Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 114


__ADS_3

Hari itu Angel masih di apartemen lama, dia bingung karena tidak ada sepeser uang pun. Suaminya tidak dapat


dihubungi karena sibuk sedangkan anaknya sedang berada di Indonesia dengan baby sitternya.


“Aduh kenapa aku bisa jadi seperti ini sih, rakyat jelata seperti ini. Mas cepat pulang dong, aku


benar-benar tidak bisa melanjutkan hidup lagi kalau seperti ini, perutku lapar.


Didapur hanya ada air minum saja.” Kata Angel sambil menangisi nasibnya saat itu.


Lalu dia mencoba menelfon suaminya kembali dan suaminya menerima panggilan Angel.


“Hallo mas kapan kau pulang?” Tanya Angel.


“Masih lama mungkin dua minggu lagi, ada apa? Kau baik-baik saja kan?” Tanya Rasya.


“Raffa mas.” Kata Angel.


“Kenapa dengan Raffa? Dia berani menggangumu kembali?” Tanya Rasya.


“Dia menjebakku, Kenzo sekarang berada di Indonesia bersama baby sitter, baby sitter itu telah bekerjasama


dengan Raffa.” Kata Angel.


Angel menceritakan kejadian itu dengan detail.


“Kau tenang saja, aku akan hubungi sekretarisku untuk memberikanmu uang tunai. Untuk surat perjanjian itu


kau tidak usah memikirkannya, dia tidak akan pernah bisa mengambil semua milikku.” Kata Rasya.


“Dia mengancamnya dengan keselamatan Kenzo mas. Bagaimana jika dia melakukan hal-hal yang membahayakan


Kenzo?” Kata Angel.

__ADS_1


“Kau pergilah ke Indonesia dan cari keberadaan Kenzo.” Kata Rasya.


“Semua dokumen dan identitasku saja tidak ada mask arena aku masukkan kedalam box dan terbawa mobil itu,


dompetku saja ikut terbawa termasuk paspor dan lainnya. Raffa mengawasi gerak


gerikku mas jadi aku takut, kau segeralah pulang dong mas.” Kata Angel.


“Tidak bisa pulang sekarang. Aku akan minta tolong sekretarisku untuk mengurus penerbanganmu ke Indonesia.” Kata Rasya.


“Jangan lupa kirimkan aku uang mas, aku benar-benar tidak memiliki uang sama sekali dan aku sedang kelaparan


saat ini.” Kata Angel.


“Iya, kau jaga diri baik-baik. Nanti sekretarisku akan menemuimu untuk memberikanmu uang. Kau tunggu saja


dirumah dan jangan pergi kemanapun biar sekretarisku yang menemuimu.” Kata Rasya.


“Iya iya aku tutup dulu telfonnya.” Kata Rasya.


**


Pagi itu Kaira pergi ke supermarket sendiri untuk membeli kebutuhan dapur. Karena Raffa sedang di


kantor jadi Kaira pergi sendiri. Setibanya di supermarket dia bertemu dengan suster Hana.


“Han kau disini juga?” Sapa Kaira.


“Eh kamu.” Jawab Hana kikuk karena dia takut Kaira mengetahui bahwa yang memberitahu lokasi apartemen Kaira


ke Angel adalah dirinya.


“Kau sama siapa? Sendiri ya?” Tanya Kaira.

__ADS_1


“Eh iya, kau beli apa Ra?” Tanya balik Hana.


“Aku sedang membeli ini kebutuhan buat di dapur, selama hamil ini aku kalau beli bahan selalu banyak sekalian


untuk stok beberapa hari kedepan.” Kata Kaira.


“Oh gitu ya.” Jawab Hana.


“Eh sibuk tidak? Bagaimana kalau makan bareng setelah ini.” Ajak Kaira.


“Boleh deh, mau makan diman?” Tanya Hana.


“Bagaimana kalau di restoran depan itu? Katanya menunya enak kok.” Kata Kaira.


“Boleh, kita ke kasir dulu yuk setelah itu langsung pergi ke restoran itu.” Kata Hana.


“Baiklah.” Jawab Kaira.


Saat Kaira sedang di kasir, Angel menelfon Hana.


“Hallo Han kau dimana?” Tanya Angel.


“Aku sedang ada urusan diluar, ada apa?” Tanya Hana.


“Dimana? Aku temui kau ya sekarang.” Kata Angel.


“Aduh gawat kalau Angel tau aku sedang bersama Kaira.” Kata Hana dalam hati.


“Maaf aku tidak bisa, aku sedang mengunjungi pasien ini dengan beberapa dokter dari rumah sakitku, lain kali


saja ya.” Kata Hana.


“Baiklah kalau begitu.” Jawab Angel.

__ADS_1


__ADS_2