
Sesampainya di hotel, Raffa
sangat kelelahan karena tadi saat di Tokyo Disneyland dia juga menggendong
Kaira. Akhirnya dia berbaring di sofa.
“Huft akhirnya sampai juga, kakiku pegal capek sekali.” Kata Raffa.
“Sini aku pijit sayang, mau pakai
minyak aromaterapi nggak mas?” Tanya Kaira.
“Boleh deh.” Jawab Raffa.
“Aku pijit pakai minyak zaitun aja biar wangi mas.” Kata Kaira.
“Iya sayang.” Jawab Raffa nurut.
Lalu Kaira segera memijit Raffa.
“Gimana mas uda enakan belum?” Tanya Kaira.
“Enak apaan, kau hanya memijit di lengan dan kaki ku saja apanya yang enak coba.” Gerutu Raffa.
“Bukannya yang capek hanya lengan dan kakimu saja mas?” Tanya Kaira heran.
“Tapi kan harusnya pijitnya seluruh badan gimana sih.” Gerutu Raffa.
“Yauda sini aku pijit punggung kamu sekalian.” Kata Kaira.
“Buka bajuku kalau gitu.” Pinta Raffa.
“Apa? Bu bu buka aja sendiri mas.” Jawab Kaira grogi.
“Kau kenapa jadi terbata-bata
begitu bicaranya, cepat buka bajuku.” Paksa Raffa. Akhirnya Kaira membuka baju
Raffa namun sambil menunduk tanpa melihat ke arah suaminya. Kemudian Raffa
menatapnya sehingga membuat Kaira kaget dan jantungnya berdetak kencang.
“Lihatlah aku sayang, kau kenapa?
Kita kan sudah menjadi suami istri jadi hal seperti ini wajar. Aku tau kau
masih sangat grogi kan kau masih malu-malu kan. Tidak apa-apa aku suamimu.”
Kata Raffa.
“Aku grogi mas.” Jawab Kaira.
__ADS_1
“Kenapa? Bukankah kita sudah
sering melakukannya dan kau juga sangat menikmatinya kan jadi buat apa kau
masih grogi dan malu-malu seperti itu.” Tanya Raffa.
“Aku akan berusaha mas agar tidak
grogi dan malu-malu lagi didepanmu.” Jawab Kaira polos.
“Nah gitu dong.” Kata Raffa.
“Aku pijit sekarang ya.” Kata Kaira.
“Sudahlah jangan dipijit, itu
hanyalah alasanku saja, sekarang aku ingin kau yang memuaskanku malam ini.”
Pinta Raffa.
Lalu Kaira segera melakukannya, kali ini dia menjadi sangat liar.
Setelah berjam-jam mereka
bersenang-senang akhirnya mereka istirahat sejenak karena kelelahan.
“Kau benar-benar luar biasa
Kata Raffa.
“Amin sayang. Aku mencintaimu
jangan pernah meninggalkanku lagi ya sayang.” Kata Kaira sambil memeluk
suaminya.
“Pasti sayang, gimana mau lanjut
lagi atau tidur saja?” Tanya Raffa.
“Tidur saja sayang, peluk aku
dong jangan sampai kau melepaskanku.” Kata Kaira manja.
“Hahaha iya sayang, kita lanjut
lagi besok pagi ya. Semoga besok pagi hujan biar makin seru haha.” Kata Raffa.
“Sudah ayo tidur.” Kata Kaira.
**
__ADS_1
Keesokan paginya, Kaira bangun
terlebih dahulu kemudian dia segera ke kamar mandi. Setelah itu dia
membangunkan suaminya.
“Sayang uda pagi bangun yuk.” Bisik Kaira.
“Hmmm ayo kita ena-ena lagi sayang.” Pinta Raffa.
“Tidak bisa, aku sedang datang bulan.” Kata Kaira.
“Apa? Sejak kapan?” Tanya Raffa.
“Barusan sayang, tadi saat aku ke
kamar mandi aku lihat ternyata aku sedang datang bulan.” Jawab Kaira.
“Inilah waktu yang paling tidak
aku sukai. Selesai datang bulan kita kesini lagi, kita bikin anak sampai jadi.”
Kata Raffa kesal.
“Hahaha iya sayang iya.” Jawab Kaira sambil tertawa.
“Aku mandi dulu, kau segera
packing barang-barang saja karena nanti sore aku ada meeting dengan tim
marketing. Setelah aku mandi kita langsung checkout.” Kata Raffa.
“Iya sayang.” Jawab Kaira.
Setelah itu, mereka segera checkout dan langsung menuju apartemen mereka. Sesampainya di apartemen,
“Akhirnya sampai juga.” Kata Kaira lalu dia segera menuju kamarnya.
“Hei kau kenapa ke kamar itu, kau
ke kamarku lah kita kan sudah jadi suami istri bagaimana sih.” Kata Raffa.
“Hahaha maaf mas aku lupa.” Jawab Kaira.
“Hmmm kau ini ya, nanti kau boleh
dekor kamar ini sesukamu sayang. Aku mandi dulu ya sekalian mau siap-siap ke
kantor.” Kata Raffa.
“Iya sayangku.” Jawab Kaira.
__ADS_1