
Adena memasuki ruangan pertemuan
dan betapa kagetnya ketika dia melihat Aidan sedang memperkenalkan diri sambil
memberikan sambutan kepada para tamu undangan yang hadir.
“Apa? Dia sedang apa coba disini?
Memangnya dia siapa sih?” Tanya Adena dalam hati.
“Adena.” Panggil salah satu
kenalan Adena yang bernama Mita.
“Mita, eh dia siapa sih?” Tanya
Adena.
“Ya ampun kamu tidak tau siapa
dia, dia itu idola para wanita, duda keren. Dia adalah direktur di kantor
cabang Jaksel, kamu kan mewakili kantor pusat ya. Dia itu atasanku dan auranya
benar-benar.” Kata Mita.
“Biasa saja, justru terlihat
sangat menyebalkan.” Kata Adena.
“Husss hati-hati kalau bicara,
dia itu terkenal sangat tegas dan tidak ada toleransi sama sekali, siapapun
yang mencari gara-gara dengannya bisa berakhir dengan dimutasi atau paling
parahnya adalah dikeluarkan dari perusahaan, serem kan.” Bisik Mita.
“What? Kenapa kejam sekali sih,
tapi tidak masalah bagiku karena dia tidak satu kantor denganku.” Kata Adena.
“Dia mau pindah ke kantormu loh,
dia jadi direktur disana soalnya kan pak Ferdinan pensiun.” Kata Mita.
“Apa?” Teriak Adena yang membuat
__ADS_1
terkejut para tamu sampai Aidan pun menoleh ke arah Adena, Adena sangat malu
lalu menunduk sambil meminta maaf.
“Pelankan suaramu.” Bisik Mita.
Adena masih tidak habis pikir
bahwasanya Aidan akan pindah ke kantornya dan menjadi atasannya.
Jam istirahat
Adena keluar ruangan lalu
menelfon Ferdinan.
“Hallo pak.” Kata Adena.
“Bagaimana? Kamu sudah bertemu
dengan direktur baru kantor kita? Dia masih muda tapi memiliki segudang
prestasi loh, dan pastinya tampan rupawan.” Kata Ferdinan.
“Astaga pak, kenapa bapak tidak
memberitahu saya kalau dia akan menggantikan bapak? Seharusnya bapak
“Hehehe maaf Adena, ya beginilah
karena saya sibuk sekali jadi tidak sempat memberitahumu. Oh iya sepulangmu
nanti ke Jakarta, dia juga akan langsung menggantikan posisi saya dan saya akan
menikmati hari tua saya bersama para cucu saya hahaha, semoga dia bisa menjadi
pemimpin yang baik dan bisa memajukan kantor cabang kita ya, have fun ya
disana.” Kata Ferdinan langsung menutup telfonnya.
“Ahhhh sial sial sial, kenapa
harus dia yang menjadi direktur, dan kenapa harus dia yang pindah ke kantorku,
aduh bisa gila aku. Kelakuannya saja lebih mirip seorang penguntit daripada
direktur.” Kata Adena.
__ADS_1
“Siapa penguntit?” Tanya Aidan
tiba-tiba muncul di belakang Adena.
“Astaga, maaf sebelumnya saya
tidak tau kalau bapak akan pindah ke kantor pusat, sekali lagi saya meminta
maaf.” Kata Adena.
“Jadi seperti ini ya kelakuan
anak emasnya bapak Ferdinan, telat saat bekerja dan suka membicarakan orang di
belakang hmmmm. Saya heran kenapa pak Ferdinan sangat mempercayaimu ya.” Kata
Aidan.
“Saya tidak pernah datang
terlambat, tapi untuk hari ini saya akui memang saya terlambat karena bangun
kesiangan, oh iya saya dan pak Ferdinan sudah bekerja cukup lama dari mulai
saya hanyalah seorang staff admin biasa sampai di posisi saya saat ini, saya
juga tidak mengerti kenapa pak Ferdinan sangat mempercayai saya mungkin karena
saya pekerja keras dan professional, permisi.” Kata Adena.
“Jika kamu ingin posisimu aman
maka aku harus mengetesmu terlebih dahulu.” Kata Aidan.
“Bapak bahkan belom menjadi
atasan saya jadi bapak tidak berhak untuk mengetes saya seenaknya.” Kata Adena.
“Saya bisa saja memutasi kamu
atau saya akan menurunkan posisimu menjadi admin seperti saat kamu pertama kali
bekerja.” Kata Aidan.
“Tidak bisa begitu karena bapak
belum tau kinerja saya seperti apa.” Kata Adena.
__ADS_1
“Kalau begitu buktikan kalau
memang kinerjamu bagus, dimulai dari sekarang juga.” Kata Aidan.