Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 12


__ADS_3

Malam harinya.


“Pak saya balik dulu.” Kata mbok Sri.


“Makan malamku bagaimana?” Tanya Rey.


“Tadi bapak bilang sendiri kan katanya mau beli makan diluar, bapak benar-benar merepotkan saya ya.” Kata mbok Sri.


“Apa? Merepotkan? Saya ini siapa mbok?” Tanya Rey.


“Wah bapak amnesia sepertinya, tentu saja bapak majikan saya.” Kata mbok Sri.


“Kamu bekerja untuk siapa? Yang menggaji siapa selama ini?” Tanya Rey.


“Bekerja untuk keluarga bapak tapi yang menggaji saya kan ibu.” Kata mbok Sri.


“Tapi uang untuk menggajimu itu dari aku mbok. Wah dasar menyebalkan.” Gerutu Rey.


“Memangnya bapak menafkahi ibu ya? Hmmmmm.” Gerutu mbok Sri.


Tiba-tiba Kasih pulang.


“Assalamualaikum.” Kata Kasih.


“Nah itu ibu datang, biar saya buka pintu dulu.” Kata mbok Sri.


“Pulang sana mbok.” Kata Rey langsung berlari membukakan pintu istrinya.


“Hmmmm sepertinya ada yang rindu tapi gengsi. Pokoknya aku harus membuat mereka saling jatuh cinta, kalau saya gagal lebih baik saya pulang kampung saja. Saya kan dibayar lebih sama bu Kartika untuk selalu memantau mereka.” Gerutu mbok Sri sambil cekikikan.


Rey tampak bahagia akhirnya istrinya kembali pulang. Dia membukakan pintu untuk istrinya.


“Assalamualaikum.” Kata Kasih.


“Walaikumsalam.” Jawab Rey sambil menadahkan tangannya agar dicium oleh istrinya.

__ADS_1


“Kenapa mas?” Tanya Kasih heran.


“Kamu tidak mencium tanganku? Aku kan suamimu.” Kata Rey.


“Tidak salah nih? Biasanya saja kamu sudah tidur bahkan tidak peduli denganku.” Kata Kasih.


“Aku lapar, mana makan malam untukku?” Tanya Rey tanpa memandang istrinya.


“Tadi kan aku sudah menyuruh mbok Sri untuk memasak makan malam untukmu mas.” Kata Kasih.


“Bapak menunggu ibu, katanya ingin dibuatkan makan malam sama ibu. Dari tadi bapak nungguin ibu loh.” Kata mbok Sri sambil cekikikan.


“Eh mbok ngapain masih disini? Sana pulang dasar menyebalkan.” Gerutu Rey.


“Mas jangan seperti itu sama orang tua, terima kasih ya mbok buat hari ini.” Kata Kasih.


“Sama-sama bu, mbok pamit pulang dulu ya. Assalamualaikum.” Kata mbok Sri.


“Walaikumsalam mbok hati-hati dijalan ya.” Kata Kasih, kemudian Kasih langsung masuk kedalam kamar.


“Aku mau mandi dulu mas, setelah itu baru menyiapkan makan malam.” Kata Kasih.


“Nanti saja mandinya, aku sudah sangat kelaparan.” Kata Rey.


“Kenapa tadi makan dulu saja mas? Aku sengaja menyuruh mbok Sri untuk menyiapkan makan malam loh untukmu mas karena aku pulang malam.” Kata Kasih.


“Sudah jangan banyak bicara, cepat siapkan makan malam untukku.” Kata Rey.


“Bagaimana kalau pesan makan online saja mas, aku ingin makan nasi goreng mas.” Kata Kasih.


“Yauda pesan online saja, biar aku yang pesan.” Kata Rey.


“Iya, aku mandi sama ganti baju dulu ya mas.” Kata Kasih.


“Kasih.” Panggil Rey.

__ADS_1


“Kamu nanti pakai kerudung setelah mandi?” Tanya Rey.


“Tentu saja mas, kenapa memangnya?” Tanya Kasih.


“Kalau dirumah lepas saja kerudungmu.” Kata Rey.


“Tidak mas, aku malu tidak memakai kerudung didepanmu.” Kata Kasih.


“Aku kan suamimu, lagipula kita suami istri kan.” Kata Rey.


“Tapi hanya pura-pura kan mas.” Kata Kasih.


“Sudah lepas saja kerudungmu kalau sedang dirumah, ikuti perintah suamimu.” Kata Rey.


“Iya iya mas.” Jawab Kasih.


“Aku pesan nasi goreng langgananku saja ya.” Kata Rey.


“Iya mas, oh iya punyaku yang super pedas ya mas.” Kata Kasih.


“Kamu suka makanan pedas?” Tanya Rey.


“Makanan pedas itu favoritku mas.” Kata Kasih.


“Kok selera kita sama sih, aku juga sangat suka sama makanan pedas apalagi sambal.” Kata Rey.


“Makan nasi hangat sama sambal super pedas, duh nikmatnya.” Kata Kasih.


“Wah rasanya mantap itu, aku kira kamu tidak suka makanan seperti itu.” Kata Rey.


“Justru itu makanan kesukaanku mas, kamu dari dulu suka makanan pedas seperti sambal gitu?” Kasih.


“Justru Aura yang pertama kalinya mengenalkanku dengan makanan sambal.” Kata Rey.


“Oh, aku ke kamar dulu mas.” Kata Kasih.

__ADS_1


“Lagi-lagi wanita itu, menyebalkan.” Gerutu Kasih.


__ADS_2