Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 58


__ADS_3

Arabella tiba di


Singapore dengan selamat. Dia segera menuju apartemennya lalu dia menata semua


barang-barangnya. Karena dia belum mendapatkan pekerjaan, dia mencoba bekerja


di sebuah kafe yang cukup terkenal.


Keesokan


harinya, dia memulai bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah kafe. Dia bisa


saja meminta bantuan kepada orang tuanya untuk mencarikan pekerjaan namun dia


ingin hidup mandiri dan melupakan semua kenangan selama di Indonesia.


“Aku pasti bisa


menjalani hidupku dengan baik disini. Setidaknya disini aku punya banyak


kenangan indah bersama bunda.” Kata Arabella.


**


Raffa, Kaira,


dan kedua anaknya sedang makan bersama.


“Ma Pa ada yang


ingin Feya bicarakan dengan kalian.” Kata Feya.


“Ada apa?” Tanya


Raffa.


“Kak Jerry


mengajakku untuk menikah.” Kata Feya dengan gugup dan ketakutan.


“Papi tidak akan


merestuimu dengannya.” Kata Raffa.


“Kamu masih


kuliah kenapa dengan mudahnya memutuskan untuk menikah?” Tanya Kaira.


“Aku mohon ma


pa, kak Jerry serius denganku dan aku pun juga ingin serius dengannya. Lagipula


kak Jerry tidak akan melarangku untuk melanjutkan kuliah kok ma pa.” Kata Feya.

__ADS_1


“Tidak, kamu


harus kuliah sampai lulus dulu. Lagipula papi tidak menyukai Jerry.” Kata


Raffa.


“Mami bahkan


menyuruhmu untuk segera mengakhiri hubunganmu dengan Jerry tapi kenapa sekarang


kamu justru ingin menikah dengannya.” Kata Kaira.


“Apakah kamu


sedang mengandung anaknya kak Jerry?” Tanya Kei.


“Jangan bicara


sembarangan ya kak.” Kata Feya.


“Jangan-jangan


kamu pergi ke Bali waktu itu untuk menemui dia ya?” Tanya Kaira.


“Iya ma, maaf


Feya telah berbohong pada mami.” Kata Feya.


“Mami


“Pokoknya papi


tidak merestuimu dengan Jerry, jika kamu tetap bersikeras papi tidak akan


datang ke pernikahanmu.” Kata Raffa


lalu pergi kedalam kamar.


“Aku mohon restui hubunganku dengan kak Jerry pa.” Kata Feya sambil memohon


kepada Raffa.


“Dia bukan laki-laki yang baik untukmu. Kalau dia laki-laki baik dia tidak


akan melakukan hal ini, dia tidak akan menggodamu, dia tidak akan menggoda adik


pacarnya. Percayalah dengan kata-kata papi.” Kata Raffa.


“Memangnya papi laki-laki yang baik untuk mami? Apakah papi sudah menjadi


suami yang baik untuk mami?” Tanya Feya dengan berani.


“Tentu saja.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Lalu kenapa papi menikahi bunda Viona? Papi sama saja dengan laki-laki


lain diluar sana.” Kata Feya, karena kesal Raffa menampar pipi Feya.


Plak


“Silahkan pukul aku sampai papi puas tapi papi tidak bisa melarangku untuk


menentukan pilihanku.” Kata Feya.


“Baiklah, silahkan kamu menikah dengan lelaki pilihanmu yang menurutmu


baik, tapi jangan pernah menyesali pilihanmu.” Kata Raffa, lalu dia pergi.


“Mami, mami, apakah mami juga sependapat dengan papi?” Tanya Feya.


“Lepaskan tangan mami.” Kata Kaira.


“Kenapa mami tidak menjawab pertanyaanku? Apakah karena mami menyesal telah


menikahi papi?” Tanya Feya.


“Jaga ucapanmu, bagaimana bisa kamu bicara seperti itu kepada kedua orang


tuamu.” Kata Kaira.


“Semua orang dirumah ini tidak ada yang bisa mengerti aku, pantas saja kak


Arabella pergi dari rumah.” Kata Feya.


“Dia pergi dari rumah karena ulah kamu, harusnya kamu sadar akan hal itu.” Kata


Kaira.


“Aku sadar diri, tapi mencintai seseorang bukanlah suatu kesalahan ma. Aku akan


tetap menikah dengan kak Jerry meskipun mami dan papi tidak merestuiku.” Kata Feya.


“Terserah kamu, semua pilihan ada di tanganmu dan jangan sampai kamu


menyesalinya.” Kata Kaira.


“Aku juga tidak akan tinggal dirumah ini setelah aku menikah dengan kak Jerry.”


Kata Feya.


“Terserah kamu, mami sudah lelah untuk berbicara denganmu.” Kata Kaira.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa mampir di novel terbaruku ya readers, judulnya "Teraput Usia 15 Tahun". Terima kasih. Setiap hari bakal update loh. Ditunggu like nya ya.


__ADS_2