Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 7


__ADS_3

Adena memasuki ruangan pertemuan


dan betapa kagetnya ketika dia melihat Aidan sedang memperkenalkan diri sambil


memberikan sambutan kepada para tamu undangan yang hadir.


“Apa? Dia sedang apa coba disini?


Memangnya dia siapa sih?” Tanya Adena dalam hati.


“Adena.” Panggil salah satu


kenalan Adena yang bernama Mita.


“Mita, eh dia siapa sih?” Tanya


Adena.


“Ya ampun kamu tidak tau siapa


dia, dia itu idola para wanita, duda keren. Dia adalah direktur di kantor


cabang Jaksel, kamu kan mewakili kantor pusat ya. Dia itu atasanku dan auranya


benar-benar.” Kata Mita.


“Biasa saja, justru terlihat


sangat menyebalkan.” Kata Adena.


“Husss hati-hati kalau bicara,


dia itu terkenal sangat tegas dan tidak ada toleransi sama sekali, siapapun


yang mencari gara-gara dengannya bisa berakhir dengan dimutasi atau paling


parahnya adalah dikeluarkan dari perusahaan, serem kan.” Bisik Mita.


“What? Kenapa kejam sekali sih,


tapi tidak masalah bagiku karena dia tidak satu kantor denganku.” Kata Adena.


“Dia mau pindah ke kantormu loh,


dia jadi direktur disana soalnya kan pak Ferdinan pensiun.” Kata Mita.


“Apa?” Teriak Adena yang membuat

__ADS_1


terkejut para tamu sampai Aidan pun menoleh ke arah Adena, Adena sangat malu


lalu menunduk sambil meminta maaf.


“Pelankan suaramu.” Bisik Mita.


Adena masih tidak habis pikir


bahwasanya Aidan akan pindah ke kantornya dan menjadi atasannya.


Jam istirahat


Adena keluar ruangan lalu


menelfon Ferdinan.


“Hallo pak.” Kata Adena.


“Bagaimana? Kamu sudah bertemu


dengan direktur baru kantor kita? Dia masih muda tapi memiliki segudang


prestasi loh, dan pastinya tampan rupawan.” Kata Ferdinan.


“Astaga pak, kenapa bapak tidak


memberitahu saya kalau dia akan menggantikan bapak? Seharusnya bapak


“Hehehe maaf Adena, ya beginilah


karena saya sibuk sekali jadi tidak sempat memberitahumu. Oh iya sepulangmu


nanti ke Jakarta, dia juga akan langsung menggantikan posisi saya dan saya akan


menikmati hari tua saya bersama para cucu saya hahaha, semoga dia bisa menjadi


pemimpin yang baik dan bisa memajukan kantor cabang kita ya, have fun ya


disana.” Kata Ferdinan langsung menutup telfonnya.


“Ahhhh sial sial sial, kenapa


harus dia yang menjadi direktur, dan kenapa harus dia yang pindah ke kantorku,


aduh bisa gila aku. Kelakuannya saja lebih mirip seorang penguntit daripada


direktur.” Kata Adena.

__ADS_1


“Siapa penguntit?” Tanya Aidan


tiba-tiba muncul di belakang Adena.


“Astaga, maaf sebelumnya saya


tidak tau kalau bapak akan pindah ke kantor pusat, sekali lagi saya meminta


maaf.” Kata Adena.


“Jadi seperti ini ya kelakuan


anak emasnya bapak Ferdinan, telat saat bekerja dan suka membicarakan orang di


belakang hmmmm. Saya heran kenapa pak Ferdinan sangat mempercayaimu ya.” Kata


Aidan.


“Saya tidak pernah datang


terlambat, tapi untuk hari ini saya akui memang saya terlambat karena bangun


kesiangan, oh iya saya dan pak Ferdinan sudah bekerja cukup lama dari mulai


saya hanyalah seorang staff admin biasa sampai di posisi saya saat ini, saya


juga tidak mengerti kenapa pak Ferdinan sangat mempercayai saya mungkin karena


saya pekerja keras dan professional, permisi.” Kata Adena.


“Jika kamu ingin posisimu aman


maka aku harus mengetesmu terlebih dahulu.” Kata Aidan.


“Bapak bahkan belom menjadi


atasan saya jadi bapak tidak berhak untuk mengetes saya seenaknya.” Kata Adena.


“Saya bisa saja memutasi kamu


atau saya akan menurunkan posisimu menjadi admin seperti saat kamu pertama kali


bekerja.” Kata Aidan.


“Tidak bisa begitu karena bapak


belum tau kinerja saya seperti apa.” Kata Adena.

__ADS_1


“Kalau begitu buktikan kalau


memang kinerjamu bagus, dimulai dari sekarang juga.” Kata Aidan.


__ADS_2