
Raffa masuk kembali ke kamar untuk membantu Kaira membersihkan diri dan cuci muka.
“Aku bisa sendiri kok. Tidak usah khawatir.” Kata Kaira pada Raffa.
“Memangnya kamu bisa? Tubuhmu saja masih lemas seperti itu. Aku antar saja ke toilet ya. Mari
aku bantu.” Kata Raffa.
“Tidak perlu, buktinya aku bisa jalan sendiri bahkan sampai ke kantin. Kau tunggu saja di
sofa. Aku tidak akan lama.” Kata Kaira.
“Ya sudahlah aku tunggu disini saja. Kalau butuh bantuan segera panggil aku.” Kata Raffa.
Lalu Kaira segera ke toilet untuk cuci muka dan membersihkan diri.
“Dasar tidak peka sekali sih, kalau memang niat mau bantu yauda tinggal bantu saja tidak perlu menawarkan diri, dasar menyebalkan.” Gerutu Kaira dalam hati.
Saat didalam toilet, dia kesulitan untuk menyikat gigi dan mencuci mukanya karena tangannya
masih terasa sakit untuk digerakkan, ia butuh bantuan namun malu untuk meminta
tolong Raffa.
“Aduh kenapa tanganku terasa sakit untuk
digerakkan keatas, padahal tadi saja aku bisa makan sendiri bahkan bisa
berjalan sampai kantin. Lalu kenapa disaat seperti ini justru kambuh ya. Kaira
kamu pasti bisa pasti kuat kamu nggak boleh manja dan merepotkan orang lain,
please jangan sampai minta tolong ke Raffa.” Kata Kaira dalam hati.
Saat Kaira menyalakan kran wastafel, tiba-tiba dia menjatuhkan handuk yang sedang dia
bawa. Saat mengambil handuk tersebut kepalanya terbentur wastafel dan spontan
Kaira berteriak. Raffa pun bergegas menuju toilet dan mengetuk pintu.
“Kaira kau kenapa? Kau tidak apa-apa kan? Ada yang bisa kubantu?” Tanya Raffa.
“Kepalaku sakit terbentur wastafel. Aku tidak apa-apa kok. Aku bisa kok.” Kata Kaira. Lalu dia
segera bangkit dan mencuci rambutnya, saat dia akan membersihkan rambutnya air
kran wastafel tersebut tidak bisa keluar sedangkan rambutnya penuh dengan busa.
Akhirnya dia meminta tolong Raffa.
“Airnya mati ini, rambutku penuh dengan busa, aduh bagaimana ini?” Tanya Kaira.
“Coba diputar lagi, atau coba kau lihat di kran nya barangkali ada yang menyumbat kran
tersebut. Lalu coba buka perlahan-lahan.” Kata Raffa.
“Ok, aku coba lihat dulu apakah ada barang yang menyumbat kran.” Kata Kaira.
Kemudian Kaira mengecek kran air tersebut.
“Sepertinya tidak ada yang menyumbat, coba pelan-pelan aku nyalakan saja.” Kata Kaira dalam hati. Dan tetap saja kran wastafel tersebut tidak berfungsi.
“Gimana apa sudah keluar airnya?” Tanya Raffa.
__ADS_1
“Belum, bagaimana ini jika terlalu lama mataku bisa pedih. Harusnya kau itu pilihkan
aku kamar inap yang vvip dong, kau kan kaya malah memilih kamar inap biasa
seperti ini dan harusnya kau juga cek apakah air kran nya berfungsi atau tidak.
Kalau seperti ini bagaimana dong. Mataku jadi pedih ini terkena busa shampoo.” Gerutu Kaira.
“Hei ini kamar vvip tau. Kamar inap segede ini kau bilang kamar biasa.” Kata Raffa.
“Lalu kenapa wastafelnya tidak berfungsi. Harusnya kau cek dulu dong gimana sih. Lalu bagaimana
ini aduh mataku pedih tau.” Kata Kaira.
“Iya iya tenang dulu aku juga sedang berpikir. Disitu ada shower kan, coba pakai itu saja.”
Teriak Raffa.
“Mana dimana sih aku tidak bisa membuka mata karena pedih terkena shampoo ini. Kasih solusi
kenapa malah seperti itu sih aduh perih tau, buruan dong.” Kata Kaira.
“Buka kuncinya dulu setelah itu aku ambilkan.” Kata Raffa.
“Apa? Tidak mau. Jangan berani macam-macam kau ya.” Kata Kaira.
