Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 101


__ADS_3

Sesampainya di hotel, Raffa


sangat kelelahan karena tadi saat di Tokyo Disneyland dia juga menggendong


Kaira. Akhirnya dia berbaring di sofa.


“Huft akhirnya sampai juga, kakiku pegal capek sekali.” Kata Raffa.


“Sini aku pijit sayang, mau pakai


minyak aromaterapi nggak mas?” Tanya Kaira.


“Boleh deh.” Jawab Raffa.


“Aku pijit pakai minyak zaitun aja biar wangi mas.” Kata Kaira.


“Iya sayang.” Jawab Raffa nurut.


Lalu Kaira segera memijit Raffa.


“Gimana mas uda enakan belum?” Tanya Kaira.


“Enak apaan, kau hanya memijit di lengan dan kaki ku saja apanya yang enak coba.” Gerutu Raffa.


“Bukannya yang capek hanya lengan dan kakimu saja mas?” Tanya Kaira heran.


“Tapi kan harusnya pijitnya seluruh badan gimana sih.” Gerutu Raffa.


“Yauda sini aku pijit punggung kamu sekalian.” Kata Kaira.


“Buka bajuku kalau gitu.” Pinta Raffa.


“Apa? Bu bu buka aja sendiri mas.” Jawab Kaira grogi.


“Kau kenapa jadi terbata-bata


begitu bicaranya, cepat buka bajuku.” Paksa Raffa. Akhirnya Kaira membuka baju


Raffa namun sambil menunduk tanpa melihat ke arah suaminya. Kemudian Raffa


menatapnya sehingga membuat Kaira kaget dan jantungnya berdetak kencang.


“Lihatlah aku sayang, kau kenapa?


Kita kan sudah menjadi suami istri jadi hal seperti ini wajar. Aku tau kau


masih sangat grogi kan kau masih malu-malu kan. Tidak apa-apa aku suamimu.”


Kata Raffa.


“Aku grogi mas.” Jawab Kaira.

__ADS_1


“Kenapa? Bukankah kita sudah


sering melakukannya dan kau juga sangat menikmatinya kan jadi buat apa kau


masih grogi dan malu-malu seperti itu.” Tanya Raffa.


“Aku akan berusaha mas agar tidak


grogi dan malu-malu lagi didepanmu.” Jawab Kaira polos.


“Nah gitu dong.” Kata Raffa.


“Aku pijit sekarang ya.” Kata Kaira.


“Sudahlah jangan dipijit, itu


hanyalah alasanku saja, sekarang aku ingin kau yang memuaskanku malam ini.”


Pinta Raffa.


Lalu Kaira segera melakukannya, kali ini dia menjadi sangat liar.


Setelah berjam-jam mereka


bersenang-senang akhirnya mereka istirahat sejenak karena kelelahan.


“Kau benar-benar luar biasa


Kata Raffa.


“Amin sayang. Aku mencintaimu


jangan pernah meninggalkanku lagi ya sayang.” Kata Kaira sambil memeluk


suaminya.


“Pasti sayang, gimana mau lanjut


lagi atau tidur saja?” Tanya Raffa.


“Tidur saja sayang, peluk aku


dong jangan sampai kau melepaskanku.” Kata Kaira manja.


“Hahaha iya sayang, kita lanjut


lagi besok pagi ya. Semoga besok pagi hujan biar makin seru haha.” Kata Raffa.


“Sudah ayo tidur.” Kata Kaira.


 **

__ADS_1


Keesokan paginya, Kaira bangun


terlebih dahulu kemudian dia segera ke kamar mandi. Setelah itu dia


membangunkan suaminya.


“Sayang uda pagi bangun yuk.” Bisik Kaira.


“Hmmm ayo kita ena-ena lagi sayang.” Pinta Raffa.


“Tidak bisa, aku sedang datang bulan.” Kata Kaira.


“Apa? Sejak kapan?” Tanya Raffa.


“Barusan sayang, tadi saat aku ke


kamar mandi aku lihat ternyata aku sedang datang bulan.” Jawab Kaira.


“Inilah waktu yang paling tidak


aku sukai. Selesai datang bulan kita kesini lagi, kita bikin anak sampai jadi.”


Kata Raffa kesal.


“Hahaha iya sayang iya.” Jawab Kaira sambil tertawa.


“Aku mandi dulu, kau segera


packing barang-barang saja karena nanti sore aku ada meeting dengan tim


marketing. Setelah aku mandi kita langsung checkout.” Kata Raffa.


“Iya sayang.” Jawab Kaira.


Setelah itu, mereka segera checkout dan langsung menuju apartemen mereka. Sesampainya di apartemen,


“Akhirnya sampai juga.” Kata Kaira lalu dia segera menuju kamarnya.


“Hei kau kenapa ke kamar itu, kau


ke kamarku lah kita kan sudah jadi suami istri bagaimana sih.” Kata Raffa.


“Hahaha maaf mas aku lupa.” Jawab Kaira.


“Hmmm kau ini ya, nanti kau boleh


dekor kamar ini sesukamu sayang. Aku mandi dulu ya sekalian mau siap-siap ke


kantor.” Kata Raffa.


“Iya sayangku.” Jawab Kaira.

__ADS_1


__ADS_2