Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Angel semakin menggila


__ADS_3

Angel bersiap-siap pergi dengan


anaknya.


“Ma, kita mau pergi kemana?”


Tanya Kenzo.


“Kita mau menjenguk oma Intan.” Kata


Angel.


“Memangnya oma Intan kenapa ma?”


Tanya Kenzo.


“Oma Intan sedang sakit, jadi


harus dirawat dirumah sakit. Hari ini Kenzo temani mama ya.” Kata Angel.


“Iya mama.” Kata Kenzo.


Setelah itu mereka berdua pergi


ke rumah sakit untuk menjenguk tante Intan dirumah sakit.


“Mau pergi kemana kamu?” Tanya


Rasya.



“Mau ke rumah sakit menjenguk


tante Intan.” Kata Angel.


“Jangan ajak Kenzo, biar dia


dirumah saja bersamaku.” Kata Rasya.


“Silahkan bujuk dia kalau bisa.” Kata


Angel.


“Kenzo sama papa saja ya dirumah.”


Kata Rasya.


“Aku mau ikut mama.” Kata Kenzo


sambil bersembunyi di belakang Angel.


“Lihat sendiri kan dia saat ini


jauh lebih memilihku disbanding kamu, minggir aku mau pergi.” Kata Angel.


“Jangan pulang terlalu malam.” Kata


Rasya.

__ADS_1


“Bukan urusanmu aku mau pulang


jam berapa.” Kata Angel.


Setibanya Angel di rumah sakit.


“Tante Intan, bagaimana


keadaanmu? Baik-baik saja kan?” Tanya Angel.


“Oma.” Panggil Kenzo.


“Kenzo sayang. Kenapa kamu


membawa anakmu ke rumah sakit sih Angel? Kenapa tidak dirumah saja.” Kata tante


Intan.


“Aku sedang bertengkar hebat


dengan suamiku.” Kata Angel.


“Memangnya ada apa?” Tanya tante


Intan.


“Lain kali saja aku cerita dengan


tante, ada anakku disini aku takut dia mendengarnya.” Kata Angel.


“Baiklah kalau begitu, kaki tante


sakit sekali bahkan untuk berjalan pun susah.” Kata tante Intan.


waktu itu kita tidak perlu pergi.” Kata Angel.


“Lupakanlah, lagipula waktu itu


tante yang mengajakmu.” Kata tante Intan.


“Oh ya tante jadi bagaimana


apakah tante sudah menghubungi teman tante yang perawat itu?” Tanya Angel.


“Ponsel tante saja jatuh dan


tidak tau berada dimana. Jadi tante kehilangan semua kontak yang ada di ponsel


tante. Tapi tenang saja tante akan minta tolong sama seseorang setelah tante


sembuh.” Kata tante Intan.


“Kapan tante? Kaira saja saat ini


sudah hamil tua dan sebentar lagi akan melahirkan. Kita tidak ada kesempatan


untuk mencelakainya atau bayinya lagi.” Kata Angel.


“Jangan keras-keras kalau bicara

__ADS_1


nanti anakmu dengar dan aku takut ada orang lain yang mendengarnya.” Kata tante


Intan.


“Oh iya tante, tante segera beli


ponsel baru biar aku bisa dengan mudah menelfon tante.” Kata Angel.


“Iya, nanti om kamu akan


membelikannya kok.” Kata tante Intan.


“Tante aku mau pamit dulu ya.”


Kata Angel.


“Memangnya kamu mau kemana? Kamu kesini


tadi naik apa?” Tanya tante Intan.


“Aku naik mobil kok, aku mau


makan tante.” Kata Angel.


“Oh mau makan, tante kira kamu


mau bertemu dengan papa barunya Kenzo.” Kata tante Intan.


“Hahaha tidak, meskipun saat ini


mas Rasya tidak sekaya dulu tapi ibunya masih sering memberinya banyak uang


tante dan sering membantunya jadi sayang kalau aku harus meninggalkannya. Lagipula


aku kasian juga dengan Kenzo kalau orang tuanya harus berpisah.” Kata Angel.


“Tumben sekali kamu bisa berpikir


dengan baik.” Kata tante Intan.


“Mungkin karena aku sekarang


sudah jadi seorang ibu, aku pergi dulu ya tante. Aku akan sering mengunjungi


tante kok.” Kata Angel.


“Ok baiklah, hati-hati ya sayang.”


Kata tante Intan.


Setelah itu Angel dan Kenzo pergi


dan menuju ke restoran untuk makan.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa baca novelku yang lain ya, judulnya "Menua Bersamamu"


Terima kasih.


__ADS_2