Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Ke Wedding Party


__ADS_3

Kaira sedang merias diri sebelum


pergi ke kondangan bersama suaminya.


“Sayang.” Kata Raffa.


“Ada apa mas?” Tanya Kaira.


“Kenapa ya aku epikiran dengan


ucapan si Rasya kemarin.” Kata Raffa.


“Masalah dokter Intan ya?” Tanya


Kaira.


“Iya, apa sebaiknya kau pindah ke


dokter lain saja. Aku khawatir sekali soalnya.” Kata Raffa.


“Baiklah kalau begitu, besok aku


akan mencari dokter kandungan baru.” Kata Kaira.


“Coba kau tanya ke Renata saja.”


Kata Raffa.


“Iya mas, aku nanti akan bertanya


padanya.” Kata Kaira.


“Aku tunggu diluar ya, kau lama


sekali kalau dandan.” Kata Raffa.


“Iya sebentar mas, aku sudah


selesai dandan kok, tinggal menata rambutku saja.” Kata Kaira.


“Aku tunggu di kamarnya Kei.”


Kata Raffa.


“Baiklah mas.” Jawab Kaira.


Setelah selesai mereka segera pergi


ke kondangan teman Raffa. Setibanya disana, Raffa asyik ngobrol dengan temannya


sedangkan Kaira menikmati makanan yang ada. Tiba-tiba ada wanita yang datang


menghampiri Kaira.



“Kau istri Raffa ya?” Tanya


wanita itu.


“Ah iya, namaku Kaira. Kalau


kamu?” Tanya Kaira.


“Aku cindy, aku teman SMA nya


Raffa dulu. Wah kau sedang hamil ya, hamil anak yang ke berapa?” Tanya Cindy.


“Hamil anak keduaku, sekarang

__ADS_1


memasuki bulan ke lima.” Kata Kaira.


“Wah selamat ya, semoga sehat


selalu sampai persalinan nanti ya. Oh ya dokter kandunganmu siapa kalau boleh


tau?” Tanya Cindy.


“Dokter kandunganku adalah dokter


Intan.” Kata Kaira.


“Dokter Intan dari rumah sakit


kasih bunda ya?” Tanya Cindy.


“Iya benar sekali, kau


mengenalnya?” Tanya Kaira.


“Tidak, dulu temanku pernah periksa


ke dokter Intan juga tapi akhirnya dia beralih ke dokter lain.” Kata Cindy.


“Loh memangnya kenapa?” Tanya


Kaira.


“Lebih baik kau beralih ke dokter


lain saja.” Kata Cindy.


“Memangnya kenapa? Tolong


beritahu aku.” Kata Kaira.


aku tidak enak jika menceritakan aib orang lain apalagi aib seorang dokter.”


Kata Cindy.


“Aku mohon beritau aku.” Kata


Kaira.


“Maaf ya aku tidak bisa, tapi


saranku lebih baik kau pindah ke dokter lainnya saja. Oh ya anak pertamamu ikut


juga?” Tanya Cindy.


“Tidak, dia sedang dirumah, dia


asyik bermain makanya tidak ikut.” Kata Kaira.


“Kalau begitu lanjutkan makanmu,


aku mau kesana dulu ya.” Kata Cindy.


“Iya, terimakasih banyak


sebelumnya.” Kata Kaira.


**


Kaira dan Raffa kembali pulang ke


rumah.


“Mas, Cindy itu teman SMA kamu

__ADS_1


ya?” Tanya Kaira.


“Iya, kenapa?” Tanya Raffa.


“Tadi dia menyapaku lalu kita


saling bertanya dan bercerita. Ternyata dia mengenal dokter Intan juga mas.” Kata


Kaira.


“Benarkah? Lalu apa katanya?”


Tanya Raffa.


“Temannya dulu periksa kandungan


ke dokter Intan tapi lama-lama beralih ke dokter lain. Waktu aku tanya


alasannya apa, Cindy tidak mau memberitahuku. Tapi dia menyarankanku untuk


beralih juga ke dokter lain. Aku jadi curiga sebenarnya ada apa dengan dokter


Intan? Apa yang salah dengannya ya?” Tanya Kaira heran.


“Mungkin dokter Intan memiliki


reputasi yang buruk di rumah sakitnya.” Kata Raffa.


“Lalu bagaimana menurutmu mas? Apakah


aku harus beralih ke dokter lain?” Tanya Kaira.


“Kalau kamu memang ragu dengan


dokter Intan ya lebih baik beralih saja sayang. Kita tidak ingin ada kejadian


lain yang bisa mengakibatkan kesehatanmu dan bayi kita.” Kata Raffa.


“Lalu apakah aku harus bicara


juga ke dokter Intan kalau aku beralih ke dokter lain?” Tanya Kaira.


“Tidak usah, langsung saja


beralih ke dokter lain. Kau coba tanya ke Renata ya.” Kata Raffa.


“Baiklah mas, aku jadi takut dan


khawatir mas, aku juga jadi curiga dengan dokter Intan. Sebaiknya aku cari tau


saja deh.” Kata Kaira.


“Tidak usah sayang, sudahlah


fokus saja dengan kesehatanmu dan bayi yang ada didalam perutmu.” Kata Raffa.


“Hmmm iya deh. Tidur yuk mas,


badanku lelah sekali.” Kata Kaira.


“Aku pijitin ya.” Kata Raffa.


“Boleh mas, tolong pijitin kakiku


dulu mas, di bagian telapak kakiku rasanya lelah sekali.” Kata Kaira.


“Oke.” Kata Raffa. Lalu Raffa


memijit istrinya dengan perlahan.

__ADS_1


__ADS_2