“Lalu bagaimana caraku menolongmu jika aku tidak masuk kedalam, kau saja tidak bisa melihat
karena matamu pedih. Tenang saja aku hanya membantu dan tidak akan macam-macam,
lagipula aku juga sudah pernah melihatmu tanpa sehelai benang apapun haha.”
Canda Raffa.
ambilkan showernya dan kau segera keluar.” Kata Kaira.
“Iya iya takut banget sih.” Jawab Raffa.
Kemudian Kaira membuka kunci pintunya dan Raffa segera masuk untuk mengambilkan shower.
Dalam hati Raffa, “Huuuuh untung saja dia masih memakai baju kalau tidak bisa gawat.”
“Ini pegang showernya. Yakin bisa sendiri tanpa bantuanku?” Kata Raffa.
“Bisa, memangnya tanganku lumpuh. Yasudah kalau sudah selesai cepat keluar.” Kata Kaira.
Lalu Raffa segera keluar dan Kaira membilas rambutnya serta mencuci wajahnya.
**
“Kau sudah selesai?” Tanya Raffa.
“Sudah.” Jawab Kaira.
“Sini aku bantu keringkan rambutmu. Tubuhmu itu masih lemah.” Kata Raffa.
Kemudian Raffa mengambil hair dryer dan membantu mengeringkan rambut Kaira. Sesekali Raffa
mengelus rambutnya sesekali Raffa juga menarik rambutnya Kaira hingga membuat Kaira marah.
“Aduh sakit tau. Sudahlah biar aku sendiri saja.” Kata Kaira.
“Hahahaha maaf deh.” Kata Raffa.
__ADS_1
Kemudian suster Hana masuk dan tersenyum dengan tingkah Raffa yang semakin perhatian dengan Kaira.
“Ehemmm, sepertinya saya mengganggu keromantisan pasutri satu ini.” Kata suster Hana.
“Ah tidak juga kok.” Kata Kaira sambil mendorong Raffa agar menjauhinya.
“Mulut bisa berbohong tapi tidak dengan hati dong, saya bisa melihatnya dari kalian berdua.
Gimana keadaanmu? Sudah agak mendingan kan?” Tanya suster Hana.
“Tanganku kenapa masih terasa sakit ya sus.” Tanya Kaira.
“Oh sebenarnya
itu tidak apa-apa kok, jadi itu karena tanganmu menahan beban saat kau jatuh
kemarin. Sebentar lagi juga pulih, yang penting rutin aja minum obatnya sama
terapi jalan-jalan juga bisa membantumu agar cepat pulih. Seperti jalan-jalan
pas pagi dan sore hari biar tubuhmu tidak terlalu kaku. Ini tugasmu juga ya pak
Raffa agar nona Kaira segera sembuh dan segera pulang dari sini. Kalian tinggal
disini atau hanya sekedar liburan?” Kata suster Hana.
“Kami bukan suami istri sus.” Kata Kaira.
“Tapi kami pernah jadi pasutri dan sedang berusaha kembali seperti dulu lagi kok sus.”
Jawab Raffa dengan tersenyum bahagia.
“Sudahlah terima saja dia, aku bisa melihat ketulusannya dia kok.” Kata suster Hana sambil berbisik
di telinga Kaira.
“Tidak semudah itu suster.” Jawab Kaira.
“Haha aku mendukung kalian berdua. Oh ya ini obat yang harus kau minum. Inget ya sering
minum air putih dan juga aku akan jadwalkan terapi jalan agar kau segera sembuh.” Kata suster Hana.
“Terimakasih suster.” Jawab Raffa.
“Kalian tinggal dimana sih?” Tanya suster Hana.
“Aku akan segera pulang setelah pulang dari rumah sakit.” Kata Kaira.
“Oh begitu. Kalau pak Raffa tinggal dimana?” Tanya suster Hana.
“Ah saya tinggal di apartemen dekat sini.” Jawab Raffa.
“Setelah sembuh nanti, nggak ada salahnya kalau kalian menghabiskan waktu jalan-jalan
disini. Keliling Jepang kan banyak tempat bagus dan romantis disini hehe. Rugi
kalau langsung pulang.” Kata suster Hana.
Kaira hanya terdiam saja sedangkan Raffa tersenyum kegirangan.
“Yasudah saya tinggal dulu, semoga segera sembuh ya.
__ADS_1
“Terimakasih banyak sus.” Jawab mereka berdua bersamaan.