sembarang orang.” Kata ART.


“Saya mohon, saya harus bertemu dengan

__ADS_1


bu Viona.” Kata Kaira memaksa.


“Ada apa kok ribut sekali?” Tanya


Viona tiba-tiba muncul.


“Maaf nyonya, ada orang yang


memaksa ingin bertemu dengan nyonya.” Kata ART.


“Viona, ini aku Kaira.” Kata


Kaira.


“Maaf saya sibuk mau ke kantor,


lain kali buat janji dulu. Aturkan jadwal untuknya.” Kata Viona.



“Ini sangat mendesak, aku mohon


aku harus bicara denganmu Viona.” Kata Kaira.



“Aku harus pergi.” Kata Viona.


“Tolong aku dan keluargaku.” Kata


Kaira sambil memohon kepada Viona.


“Bukankah suamimu sudah mengatakannya


kepadamu, aku akan membantu dan bekerjasama dengan perusahaanmu dengan syarat


setelah kondisi financial perusahaanmu stabil.” Kata Viona.


“Setelah kamu membantu perusahaan


suamiku bisa dipastikan financial perusahaannya akan segera stabil.” Kata Kaira.


membantumu sekarang?” Tanya Viona.


“Aku akan melakukan apapun yang


bisa aku lakukan?” Kata Kaira.


“Apapun? Apakah kamu mau


memberikan apa yang aku mau?” Tanya Viona.


“Tentu saja.” Kata Kaira.


“Bagaimana jika suamimu dan anak-anakmu


yang aku minta?” Tanya Viona, Kaira pun kaget dengan perkataan Viona.


“Apa kamu bilang? Apakah selama


ini kamu mengincar suamiku dan juga anak-anakku? Pantas saja kamu mulai


mendekati anak-anakku, apa jangan-jangan kamu juga merencanakan semuanya agar


perusahaanku bangkrut? Kamu tidak lebih dari seorang pelakor dan perusak rumah


tangga orang. Aku menyesal berteman denganku, jangan harap bisa menghancurkan


keluargaku.” Kata Kaira lalu dia segera pergi dari rumah itu.


“Apakah anak angkatmu tau jika


dia adalah anak kandung dari Raffa?” Tanya Viona. Kaira kaget mendengar


perkataan Viona.


“Apa maksudmu? Bagaimana bisa

__ADS_1


kamu mengetahuinya?” Tanya Kaira.


“Hari ini aku berencana akan


menemui Arabella untuk memberitahunya. Bagaimana reaksinya jika dia tau bahwa


ayah angkatnya adalah ayah kandungnya? Waw pasti akan seru sekali.” Kata Viona.


“Jangan, jangan beritahu dia.


Lagipula dia tidak ingin mengetahui siapa orang tua kandungnya.” Kata Kaira.


“Oh ya? Kamu bahkan seorang ibu


tapi tidak tau apa keinginan anakmu dan juga apa yang dirasakan oleh anakmu.


Dia meminta bantuanku untuk mencari tau siapa orang tua kandungnya. Kenapa kamu


tidak ingin aku memberitahunya? Apakah kamu takut semua harta suamimu akan


jatuh ke tangan Arabella?” Tanya Viona.


“Siapa kamu sebenarnya? Apa mau


mu dan apa tujuanmu melakukan ini padaku?” Tanya Kaira.


“Aku adalah Viona, sahabat Angel,


ibu kandung Arabella. Seharusnya dulu aku mengajak Angel pergi ke luar negeri


namun dia menolak, di hari saat dia meninggal dia meminta bantuanku untuk


menjaga dan membantu Arabella, asal kamu tau dulu Angel bahkan memintaku untuk


mengadopsinya namun Raffa telah mengadopsinya terlebih dahulu. Suamimu ada


dibalik semua ini, dia yang membunuh Angel dan juga dia telah mengusir pengasuh


Arabella di panti asuhan itu, dia juga yang membakar panti asuhan itu.” Kata


Viona.


“Apa? Lalu kamu ingin membalas


dendam kepadaku? Angel meninggal karena dia sakit lagipula dia berniat untuk


mengakhiri hidupnya.” Kata Kaira.


“Aku tidak membalas dendam padamu


tapi aku kesal kenapa kalian melakukan itu pada sahabatku. Semua pilihan ada di


tanganmu, jika kamu memberikan apa keinginanku aku akan menjaga rahasia ini dan


tidak akan melaporkan suamimu. Sebenarnya Angel bisa diselamatkan waktu itu


tapi suamimu mencabut selang infuse Angel. Oh ya satu lagi aku turut berduka


cita juga atas kepergian Kenzo dan Rasya karena kecelakaan maut itu.” Kata


Viona.


“Aku akan melindungi keluargaku


sendiri. Apakah kamu juga mencurigai kematian Kenzo dan Rasya?” Tanya Kaira.


“Tidak, aku tau kalau mereka


memang murni kecelakaan. Kalau saja Kenzo masih hidup aku tidak akan


mengganggunya karena aku yakin Rasya bisa menjaganya dengan baik. Aku tunggu


keputusanmu hari ini juga.” Kata Viona.


Lalu Kaira kembali pulang dengan


perasaan campur aduk, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin

__ADS_1


rumah tangganya hancur tapi dia juga tidak ingin jika Arabella mengetahui siapa


orang tua kandungnya.


__ADS_2