Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 32


__ADS_3

“Iya gue memang abis berantem


sama kakak loe, loe nggak liat apa pipi gue lebam kayak gini.” Kata Rasya.


“Ya ampun sorry gue nggak liat.


Sini biar gue obatin, kebetulan gue bawa salep yang waktu itu loe pakai buat


ngobatin luka di pipi gue.” Kata Kaira sambil segera mengambil salep dan


mengoleskannya ke pipi Rasya.


Rasya menjadi gemetaran dan


salting ketika pipinya diobatin oleh Kaira. Lalu Rasya tersenyum malu dan


karena salting tanpa sadar tangannya memegang tangan Kaira yang sedang


mengoleskan salep di pipinya. Waaaaw sepertinya akan ada cinta segitiga nih.


Okey lanjuttt


“Ehh sorry.” Kata Rasya.


“Eh iya. Gimana dingin kan abis


dikasih salep?” Tanya Kaira.


“Iya dingin Ra. Oh ya hari ini


temenin gue ya. Gue nggak pengen pulang gue mau nginep di hotel aja biar nggak


stres makanya loe temenin gue ya. Loe bisa cerita apa aja yang bahkan ngapain


aja disini. Lagian Raffa kan hari ini keluar kota.” Kata Rasya dengan senyum


sinisnya yang mencurigakan.


“Haaa nginep disini? Terus tadi


kamu bilang kalau Raffa pergi keluar kota?” tanya Kaira.

__ADS_1


“Iya nanti aku pesenin kamar


disebelah kamarku. Jangan mikir aneh-aneh kau ya, mana mungkin gue macem-macem


sama kakak ipar gue haha. Memangnya si Raffa nggak bilang kalau hari ini dia


mau keluar kota?” Tanya Rasya.


“Nggak, mungkin dia sibuk. Aku


telfon dulu ya, sebentar ya.” Kata Kaira, lalu dia keluar sebentar untuk


menelfon Raffa.


“Hallo Raffa kau dimana


sekarang?” Tanya Kaira.


“Ada apa? Oh ya hari ini aku ada


urusan jadi aku mau keluar kota selama tiga hari, tidak usah menggangguku


Dalam hati Kaira, “Apa benar dia ada urusan diluar kota?


Kenapa aku jadi khawatir ya sama dia ya? Jangan-jangan dia mau menemui wanita


lain lagi. Kenapa gue jadi khawatir sama dia kenapa juga gue cemburu sama


pacarnya si Raffa. Ok i dont care, malam ini kan aku ditemani oleh Rasya, uda


baik, manis, pengertian lagi hahaha.”


“Sorry ya, gue abis nelfon Raffa


barusan dan memang benar dia mau keluar kota dan bahkan tidak pulang.” Kata


Kaira.


“Memangnya kau yakin kalau dia


benar-benar ada urusan kerjaan? Apa kau tidak curiga kalau Raffa keluar kota

__ADS_1


itu ternyata untuk menemui wanita lain?” Tanya Rasya.


“Aku yakin dia tidak akan


berbohong dan dia benar-benar ada urusan kerja. Oh ya loe belom cerita nih,


sebenarnya ada masalah apa loe sama si Raffa? Kira-kira gue bisa bantu apa biar


masalah kalian cepat selesai?” tanya Kaira.


“Loe serius mau bantu gue?” Tanya


Rasya.


“Iya, apa yang bisa gue lakuin


buat bantu loe?” Kata Kaira.


“Gue ingin apa yang dimiliki


Raffa jadi milikku, gue nggak mau selalu diremehkan sama dia.” Kata Rasya


dengan nada sangat serius.


“Hei dengerin gue. Loe itu punya


segalanya, perusahaan, karir, jabatan bahkan harta juga melimpah, loe punya itu


semua. Loe itu juga baik hati, pengertian bahkan peduli dengan orang lain,


bahkan loe jauh lebih baik daripada Raffa. Jadi jangan pernah underestimate


diri sendiri seperti ini dong.” Kata Kaira.


“Tidak, dia punya segalanya


bahkan karirnya pun dengan mudah dia dapatkan, bahkan dia yang sangat buruk


akhlaknya pun dan punya banyak wanita simpanan bisa mendapatkan istri sebaik


dan secantik loe. Dia punya segalanya Ra.” Kata Rasya.

__ADS_1


__ADS_2