Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
part 97


__ADS_3

Kei masih mengintrogasi Raffa dan juga memancingnya untuk mengakui semua


kejahatan yang Raffa lakukan.


“Setelah pemakaman Viona, papi ingat kan kalau saat itu aku mengendarai


mobil milik papi. Aku menemukan sebuah cincin yang sangat cantik, cincin dengan


merk yang cukup terkenal dan aku dengar dari kak Arabella bahwa Viona sering


memakai cincin merk tersebut. Apakah papi tau itu cincin milik siapa? Apakah itu cincin milik Viona?” Tanya


Kei.


Raffa pun sangat kaget dan ketakutan mendengar pertanyaan Kei.


“Apa jangan-jangan Kei yang mengetahui semua perbuatanku lalu dia yang


menerorku selama ini? Tapi tidak mungkin Kei melakukan itu padaku, dia kan bisa


saja bertanya langsung padaku.” Kata Raffa dalam hati.


“Papi tidak tau. Dimana kamu menemukannya?” Tanya Raffa.


“Di bawah kursi pengemudi pa, sepertinya cincin itu terjatuh.” Kata Kei.


“Lalu dimana cincin itu? Kenapa kamu baru bertanya hal ini pada papi? Mungkin Viona menjatuhkannya didalam mobil papi karena dia kan dulu juga sering memakai mobil milik papi.”


Tanya Raffa.


“Aku tidak mengambilnya pa, aku kira papi sudah mengambilnya lalu


menyimpannya. Bukankah papi selalu mengajarkan padaku untuk tidak mengambil


sesuatu yang bukan milik kita.” Kata Kei.


“Lalu apakah cincin itu masih ada didalam mobil?” Tanya Raffa dalam hati.


“Aku kedalam dulu ya pa, udaranya semakin dingin. Lebih baik papi segera


tidur.” Kata Kei.


Kemudian Raffa segera mencari cincin milik Viona didalam mobil miliknya


namun dia tidak menemukannya.


“Tentu saja papi tidak akan menemukannya, aku sengaja membohongi papi agar


papi sadar dan secepatnya akan mengakui kesalahan papi.” Kata Kei dalam hati

__ADS_1


melihat ayahnya yang sedang mencari cincin milik Viona didalam mobil.


Keesokan paginya.


Raffa mendapat pesan misterius kembali.


“Waktumu tersisa 6 hari.”


“Sialan, siapa sih yang mengirim pesan ini. Hidupku benar-benar kacau dan


tidak tenang.” Kata Raffa.


“Ada apa mas?” Tanya Kaira tiba-tiba.


“Ah tidak apa-apa kok, hanya pesan nyasar saja sepertinya.” Kata Raffa.


“Kamu punya masalah apa sih sampai banyak yang mengirim pesan tidak jelas


seperti itu mas.” Gerutu Kaira.


“Aku juga tidak tau sayang, banyak sekali yang iri denganku.” Kata Raffa.


“Ada yang bisa aku bantu tidak mas? Kamu bisa cerita jika ada masalah, aku


pasti akan membantumu.” Kata Kaira.


“Tidak ada apa-apa sayang, jangan khawatirkan aku.” Kata Raffa.


Hari kedatangan Daniel dan juga sekaligus hari terakhir Raffa harus


memberitahu istri dan anaknya tentang kejahatannya kepada Viona. Raffa mendapat


pesan kembali.


“Hari ini adalah kesempatan terakhir untukmu.”


“Bagaimana ini, aku tidak sanggup jika harus memberitahu semuanya kepada


Kaira dan anak-anakku tapi aku juga tidak ingin hidup menanggung dosa seperti


ini.” Kata Raffa dalam hati.


“Kamu menjemput kekasihmu di bandara atau dia langsung datang kesini?”


Tanya Kaira.


“Dia akan datang langsung kesini ma, aku tidak sabar menunggu kedatangannya


karena aku sangat merindukannya.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Astaga, sabar sayang setelah ini dia akan datang. Apakah dia sudah terbang


dari Singapore?” Tanya Kaira.


“Sudah ma.” Kata Arabella.


“Mas, kamu kenapa kok dari tadi diam saja? Kamu sedang memikirkan apa sih


memangnya?” Tanya Kaira.


“Ada yang ingin aku sampaikan padamu dan anak-anak.” Kata Raffa.


“Ada apa memangnya?” Tanya Kaira.


“Tentang kejadian satu tahun yang lalu.” Kata Raffa.


“Ada apa memangnya pa?” Tanya Arabella.


“Cepat katakan sekarang pa.” Kata Kei dalam hati.


“Jadi sebenarnya aku telah melakukan sebuah kesalahan besar, sebelumnya aku


minta maaf pada kalian. Aku minta maaf padamu Kaira dan juga pada Kei dan


Arabella. Setelah apa yang papi katakan, papi akan menerima semua yang kalian


lakukan pada papi, papi juga tidak berharap kalian akan memaafkan papi.” Kata Raffa.


“Jadi apa yang ingin papi katakan?” Tanya Kei.


“Ada apa sih pa? Papi melakukan kesalahan apa? Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.” Kata Arabella.


“Jangan membuat kita penasaran mas, cepat katakan.” Kata Kaira.


“Jadi sebenarnya aku telah mem.” Kata Raffa.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah.


“Sebentar pa, sepertinya itu Daniel. Biar aku bukakan pintunya dulu.” Kata


Arabella.


Arabella membuka pintu tersebut dan Arabella berteriak melihat kedatangan


tamu tersebut.


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


"Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2