
Dirumah Renata
“Jam berapa ini
kak? Kakak harus banyak istirahat apalagi besok kakak mau perjalanan jauh lagi.
Aku bisa aja reschedull kalau kakak mau.” Kata Renata.
“Aku sudah
sehat kok buktinya bisa pergi kemana saja haha.” Canda Raffa.
“Aku khawatir
sama kakak, tunda dulu saja lah kak.” Kata Renata.
“Aku harus
bangkit lagi dan aku juga harus selidiki kecurigaanmu selama ini.” Kata Raffa.
“Memangnya kak
Raffa yakin kalau Angel pergi ke Jepang?” Tanya Renata.
“Aku yakin,
karena Jepang adalah tempat favoritnya dan kita dulu pernah berlibur kesana.”
Kata Raffa.
“Jadi
sebenarnya kak Raffa ingin pergi ke Jepang itu untuk menemui si Angel atau
bagaimana?” Tanya Renata.
“Tujuan utamaku
kesana adalah ingin menenangkan pikiranku lalu mencari investor untuk
perusahaanku, kalau disana aku bertemu dengan Angel ya mungkin aku…”
“Memangnya kak
Raffa masih ada rasa dengannya setelah dia melakukan ini semua kepada kakak?” Tanya
Renata.
“Tentu tidak,
namun aku juga butuh penjelasan banyak darinya. Aku memang saat itu dendam
padanya namun kakak sadar bahwa dia melakukan itu semua karena akibat ulahku
sendiri.” Kata Raffa.
“Lalu bagaimana
dengan Kaira? Apa kakak masih berharap bisa kembali padanya?” Tanya Renata.
__ADS_1
“Aku sangat
mencintainya, benar-benar mencintainya sama seperti aku mencintai Alita. Mungkin
Tuhan sedang menghukumku dengan mengirimkan wanita seperti Kaira lalu bodohnya
diriku melepaskannya dengan mudah, lalu sekarang aku benar-benar seperti orang
gila karena kehilangan dirinya.” Kata Raffa sambil meneteskan air mata.
“Sabar kak. Inilah
cara Tuhan agar kakak bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dan bisa lebih
menghargai seorang wanita. Apakah Kaira tau kalau besok kakak pergi keluar
negeri?” Tanya Renata.
“Tadi aku bilang
padanya tapi aku tidak yakin dia menemuiku besok.” Kata Raffa.
“Kalau memang
dia masih ada rasa sama kakak, aku yakin pasti dia akan menemui kakak besok. Makan
dulu deh kak setelah itu istirahat lagi, jangan lupa obat nya diminum kak.”
Kata Renata.
“Iya, bawel
banget deh kayak mama aja.” Kata Raffa.
aku bakal jadi mama kak.” Kata Renata.
“Kamu hamil?” Tanya
Raffa.
“Iya kak, usia
kandunganku saat ini sudah 1 bulan.” Kata Renata sambil tersenyum.
“Selamat ya,
jaga baik-baik inget jangan stress atau kecapekan. Diem aja dirumah, biar
suamimu yang cari uang.” Pesan Raffa.
“Pasti kak, uda
sana makan dulu.” Kata Renata.
“Iya bumil.”
Kata Raffa.
**
__ADS_1
Keesokan harinya,
Raffa bangun pagi langsung ke meja makan. Disana ada Renata bersama suaminya
sedang sarapan.
“Makan yang
banyak istriku.” Kata suami Renata.
“Aku mau nya di
suapin sayang, kan aku nggak boleh banyak gerak, tanganku berat nih mau angkat
sendok.” Kata Renata sambil senyum manja.
“Emang bener
kata orang ya kalau bumil itu manja banget.” Kata Raffa tiba-tiba bergabung
bersama mereka.
“Iya nih kak,
tapi nggak masalah kak. Hal itu malah bikin hubungan suami istri jadi semakin
langgeng kan kak.” Kata suami Renata.
“Uda mas jangan
dengarkan ucapan kak Raffa, cepet suapin aku.” Kata Renata.
“Iya, buka
mulutnya.” Kata suami Renata.
**
Di restoran
Kaira dan Arka. Kaira bingung antara menemui Raffa di bandara atau tidak,
karena mungkin saja itu pertemuan terakhirnya dengan mantan suaminya. Jam menunjukkan
pukul 10.00 WIB.
Dalam hatinya, “Haruskah aku kesana atau haruskah aku tetap
disini dengan semua perasaan ini. Aku bingung, oh Tuhan apa yang harus
kulakukan.”
“Makan dulu yuk.”
Ajak Arka.
“Iya, mau makan
dimana? Disini atau diluar?” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Diluar aja
yuk, ayo pergi sekarang.” Ajak Arka.