
Di taman,
“Apa yang terjadi padaku? Kenapa
aku tidak sadar kalau aku telah ditipu oleh seorang wanita cantik muda seperti
Min Yu Ra. Jangan-jangan surat yang aku tandatangani malam itu, aduh aku
benar-benar lupa dengan isinya karena aku tidak sadarkan diri saat itu,
bodohnya aku bahkan tidak membacanya terlebih dahulu, bagaimana ini. Tenang
Rasya kau masih direksi dari Hotel A, jika kau gagal dan tertipu disini, tenang
masih banyak perusahaan lain yang bisa kau ajak kerjasama.” Kata Rasya dalam
hati.
Beberapa menit kemudian, istrinya
menelfon.
“Mas cepat pulang sekarang.”
Bentak Angel.
“Aku sedang pusing bingung,
ternyata aku telah ditipu oleh rekanku disini.” Kata Rasya.
“Kau tau aku sekarang jadi gembel
karena di usir dari apartemen dan aku tidak punya uang sepeserpun. Sebenarnya
apa sih yang kau lakukan? Tadi sekretarismu datang kesini untuk menyuruhku
pergi karena kau tidak lagi memiliki hak untuk tinggal disini, dia juga bilang
kalau kau sekarang sudah tidak lagi bekerja di hotel A. Apa maksud semua ini
ha?” Tanya Angel.
“Apa kau bilang? Jadi aku
dipecat, berani sekali mereka. Memangnya mereka lupa dengan semua kerja kerasku
selama ini. Uangku juga tinggal sedikit dan sepertinya hanya cukup untuk tiket
penerbangan pulangku saja, sementara kau tinggal dimana gitu kau cari cara lah.
Hari ini juga pulang tunggu aku.” Kata Rasya.
“Heeeh kau itu seorang suami dan juga
__ADS_1
ayah, kau mau menelantarkanku disini? Aku juga tidak punya uang.” Bentak Angel.
“Kau jual lah tas atau
perhiasanmu itu.” Kata Rasya.
“Apa? Ini satu-satunya barang
yang aku punya mas, aku tidak akan menjualnya.” Kata Angel.
“Yauda kau nikmati saja jadi
gembel, sudah aku mau pesan tiket pulang jemput aku di bandara.” Kata Rasya
lalu menutup telfonnya.
Rasya semakin kesal dengan apa yang
menimpa pada dirinya. Setelah itu dia segera terbang ke Jepang menemui
istrinya. Di bandara, Angel sudah menunggu kedatangan Rasya dengan wajah
cemberut penuh kekesalan.
“Akhirnya sampai juga, kita
kemana sekarang? Mana kunci mobilnya aku saja yang nyetir?” Tanya Rasya.
“Apa kau bilang? Mobil?
miskin ngerti kau?” Bentak Angel sembari pergi menuju pintu keluar bandara.
“Kita naik taxi?” Tanya Rasya
lirih takut kena amukan istrinya.
“Orang miskin nggak pantas naik
taxi, naik kereta saja murah.” Kata Angel.
“Kita kemana ini?” Tanya Rasya.
“Harusnya aku yang nanya seperti
itu, kita mau tinggal dimana sekarang?” Bentak Angel.
“Aku akan pergi menemui
sekretarisku dan aku juga ingin menjelaskan apa yang terjadi.” Kata Rasya.
“Kau mau di usir pergi kesana?
Aku juga sudah sering pergi kesana dan selalu saja langsung di usir, sudahlah
__ADS_1
terima saja kehancuran dan kebodohanmu itu. Dari awal aku sudah curiga sama
kamu. Itulah akibatnya jika berani menikungku dan menghianatiku.” Kata Angel
kesal.
“Tau apa kau memangnya?” Tanya
Rasya.
“Aku tidak mau membahasnya
sekarang, nanti saja. Jadi gimana kita mau tinggal dimana ini?” Tanya Angel.
“Memangnya kau selama ini tinggal
dimana?” Tanya Rasya.
“Aku menyewa tempat yang murah,
saking murahnya sampai sesak rasanya karena super sempit.” Jelas Angel.
“Yauda sementara kau jual saja
perhiasanmu.” Kata Rasya.
“Heeei apa kau tidak lihat
pergelanganku kosong seperti ini, gelang, cincin anting kalung semua aku jual.”
Kata Angel.
“Yauda kita pindah saja ke tempat
yang agak luas.” Kata Rasya.
“Memangnya kau bisa jamin kita
bisa tinggal disana lebih lama, segera cari kerja sana aku tidak mau kita
miskin seperti ini.” Gerutu Angel.
“Besok saja aku temui sekretarisku,
aku akan jelaskan semuanya padanya.” Kata Rasya.
“Hmmmm terserah.” Kata Angel.
“Aku yakin ini semua pasti ulah
si Raffa.” Kata Rasya dalam hati.
Lalu mereka berdua segera naik
__ADS_1
kereta menuju rumah mereka.