Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 52


__ADS_3

Feya turun ke


bawah untuk sarapan, namun dia tidak sengaja menginjak sesuatu di karpet


tangga.


“Aduh, ada apa


ini dibawah karpet tangga? Pasti bibi tidak pernah membersihkan karpet tangga.”


Kata Feya, lalu dia mengambil sesuatu tersebut dan dia menemukan sebuah jepit


rambut.


“Apa ini? jepit


rambut? Milik siapa ya ini kok jatuh disini? Kenapa tidak ada yang melihatnya


ya, pasti karena karpet tangga bermotif jadi tidak terlihat kalau ada jepit


rambut disini, bagus juga jepit rambutnya, aku akan menyimpannya.” Kata Feya.


Lalu Feya segera


ke meja makan untuk sarapan.


“Selamat pagi


mami papi.” Kata Feya.


“Selamat pagi


sayang, cepat panggil kakakmu.” Kata Kaira.


“Dia masih tidur


mi, biarkan saja sepertinya dia juga tidak mau makan bersama kita.” Kata Feya.


“Tapi dia juga


harus sarapan.” Kata Kaira.


“Nanti saja aku


yang mengantarkan makanan untuk kak Arabella.” Kata Feya.


“Mami senang


sekali kamu sangat menyayangi kakakmu.” Kata Kaira.


“Tapi dia selalu


berdebat denganku ma.” Kata Kei tiba-tiba.


“Karena kak Kei


selalu bersikap menyebalkan kepadaku.” Kata Feya.


“Justru kamu


yang menyebalkan.” Kata Kei.


“Tuh kan kamu


mulai lagi kak.” Kata Feya.


“Sudah sudah


jangan ribut, ayo dimakan dulu.” Kata Raffa.


“Hari ini papi


pergi ke kantor ya?” Tanya Feya.


“Tentu saja,


kenapa memangnya?” Tanya Raffa.


“Tidak apa-apa


pi, aku hanya bertanya saja. Oh ya sepertinya bibi tidak pernah membersihkan

__ADS_1


karpet tangga ya pa.” Kata Feya.


“Kenapa


memangnya?” Tanya Raffa.


“Tadi aku


menginjak sesuatu soalnya pa.” Kata Feya.


“Nanti biar mami


yang menyuruh bibi untuk membersihkan karpetnya.” Kata Kaira.


“Papi sudah


selesai makan, papi berangkat dulu ya.” Kata Raffa.


“Hati-hati ya pa.”


Kata Kei dan Feya.


**


Satu tahun


kemudian, hubungan Feya dan Jerry masih tetap berlanjut sedangkan Arabella


tidak mengetahuinya. Hari itu Jerry pergi bersama Arabella ke makam Viona.


“Kamu yakin akan


pergi kesana?” Tanya Jerry.


“Yakin, ini


peringatan kepergian bunda jadi aku harus mengunjunginya dan memberikan bunga


untuknya.” Kata Arabella.


“Baiklah, aku


akan mengantarmu kalau begitu. Aku hanya takut kamu menangis lagi.” Kata Jerry.


disampingku jadi aku akan kuat dan tegar menghadapinya.” Kata Arabella.


Setibanya di


makam Viona, Arabella meletakkan bunga di atas pusara Viona lalu mendoakannya.


“Hai bunda,


pasti bunda sudah bahagia disana. Aku sangat rindu dengan bunda semoga bunda


baik-baik saja. Aku berharap bunda akan menghampiriku meskipun hanya dalam


mimpi. Maafkan aku karena baru datang kesini, hari ini aku datang bersama


Jerry. Aku pamit dulu ya bunda, tolong datanglah ke mimpiku lagi ya bunda. Aku


mencintaimu bunda Viona.” Kata Arabella, Jerry yang mendengarnya tersentuh


dengan kesedihan yang dialami oleh Arabella.


“Istirahatlah


dengan tenang bunda.” Kata Jerry.


“Terima kasih ya


telah menemaniku datang kesini.” Kata Arabella.


“Sama-sama


sayang, sepertinya ada yang datang kesini sebelumnya.” Kata Jerry.


“Tidak ada,


mungkin bagian penjaga makam yang membersihkan dan merawatnya. Ayo kita


pulang.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Coba lihatlah


aku yakin sepertinya ada yang datang kesini sebelumnya.” Kata Jerry.


“Tidak ada


sayang, ayo kita pulang sekarang.” Ajak Arabella.


“Baiklah, mau


langsung pulang atau kemana?” Tanya Jerry.


“Langsung pulang


saja.” Kata Arabella.


“Tapi kamu belum


makan, makanlah dulu.” Kata Jerry.


“Tidak.” Kata


Arabella.


“Nanti kamu


sakit loh, kita ke restoran saja kalau begitu.” Kata Jerry.


“Terima kasih ya


kamu selalu ada untukku. Oh ya kita sudah lama menjalin hubungan, kamu ingin


hubungan kita tetap berlanjut kan sampai ke jenjang pernikahan?” Tanya


Arabella.


“Aduh bagaimana


ini. apa yang harus aku katakan padanya, aku tidak ingin berpisah dengannya


tapi aku juga tidak mau mengakhiri hubunganku dengan Feya.” Kata Jerry dalam


hati.


“Tentu saja


sayang, kita jalani saja hubungan ini dengan baik.” Kata Jerry.


 


 


Info :


Jangan lupa baca novel terbaruku ya yang judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.


Aku kasih bonus sinopsisnya ya.


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan

__ADS_1


menyentuhku apalagi tidur bersamaku.


__ADS_2