
Feya turun ke
bawah untuk sarapan, namun dia tidak sengaja menginjak sesuatu di karpet
tangga.
“Aduh, ada apa
ini dibawah karpet tangga? Pasti bibi tidak pernah membersihkan karpet tangga.”
Kata Feya, lalu dia mengambil sesuatu tersebut dan dia menemukan sebuah jepit
rambut.
“Apa ini? jepit
rambut? Milik siapa ya ini kok jatuh disini? Kenapa tidak ada yang melihatnya
ya, pasti karena karpet tangga bermotif jadi tidak terlihat kalau ada jepit
rambut disini, bagus juga jepit rambutnya, aku akan menyimpannya.” Kata Feya.
Lalu Feya segera
ke meja makan untuk sarapan.
“Selamat pagi
mami papi.” Kata Feya.
“Selamat pagi
sayang, cepat panggil kakakmu.” Kata Kaira.
“Dia masih tidur
mi, biarkan saja sepertinya dia juga tidak mau makan bersama kita.” Kata Feya.
“Tapi dia juga
harus sarapan.” Kata Kaira.
“Nanti saja aku
yang mengantarkan makanan untuk kak Arabella.” Kata Feya.
“Mami senang
sekali kamu sangat menyayangi kakakmu.” Kata Kaira.
“Tapi dia selalu
berdebat denganku ma.” Kata Kei tiba-tiba.
“Karena kak Kei
selalu bersikap menyebalkan kepadaku.” Kata Feya.
“Justru kamu
yang menyebalkan.” Kata Kei.
“Tuh kan kamu
mulai lagi kak.” Kata Feya.
“Sudah sudah
jangan ribut, ayo dimakan dulu.” Kata Raffa.
“Hari ini papi
pergi ke kantor ya?” Tanya Feya.
“Tentu saja,
kenapa memangnya?” Tanya Raffa.
“Tidak apa-apa
pi, aku hanya bertanya saja. Oh ya sepertinya bibi tidak pernah membersihkan
__ADS_1
karpet tangga ya pa.” Kata Feya.
“Kenapa
memangnya?” Tanya Raffa.
“Tadi aku
menginjak sesuatu soalnya pa.” Kata Feya.
“Nanti biar mami
yang menyuruh bibi untuk membersihkan karpetnya.” Kata Kaira.
“Papi sudah
selesai makan, papi berangkat dulu ya.” Kata Raffa.
“Hati-hati ya pa.”
Kata Kei dan Feya.
**
Satu tahun
kemudian, hubungan Feya dan Jerry masih tetap berlanjut sedangkan Arabella
tidak mengetahuinya. Hari itu Jerry pergi bersama Arabella ke makam Viona.
“Kamu yakin akan
pergi kesana?” Tanya Jerry.
“Yakin, ini
peringatan kepergian bunda jadi aku harus mengunjunginya dan memberikan bunga
untuknya.” Kata Arabella.
“Baiklah, aku
akan mengantarmu kalau begitu. Aku hanya takut kamu menangis lagi.” Kata Jerry.
disampingku jadi aku akan kuat dan tegar menghadapinya.” Kata Arabella.
Setibanya di
makam Viona, Arabella meletakkan bunga di atas pusara Viona lalu mendoakannya.
“Hai bunda,
pasti bunda sudah bahagia disana. Aku sangat rindu dengan bunda semoga bunda
baik-baik saja. Aku berharap bunda akan menghampiriku meskipun hanya dalam
mimpi. Maafkan aku karena baru datang kesini, hari ini aku datang bersama
Jerry. Aku pamit dulu ya bunda, tolong datanglah ke mimpiku lagi ya bunda. Aku
mencintaimu bunda Viona.” Kata Arabella, Jerry yang mendengarnya tersentuh
dengan kesedihan yang dialami oleh Arabella.
“Istirahatlah
dengan tenang bunda.” Kata Jerry.
“Terima kasih ya
telah menemaniku datang kesini.” Kata Arabella.
“Sama-sama
sayang, sepertinya ada yang datang kesini sebelumnya.” Kata Jerry.
“Tidak ada,
mungkin bagian penjaga makam yang membersihkan dan merawatnya. Ayo kita
pulang.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Coba lihatlah
aku yakin sepertinya ada yang datang kesini sebelumnya.” Kata Jerry.
“Tidak ada
sayang, ayo kita pulang sekarang.” Ajak Arabella.
“Baiklah, mau
langsung pulang atau kemana?” Tanya Jerry.
“Langsung pulang
saja.” Kata Arabella.
“Tapi kamu belum
makan, makanlah dulu.” Kata Jerry.
“Tidak.” Kata
Arabella.
“Nanti kamu
sakit loh, kita ke restoran saja kalau begitu.” Kata Jerry.
“Terima kasih ya
kamu selalu ada untukku. Oh ya kita sudah lama menjalin hubungan, kamu ingin
hubungan kita tetap berlanjut kan sampai ke jenjang pernikahan?” Tanya
Arabella.
“Aduh bagaimana
ini. apa yang harus aku katakan padanya, aku tidak ingin berpisah dengannya
tapi aku juga tidak mau mengakhiri hubunganku dengan Feya.” Kata Jerry dalam
hati.
“Tentu saja
sayang, kita jalani saja hubungan ini dengan baik.” Kata Jerry.
Info :
Jangan lupa baca novel terbaruku ya yang judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.
Aku kasih bonus sinopsisnya ya.
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
__ADS_1
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.