
“Iya gue memang abis berantem
sama kakak loe, loe nggak liat apa pipi gue lebam kayak gini.” Kata Rasya.
“Ya ampun sorry gue nggak liat.
Sini biar gue obatin, kebetulan gue bawa salep yang waktu itu loe pakai buat
ngobatin luka di pipi gue.” Kata Kaira sambil segera mengambil salep dan
mengoleskannya ke pipi Rasya.
Rasya menjadi gemetaran dan
salting ketika pipinya diobatin oleh Kaira. Lalu Rasya tersenyum malu dan
karena salting tanpa sadar tangannya memegang tangan Kaira yang sedang
mengoleskan salep di pipinya. Waaaaw sepertinya akan ada cinta segitiga nih.
Okey lanjuttt
“Ehh sorry.” Kata Rasya.
“Eh iya. Gimana dingin kan abis
dikasih salep?” Tanya Kaira.
“Iya dingin Ra. Oh ya hari ini
temenin gue ya. Gue nggak pengen pulang gue mau nginep di hotel aja biar nggak
stres makanya loe temenin gue ya. Loe bisa cerita apa aja yang bahkan ngapain
aja disini. Lagian Raffa kan hari ini keluar kota.” Kata Rasya dengan senyum
sinisnya yang mencurigakan.
“Haaa nginep disini? Terus tadi
kamu bilang kalau Raffa pergi keluar kota?” tanya Kaira.
__ADS_1
“Iya nanti aku pesenin kamar
disebelah kamarku. Jangan mikir aneh-aneh kau ya, mana mungkin gue macem-macem
sama kakak ipar gue haha. Memangnya si Raffa nggak bilang kalau hari ini dia
mau keluar kota?” Tanya Rasya.
“Nggak, mungkin dia sibuk. Aku
telfon dulu ya, sebentar ya.” Kata Kaira, lalu dia keluar sebentar untuk
menelfon Raffa.
“Hallo Raffa kau dimana
sekarang?” Tanya Kaira.
“Ada apa? Oh ya hari ini aku ada
urusan jadi aku mau keluar kota selama tiga hari, tidak usah menggangguku
Dalam hati Kaira, “Apa benar dia ada urusan diluar kota?
Kenapa aku jadi khawatir ya sama dia ya? Jangan-jangan dia mau menemui wanita
lain lagi. Kenapa gue jadi khawatir sama dia kenapa juga gue cemburu sama
pacarnya si Raffa. Ok i dont care, malam ini kan aku ditemani oleh Rasya, uda
baik, manis, pengertian lagi hahaha.”
“Sorry ya, gue abis nelfon Raffa
barusan dan memang benar dia mau keluar kota dan bahkan tidak pulang.” Kata
Kaira.
“Memangnya kau yakin kalau dia
benar-benar ada urusan kerjaan? Apa kau tidak curiga kalau Raffa keluar kota
__ADS_1
itu ternyata untuk menemui wanita lain?” Tanya Rasya.
“Aku yakin dia tidak akan
berbohong dan dia benar-benar ada urusan kerja. Oh ya loe belom cerita nih,
sebenarnya ada masalah apa loe sama si Raffa? Kira-kira gue bisa bantu apa biar
masalah kalian cepat selesai?” tanya Kaira.
“Loe serius mau bantu gue?” Tanya
Rasya.
“Iya, apa yang bisa gue lakuin
buat bantu loe?” Kata Kaira.
“Gue ingin apa yang dimiliki
Raffa jadi milikku, gue nggak mau selalu diremehkan sama dia.” Kata Rasya
dengan nada sangat serius.
“Hei dengerin gue. Loe itu punya
segalanya, perusahaan, karir, jabatan bahkan harta juga melimpah, loe punya itu
semua. Loe itu juga baik hati, pengertian bahkan peduli dengan orang lain,
bahkan loe jauh lebih baik daripada Raffa. Jadi jangan pernah underestimate
diri sendiri seperti ini dong.” Kata Kaira.
“Tidak, dia punya segalanya
bahkan karirnya pun dengan mudah dia dapatkan, bahkan dia yang sangat buruk
akhlaknya pun dan punya banyak wanita simpanan bisa mendapatkan istri sebaik
dan secantik loe. Dia punya segalanya Ra.” Kata Rasya.
__ADS_1