Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 98


__ADS_3

“Mas ayo buruan, aku sudah siap nih.” Kata Kaira.


“Iya sebentar.” Jawab Raffa.


“Mas tapi aku nggak bisa renang loh, aku takut tenggelam.” Kata Kaira.


“Tenang saja ka nada suamimu yang siap menangkapmu saat tenggelam haha.” Goda Raffa.


“Memangnya kau bisa renang mas?” Ejek Kaira.


“Kau menghinaku ya?” Tanya Raffa.


“Ya bukannya menghina mas aku kan


hanya tanya saja.” Jawab Kaira sambil cemberut.


“Bisa lah sayang aku, uda ah


jangan cemberut seperti itu.” Kata Raffa sambil mengelus rambut Kaira yang terurai.


“Ayo kita kebawah.” Ajak Raffa sambil


menggendong Raffa dari belakang sehingga Kaira kaget dan berteriak untuk segera


menurunkannya.


“Mas lepaskan turunkan aku, aku


malu nanti banyak orang yang melihat kita.” Teriak Kaira.


“Tidak apa-apa, lagipula kita kan


sepasang suami istri jadi sudah biasa kan dan juga ini di Jepang jadi bebas.” Kata Raffa.


“Tapi kan mas” Kata Kaira,


tiba-tiba Raffa mencium Kaira agar dia berhenti bicara. Lalu Kaira memukul lengan Raffa.


“Ihhh kamu nih mas.” Gerutu Kaira.


“Kenapa sih? Makanya jangan


banyak omong.” Kata Raffa tegas. Akhirnya Kaira hanya diam dan menuruti


perkataan suaminya.


“Mas aku turun saja, jangan

__ADS_1


ceburkan aku ke kolam renang loh ya.” Kata Kaira.


“Hahaha tidak tidak tenang saja.


Mau aku ajari renang tidak?” Tanya Raffa.


“Tidak usah mas, aku lebih suka


berendam saja sambil bermain air dipinggir kolam, kau berenang saja aku


dipinggir saja ya.” Kata Kaira.


“Nggak mau, aku mau nya kau ikut renang juga denganku.” Kata Raffa.


“Tapi aku takut mas, aku dulu


pernah tenggelam soalnya.” Kata Kaira.


“Tidak apa-apa, aku dibelakangmu


kok jadi aku akan pegangi kamu nanti.” Jelas Raffa.


“Aku bilang aku tidak mau mas. Jangan


paksa aku.” Kata Kaira. Kemudian Raffa perlahan-lahan menarik tangan Kaira dan


ketakutan.


“Aku takut mas huhuhuhu.” Kata Kaira sambil mewek.


“Baiklah baiklah maafkan aku, yauda aku gendong saja kita di pinggir saja ya.” Kata Raffa, dia merasa


bersalah karena memaksa istrinya.


“Masih mau disini atau kita pergi makan?” Tanya Raffa.


“Makan saja.” Jawab Kaira cuek.


“Uda dong jangan ngambek seperti


itu, maafkan aku ya aku janji tidak akan memaksamu kembali.” Kata Raffa sambil


memeluk istrinya namun Kaira tidak meresponnya.


“Lepaskan aku.” Jawab Kaira cuek


lalu berjalan menuju restoran di hotel tersebut.

__ADS_1


“Kau tunggu disini saja, aku akan


ambilkan makanan untukmu ok.” Kata Raffa.


Beberapa menit kemudian Raffa


kembali sambil membawa makanan untuknya dan Kaira.


“Taraaa aku ambil makanan ini sayang, kau mau kan?” Tanya Raffa.


“Apa ini mas?” Tanya balik Kaira.


“Ini ada beef steak, sushi sama


onigiri. Makan saja yang kau mau, jangan dimakan jika tidak suka.” Kata Raffa.


“Suapin kalau gitu.” Kata Kaira manja.


“Aaaaaaaa buka mulutnya.” Kata Raffa sambil menyuapi makanan ke mulut Kaira.


“Gantian dong aku juga ingin disuapin loh.” Rengek Raffa.


“Aaaaaaaa.” Kata Kaira.


“Sayang, setelah ini kau ingin kemana atau ingin pergi kemana?” Tanya Raffa.


“Disini saja mas, kita menikmati


suasana romantis di hotel ini. Aku lihat tadi disini nanti malam ada live music


juga mas lalu menyediakan beberapa meja untuk dinner date. Bagaimana kalau


nanti kita lihat pertunjukan live music nya sambil dinner disini?” Tanya Kaira.


“Iya boleh kok asalkan setelah


itu kita ena-ena lagi ya.” Kata Raffa sambil mengedipkan matanya ke Kaira.


“Iya sayang lakukan sepuasmu.” Jawab Kaira.


“Bukan hanya aku tapi kita berdua lah.” Kata Raffa.


“Iya suamiku. Uda habiskan dulu makanannya, aku sudah kenyang.” Kata Kaira.


“Selalu aku yang bagian


menghabiskan, nanti kalau berat badanku naik bagaimana?” Tanya Raffa.

__ADS_1


“Tidak apa-apa mas itu tandanya bahagia.” Kata Kaira.


__ADS_2