
Raffa kembali kedalam kamar
sambil membawa bubur untuk istrinya, namun Kaira tertidur. Akhirnya dia
menaruhnya disamping tempat tidur lalu dia keluar kamar.
“Apa jangan-jangan Kaira abis
bertemu dengan si Angel, berani sekali dia menemui istriku, aku harus kasih dia
peringatan tapi aku tidak tau dimana alamatnya.” Kata Raffa dalam hati. Kemudian
Raffa menyuruh seseorang untuk mencari tahu keberadaan si Angel.
Beberapa jam kemudian Kaira keluar dari kamar.
“Sudah bangun, buburnya aku
letakkan disamping tempat tidur. Sudah kau makan belum?” Tanya Raffa.
“Belum.” Jawab Kaira singkat.
“Kenapa belum dimakan? Memangnya kau
tidak lapar?” Tanya Raffa. Namun Kaira tidak menjawabnya.
“Hei mau kemana aku tanya memangnya
kau sudah makan? Aku akan suapi jika kau tidak mau makan.” Kata Raffa memaksa. Lalu
Raffa memaksa Kaira untuk duduk dan menyuapinya bubur.
“Kau jangan telat makan sayang,
kalau kau marah padaku jangan seperti ini, kau justru membuatku semakin
khawatir loh.” Kata Raffa.
“Kenapa kau tidak kerja hari ini?” Tanya Kaira.
“Aku sengaja ijin tidak masuk
kerja karena aku khawatir denganmu, daripada nanti aku kepikiran kau terus jadi
lebih baik aku tidak masuk kerja hari ini.” Kata Raffa.
“Pergilah, aku kan sudah berada dirumah sekarang.” Kata Kaira.
“Tidak, lagipula sudah jam segini. Semalam kau pergi kemana terus kenapa ponselmu tidak aktif?” Tanya
Raffa.
“Memang aku sengaja mematikan
ponselku karena aku sedang ingin sendiri dan tidak ingin diganggu oleh siapapun
termasuk kau.” Jawab Kaira.
“Apa kau bertemu dengan lelaki lain?” Tanya Raffa.
“Memangnya aku dirimu? Meskipun aku
__ADS_1
sedang marah denganmu tapi aku istrimu aku masih bisa menjaga diriku, mengerti
kau.” Bentak Kaira.
“Iya iya maafkan aku, aku tidak
ada maksud apapun bertanya seperti itu.” Kata Raffa.
“Aku mau mandi dulu.” Kata Kaira.
Setelah itu, Raffa menunggu istrinya didalam kamar. Kaira pun mengusirnya.
“Sedang apa kau disini?” Tanya Kaira.
“Ya tentu saja menunggumu lah sayang.” Rayu Raffa.
“Aku mau keluar.” Kata Kaira.
“Mau kemana lagi sih memangnya? Aku antar saja kalau begitu.” Kata Raffa.
“Aku ingin spa, badanku lelah sekali.” Kata Kaira.
“Tidak perlu pergi ke salon, biar
aku saja yang melakukannya untukmu. Berbaringlah aku akan memijit dirimu.” Pinta
Raffa.
“Memangnya kau bisa?” Tanya Kaira.
“Aku ini suami multitalen ya
jelas bisa lah.” Kata Raffa. Lalu Raffa menarik tangan istrinya dan
“Jangan.” Teriak Kaira.
“Lalu bagaimana aku akan
memijitmu kalau masih pakai handuk seperti ini. Kau sengaja menghukumku dengan
cara seperti ini hah?” Bentak Raffa.
“Iya, pijit saja kaki dan tanganku.” Kata Kaira singkat.
“Kau benar-benar makin keterlaluan
ya, semakin kau menolak semakin aku ingin melakukannya.” Kata Raffa. Lalu Raffa
memaksa membuka handuk Kaira dan Kaira pun semakin marah.
“Aaaaa kau apa-apaan sih mas,
kembalikan handukku.” Kata Kaira kesal.
“Dimana-mana yang namnaya spa itu
pasti dipijit seluruh tubuh lah. Sudah kau diam saja.” Kata Raffa kesal.
“Hmmm awas aja kalau kau macam-macam.” Ancam Kaira.
“Terserah aku dong, aku kan
__ADS_1
suamimu jadi kau sebagai istri harus menuruti apa kata suami.” Kata Raffa.
Lalu Raffa memijit seluruh badan Kaira.
“Kenapa kau malah merem melek
seperti itu? Keenakan ya hahaha.” Goda Raffa.
Karena Kaira kesal, lalu dia
menendang suaminya hingga terjatuh di lantai.
“Aduh berani sekali kau ya menendangku hingga terjatuh seperti ini.” Bentak Raffa.
“Makanya jangan macam-macam.” Kata Kaira.
“Lihat saja kau ya, kali ini aku
tidak akan membiarkanmu. Kau sudah selesai datang bulan kan?” Tanya Raffa.
“Belum selesai.” Jawab Kaira.
“Oh kau berani berbohong padaku
ya. Aku akan melakukannya sekarang juga tidak peduli kau menolak.” Paksa Raffa.
“Jangan mas jangan.” Teriak Kaira
namun Raffa tidak memperdulikannya, dan akhirnya mereka melakukannya.
**
“Jangan seperti kemarin lagi ya
sayang, aku sangat khawatir denganmu.” Kata Raffa sambil memeluk istrinya.
“Makanya kau harus selalu jujur padaku mas.” Kata Kaira.
“Iya sayang, maafkan aku.” Kata Raffa.
“Aku juga minta maaf telah
membuatmu khawatir dan maafkan aku karena berani melawan dan membentakmu mas.” Kata
Kaira.
“Sudah lupakan, kali ini harus
jadi ya pokoknya. Aku sangat ingin memiliki anak darimu.” Kata Raffa dan Kaira
pun mengangguk.
“Semoga mas.” Jawab Kaira.
“Oh ya bagaimana kalau besok kita keluar?” Tanya Raffa.
“Memangnya kemana mas?” Tanya balik Kaira.
“Makan atau mungkin kau ingin pergi shoping?” Tanya Raffa.
“Makan saja yuk mas, kita kuliner makanan jepang saja.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Ok baiklah.” Kata Raffa.