
“Mas aku tidur dulu ya, aku lelah sekali.” Kata Kaira.
“Iya, baby Kei sudah tidur belum? Harusnya kan kau yang menidurkannya bukannya orang lain, nanti kalau dia lebih sayang baby sitter kamu malah kecewa.” Kata Raffa.
“Hari ini aku lelah sekali mas, tolong mengertilah aku hari ini saja.” Kata Kaira.
“Hmmmm terserah kamu deh. Kau masih memberi ASI untuk baby Kei kan?” Tanya Raffa.
“Ya masih lah, lagipula stok ASI untuk baby Kei masih banyak kok.” Kata Kaira.
“Iya, tidurlah terlebih dahulu aku mau keluar sebentar menikmati udara segar di balkon.” Kata Raffa.
“Iya.” Kata Kaira.
Kemudian Raffa keluar menuju balkon rumah, disana sudah ada Mayang yang menunggunya.
“Kau sudah disini rupanya?” Tanya Raffa.
“Iya tuan, kebetulan tadi baby Kei tidak rewel dan langsung tidur. Maaf tuan ingin bicara apa dengan saya malam-malam seperti ini?” Tanya Mayang.
“Aku mewakili istriku minta maaf terkait ucapan dia yang sedikit menyinggung perasaanmu. Dia seperti itu karena
dia cemburu padamu.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Jadi nyonya cemburu kepada saya? Saya hanyalah seorang ART biasa, tidak pantas jika nyonya cemburu kepada saya.” Kata Mayang polos.
“Dia cemburu padamu karena kau pandai mengurus urusan rumah tangga dan juga pandai menjaga baby Kei. Sejak baby Kei lahir memang dia lebih fokus mengurus baby Kei, sampai-sampai pekerjaan rumah tidak dia kerjakan, dan saat kau datang istri saya seakan terbebas dari tugas dia sebagai seorang istri dan ibu. Aku jadi tidak enak denganmu, semoga kau tidak sakit hati dengan ucapan dia ya.” Kata Raffa.
“Tentu saja tidak tuan. Lagipula sudah tugas saya untuk mengurus pekerjaan rumah.” Kata Mayang.
“Syukurlah kalau kau bisa mengerti dia. Oh ya kau kenapa dari tadi kok menunduk terus? Memangnya ada apa?
Apa kau takut denganku?” Tanya Raffa.
“Aku hanya takut tertarik oleh pesona tuan jika memandangnya secara terus-terusan apalagi saat tuan dan nyonya
sedang bercinta waktu itu.” Kata Mayang dalam hati.
“Tidak apa-apa kok tuan. Tidak seharusnya seorang ART seperti saya memandang tuan terlalu lama karena bahaya.” Kata Mayang dengan polosnya.
menunduk seperti takut melihatku saja.” Kata Raffa.
Lalu Mayang mulai berani menatap Raffa.
“Maaf tuan.” Kata Mayang.
“Kalau begitu aku masuk dulu ya.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya tuan silahkan, selamat malam.” Kata Mayang.
“Oh ya apakah ada cream atau obat penghilang rasa nyeri dan pegal?” Tanya Raffa.
“Sepertinya ada tuan, saya carikan dulu di kotak obat.” Kata Mayang.
“Iya tolong carikan ya.” Kata Raffa.
“Memangnya untuk siapa tuan?” Tanya Mayang.
“Untukku, badanku rasanya pegal mungkin karena aku terlalu banyak bekerja apalagi jam tidurku yang kurang.” Kata Raffa.
“Ini tuan ada salep untuk nyeri, bisa di oleskan ke bagian yang nyeri.” Kata Mayang.
Kemudian Raffa membuka bajunya didepan Mayang dan mengoleskannya ke pundaknya, Mayang pun tersipu malu.
“Bisakah kau membantuku?” Tanya Raffa.
“Apa? Saya?” Tanya Mayang.
“Iya, istri saya sudah tidur soalnya. Tolong oleskan di pundak dan dibawah leher saya ya.” Kata Raffa.
“Tahan tahan, jangan sampai tergoda, dia adalah majikanmu, ingat itu.” Kata Mayang dalam hati.
__ADS_1
“Wah enak sekali rasanya. Terimakasih ya. Aku masuk ke kamar dulu ya. Oh ya tolong jangan bilang ke istri saya ya tentang apa yang saya bicarakan tadi di balkon.” Kata Raffa.
“Ba ba baik tuan.” Jawab Mayang grogi.