Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 69


__ADS_3

Dirumah Renata


“Jam berapa ini


kak? Kakak harus banyak istirahat apalagi besok kakak mau perjalanan jauh lagi.


Aku bisa aja reschedull kalau kakak mau.” Kata Renata.


“Aku sudah


sehat kok buktinya bisa pergi kemana saja haha.” Canda Raffa.


“Aku khawatir


sama kakak, tunda dulu saja lah kak.” Kata Renata.


“Aku harus


bangkit lagi dan aku juga harus selidiki kecurigaanmu selama ini.” Kata Raffa.


“Memangnya kak


Raffa yakin kalau Angel pergi ke Jepang?” Tanya Renata.


“Aku yakin,


karena Jepang adalah tempat favoritnya dan kita dulu pernah berlibur kesana.”


Kata Raffa.


“Jadi


sebenarnya kak Raffa ingin pergi ke Jepang itu untuk menemui si Angel atau


bagaimana?” Tanya Renata.


“Tujuan utamaku


kesana adalah ingin menenangkan pikiranku lalu mencari investor untuk


perusahaanku, kalau disana aku bertemu dengan Angel ya mungkin aku…”


“Memangnya kak


Raffa masih ada rasa dengannya setelah dia melakukan ini semua kepada kakak?” Tanya


Renata.


“Tentu tidak,


namun aku juga butuh penjelasan banyak darinya. Aku memang saat itu dendam


padanya namun kakak sadar bahwa dia melakukan itu semua karena akibat ulahku


sendiri.” Kata Raffa.


“Lalu bagaimana


dengan Kaira? Apa kakak masih berharap bisa kembali padanya?” Tanya Renata.

__ADS_1


“Aku sangat


mencintainya, benar-benar mencintainya sama seperti aku mencintai Alita. Mungkin


Tuhan sedang menghukumku dengan mengirimkan wanita seperti Kaira lalu bodohnya


diriku melepaskannya dengan mudah, lalu sekarang aku benar-benar seperti orang


gila karena kehilangan dirinya.” Kata Raffa sambil meneteskan air mata.


“Sabar kak. Inilah


cara Tuhan agar kakak bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dan bisa lebih


menghargai seorang wanita. Apakah Kaira tau kalau besok kakak pergi keluar


negeri?” Tanya Renata.


“Tadi aku bilang


padanya tapi aku tidak yakin dia menemuiku besok.” Kata Raffa.


“Kalau memang


dia masih ada rasa sama kakak, aku yakin pasti dia akan menemui kakak besok. Makan


dulu deh kak setelah itu istirahat lagi, jangan lupa obat nya diminum kak.”


Kata Renata.


“Iya, bawel


banget deh kayak mama aja.” Kata Raffa.


aku bakal jadi mama kak.” Kata Renata.


“Kamu hamil?” Tanya


Raffa.


“Iya kak, usia


kandunganku saat ini sudah 1 bulan.” Kata Renata sambil tersenyum.


“Selamat ya,


jaga baik-baik inget jangan stress atau kecapekan. Diem aja dirumah, biar


suamimu yang cari uang.” Pesan Raffa.


“Pasti kak, uda


sana makan dulu.” Kata Renata.


“Iya bumil.”


Kata Raffa.


**

__ADS_1


Keesokan harinya,


Raffa bangun pagi langsung ke meja makan. Disana ada Renata bersama suaminya


sedang sarapan.


“Makan yang


banyak istriku.” Kata suami Renata.


“Aku mau nya di


suapin sayang, kan aku nggak boleh banyak gerak, tanganku berat nih mau angkat


sendok.” Kata Renata sambil senyum manja.


“Emang bener


kata orang ya kalau bumil itu manja banget.” Kata Raffa tiba-tiba bergabung


bersama mereka.


“Iya nih kak,


tapi nggak masalah kak. Hal itu malah bikin hubungan suami istri jadi semakin


langgeng kan kak.” Kata suami Renata.


“Uda mas jangan


dengarkan ucapan kak Raffa, cepet suapin aku.” Kata Renata.


“Iya, buka


mulutnya.” Kata suami Renata.


**


Di restoran


Kaira dan Arka. Kaira bingung antara menemui Raffa di bandara atau tidak,


karena mungkin saja itu pertemuan terakhirnya dengan mantan suaminya. Jam menunjukkan


pukul 10.00 WIB.


Dalam hatinya, “Haruskah aku kesana atau haruskah aku tetap


disini dengan semua perasaan ini. Aku bingung, oh Tuhan apa yang harus


kulakukan.”


“Makan dulu yuk.”


Ajak Arka.


“Iya, mau makan


dimana? Disini atau diluar?” Tanya Kaira.

__ADS_1


“Diluar aja


yuk, ayo pergi sekarang.” Ajak Arka.


__ADS_2