
Arabella tiba di
Singapore dengan selamat. Dia segera menuju apartemennya lalu dia menata semua
barang-barangnya. Karena dia belum mendapatkan pekerjaan, dia mencoba bekerja
di sebuah kafe yang cukup terkenal.
Keesokan
harinya, dia memulai bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah kafe. Dia bisa
saja meminta bantuan kepada orang tuanya untuk mencarikan pekerjaan namun dia
ingin hidup mandiri dan melupakan semua kenangan selama di Indonesia.
“Aku pasti bisa
menjalani hidupku dengan baik disini. Setidaknya disini aku punya banyak
kenangan indah bersama bunda.” Kata Arabella.
**
Raffa, Kaira,
dan kedua anaknya sedang makan bersama.
“Ma Pa ada yang
ingin Feya bicarakan dengan kalian.” Kata Feya.
“Ada apa?” Tanya
Raffa.
“Kak Jerry
mengajakku untuk menikah.” Kata Feya dengan gugup dan ketakutan.
“Papi tidak akan
merestuimu dengannya.” Kata Raffa.
“Kamu masih
kuliah kenapa dengan mudahnya memutuskan untuk menikah?” Tanya Kaira.
“Aku mohon ma
pa, kak Jerry serius denganku dan aku pun juga ingin serius dengannya. Lagipula
kak Jerry tidak akan melarangku untuk melanjutkan kuliah kok ma pa.” Kata Feya.
__ADS_1
“Tidak, kamu
harus kuliah sampai lulus dulu. Lagipula papi tidak menyukai Jerry.” Kata
Raffa.
“Mami bahkan
menyuruhmu untuk segera mengakhiri hubunganmu dengan Jerry tapi kenapa sekarang
kamu justru ingin menikah dengannya.” Kata Kaira.
“Apakah kamu
sedang mengandung anaknya kak Jerry?” Tanya Kei.
“Jangan bicara
sembarangan ya kak.” Kata Feya.
“Jangan-jangan
kamu pergi ke Bali waktu itu untuk menemui dia ya?” Tanya Kaira.
“Iya ma, maaf
Feya telah berbohong pada mami.” Kata Feya.
“Mami
“Pokoknya papi
tidak merestuimu dengan Jerry, jika kamu tetap bersikeras papi tidak akan
datang ke pernikahanmu.” Kata Raffa
lalu pergi kedalam kamar.
“Aku mohon restui hubunganku dengan kak Jerry pa.” Kata Feya sambil memohon
kepada Raffa.
“Dia bukan laki-laki yang baik untukmu. Kalau dia laki-laki baik dia tidak
akan melakukan hal ini, dia tidak akan menggodamu, dia tidak akan menggoda adik
pacarnya. Percayalah dengan kata-kata papi.” Kata Raffa.
“Memangnya papi laki-laki yang baik untuk mami? Apakah papi sudah menjadi
suami yang baik untuk mami?” Tanya Feya dengan berani.
“Tentu saja.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Lalu kenapa papi menikahi bunda Viona? Papi sama saja dengan laki-laki
lain diluar sana.” Kata Feya, karena kesal Raffa menampar pipi Feya.
Plak
“Silahkan pukul aku sampai papi puas tapi papi tidak bisa melarangku untuk
menentukan pilihanku.” Kata Feya.
“Baiklah, silahkan kamu menikah dengan lelaki pilihanmu yang menurutmu
baik, tapi jangan pernah menyesali pilihanmu.” Kata Raffa, lalu dia pergi.
“Mami, mami, apakah mami juga sependapat dengan papi?” Tanya Feya.
“Lepaskan tangan mami.” Kata Kaira.
“Kenapa mami tidak menjawab pertanyaanku? Apakah karena mami menyesal telah
menikahi papi?” Tanya Feya.
“Jaga ucapanmu, bagaimana bisa kamu bicara seperti itu kepada kedua orang
tuamu.” Kata Kaira.
“Semua orang dirumah ini tidak ada yang bisa mengerti aku, pantas saja kak
Arabella pergi dari rumah.” Kata Feya.
“Dia pergi dari rumah karena ulah kamu, harusnya kamu sadar akan hal itu.” Kata
Kaira.
“Aku sadar diri, tapi mencintai seseorang bukanlah suatu kesalahan ma. Aku akan
tetap menikah dengan kak Jerry meskipun mami dan papi tidak merestuiku.” Kata Feya.
“Terserah kamu, semua pilihan ada di tanganmu dan jangan sampai kamu
menyesalinya.” Kata Kaira.
“Aku juga tidak akan tinggal dirumah ini setelah aku menikah dengan kak Jerry.”
Kata Feya.
“Terserah kamu, mami sudah lelah untuk berbicara denganmu.” Kata Kaira.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa mampir di novel terbaruku ya readers, judulnya "Teraput Usia 15 Tahun". Terima kasih. Setiap hari bakal update loh. Ditunggu like nya ya.