
Raffa kembali pulang dari kantor
dengan wajah murung dan ekspresi yang tidak karuan.
“Bagaimana mas? Apakah perusahaan
kita masih bisa diselamatkan? Lalu bagaimana dengan karyawan kamu mas?” Tanya
Kaira.
“Aku pusing, semua investorku
tidak mau bekerjasama lagi bahkan mereka memintaku mengembalikan semua saham
mereka. Ludes semua, aku sudah menjual semua asetku dan juga asset milik papi
untuk mengembalikan saham mereka.” Kata Raffa.
“Lalu bagaimana dengan
kerjasamamu dengan Viona? Apakah dia juga begitu?” Tanya Kaira.
“Dia jual mahal dengan kita, dia
mau bekerjasama dengan kita asalkan keuangan perusahaan kita sudah stabil, jika
masih seperti ini dia tidak bisa bekerjasama lagi.” Kata Raffa.
“Kita harus melakukan hal mas,
lebih baik kita temui dia lalu kita memohon padanya agar dia mau membantu kita.
Satu-satunya harapan kita saat ini hanya dia karena dialah yang mau menaruh
saham kita sangat besar.” Kata Kaira.
“Percuma karena perusahaanku
sudah di ujung kehancuran dan akan bangkrut, wajar jika dia tidak mau.” Kata
Raffa.
“Oh iya anak-anak kan dekat
dengan Viona, kita minta tolong saja ke mereka untuk mau membujuk Viona.
Sebelum semuanya hancur kita harus segera melakukan banyak hal.” Kata Kaira.
“Ah tidak tau, aku pusing. Aku
mau istirahat dulu.” Kata Raffa.
**
Keesokan paginya, Kaira pergi ke
rumah Viona.
“Saya mau bertemu dengan bu
Viona.” Kata Kaira.
“Maaf, apakah sudah membuat janji
dengan bu Viona?” Tanya ART Viona.
“Belum, tapi dia mengenal saya
dengan baik.” Kata Kaira.
“Maaf, bu Viona tidak bisa
bertemu dengan sembarang orang.” Kata ART.
“Saya mohon, saya harus bertemu dengan
__ADS_1
bu Viona.” Kata Kaira memaksa.
“Ada apa kok ribut sekali?” Tanya
Viona tiba-tiba muncul.
“Maaf nyonya, ada orang yang
memaksa ingin bertemu dengan nyonya.” Kata ART.
“Viona, ini aku Kaira.” Kata
Kaira.
“Maaf saya sibuk mau ke kantor,
lain kali buat janji dulu. Aturkan jadwal untuknya.” Kata Viona.
“Ini sangat mendesak, aku mohon
aku harus bicara denganmu Viona.” Kata Kaira.
“Aku harus pergi.” Kata Viona.
“Tolong aku dan keluargaku.” Kata
Kaira sambil memohon kepada Viona.
“Bukankah suamimu sudah mengatakannya
kepadamu, aku akan membantu dan bekerjasama dengan perusahaanmu dengan syarat
setelah kondisi financial perusahaanmu stabil.” Kata Viona.
“Setelah kamu membantu perusahaan
suamiku bisa dipastikan financial perusahaannya akan segera stabil.” Kata Kaira.
membantumu sekarang?” Tanya Viona.
“Aku akan melakukan apapun yang
bisa aku lakukan?” Kata Kaira.
“Apapun? Apakah kamu mau
memberikan apa yang aku mau?” Tanya Viona.
“Tentu saja.” Kata Kaira.
“Bagaimana jika suamimu dan anak-anakmu
yang aku minta?” Tanya Viona, Kaira pun kaget dengan perkataan Viona.
“Apa kamu bilang? Apakah selama
ini kamu mengincar suamiku dan juga anak-anakku? Pantas saja kamu mulai
mendekati anak-anakku, apa jangan-jangan kamu juga merencanakan semuanya agar
perusahaanku bangkrut? Kamu tidak lebih dari seorang pelakor dan perusak rumah
tangga orang. Aku menyesal berteman denganku, jangan harap bisa menghancurkan
keluargaku.” Kata Kaira lalu dia segera pergi dari rumah itu.
“Apakah anak angkatmu tau jika
dia adalah anak kandung dari Raffa?” Tanya Viona. Kaira kaget mendengar
perkataan Viona.
“Apa maksudmu? Bagaimana bisa
__ADS_1
kamu mengetahuinya?” Tanya Kaira.
“Hari ini aku berencana akan
menemui Arabella untuk memberitahunya. Bagaimana reaksinya jika dia tau bahwa
ayah angkatnya adalah ayah kandungnya? Waw pasti akan seru sekali.” Kata Viona.
“Jangan, jangan beritahu dia.
Lagipula dia tidak ingin mengetahui siapa orang tua kandungnya.” Kata Kaira.
“Oh ya? Kamu bahkan seorang ibu
tapi tidak tau apa keinginan anakmu dan juga apa yang dirasakan oleh anakmu.
Dia meminta bantuanku untuk mencari tau siapa orang tua kandungnya. Kenapa kamu
tidak ingin aku memberitahunya? Apakah kamu takut semua harta suamimu akan
jatuh ke tangan Arabella?” Tanya Viona.
“Siapa kamu sebenarnya? Apa mau
mu dan apa tujuanmu melakukan ini padaku?” Tanya Kaira.
“Aku adalah Viona, sahabat Angel,
ibu kandung Arabella. Seharusnya dulu aku mengajak Angel pergi ke luar negeri
namun dia menolak, di hari saat dia meninggal dia meminta bantuanku untuk
menjaga dan membantu Arabella, asal kamu tau dulu Angel bahkan memintaku untuk
mengadopsinya namun Raffa telah mengadopsinya terlebih dahulu. Suamimu ada
dibalik semua ini, dia yang membunuh Angel dan juga dia telah mengusir pengasuh
Arabella di panti asuhan itu, dia juga yang membakar panti asuhan itu.” Kata
Viona.
“Apa? Lalu kamu ingin membalas
dendam kepadaku? Angel meninggal karena dia sakit lagipula dia berniat untuk
mengakhiri hidupnya.” Kata Kaira.
“Aku tidak membalas dendam padamu
tapi aku kesal kenapa kalian melakukan itu pada sahabatku. Semua pilihan ada di
tanganmu, jika kamu memberikan apa keinginanku aku akan menjaga rahasia ini dan
tidak akan melaporkan suamimu. Sebenarnya Angel bisa diselamatkan waktu itu
tapi suamimu mencabut selang infuse Angel. Oh ya satu lagi aku turut berduka
cita juga atas kepergian Kenzo dan Rasya karena kecelakaan maut itu.” Kata
Viona.
“Aku akan melindungi keluargaku
sendiri. Apakah kamu juga mencurigai kematian Kenzo dan Rasya?” Tanya Kaira.
“Tidak, aku tau kalau mereka
memang murni kecelakaan. Kalau saja Kenzo masih hidup aku tidak akan
mengganggunya karena aku yakin Rasya bisa menjaganya dengan baik. Aku tunggu
keputusanmu hari ini juga.” Kata Viona.
Lalu Kaira kembali pulang dengan
perasaan campur aduk, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin
__ADS_1
rumah tangganya hancur tapi dia juga tidak ingin jika Arabella mengetahui siapa
orang tua kandungnya.