
Mereka bertiga tiba di tempat
makan, tiba-tiba Kaira menelfon Feya.
“Hallo ada apa ma?” Tanya Feya.
“Mami dan papi harus kembali ke Jakarta
sekarang.” Kata Kaira.
“Loh kenapa buru-buru sekali?
Memangnya ada apa ma? Lalu bagaimana denganku dan kak Arabella?” Tanya Feya.
“Kamu disini saja dulu sama kak
Arabella dan tante Viona. Papi ada hal mendesak dan harus segera ditangani,
mami juga harus menemani papi kamu, mami harap kamu bisa mengerti ya sayang.”
Kata Kaira.
“Baiklah kalau begitu ma,
hati-hati ya mami dan papi. Jangan khawatirkan aku dan kak Arabella.” Kata
Feya.
“Ada apa Fe?” Tanya Arabella.
“Mami dan papi harus kembali ke
Jakarta hari ini, dan kita tetap disini. Kita jadi balik kapan kak enaknya?”
Tanya Feya.
“Terserah kamu, nanti aku
pesankan tiket pesawatnya.” Kata Arabella.
“Kalian berdua nanti balik bareng
tante Viona saja, tante Viona balik besok lusa.” Kata Viona.
“Tidak usah tante, kami akan
balik berdua saja.” Kata Arabella.
“Tidak apa-apa, jangan menolak.
Tante khawatir jika kalian balik berdua saja. Setelah ini tante akan memesan
tikep penerbangan untuk kita bertiga.” Kata Viona.
“Maaf tante jika kami berdua
__ADS_1
merepotkan tante.” Kata Arabella.
“Tidak kok, tante sama sekali
tidak merasa direpotkan oleh kalian berdua.” Kata Viona.
“Tante Viona benar-benar baik
sekali kepada kami berdua.” Kata Feya.
“Kita kan sudah seperti keluarga,
makanlah dulu pasti kalian lapar. Jangan khawatirkan orang tua kalian, kalian
disini aman kok dengan tante. Barusan ibu kalian juga mengirimkan pesan untuk
menjaga kalian berdua selama disini.” Kata Viona.
“Terima kasih tante Viona.” Kata
Feya sambil memeluk Viona.
Viona tak lupa memeluk Arabella
juga.
“Sama-sama sayang, tante senang
sekali bisa dekat dengan kalian. Mungkin karena tante tidak memiliki keluarga
yang utuh dan belum diberi seorang anak jadi tante sangat senang bisa dekat
“Jangan sedih tante, ada kami
berdua disini.” Kata Feya.
“You are so kind more than my
mom.” Bisik Arabella sambil menyeka air mata Viona.
“Terima kasih ya, tante janji
akan sering mengajak kalian berdua untuk bertemu dan pastinya bersenang-senang.”
Kata Viona.
“Yeeeeee, terima kasih tante.” Kata
Feya.
“Maaf ya tante Viona minum
didepan kalian, karena minuman ini penghilang stress tante dikala tante sedih
apalagi stress karena masalah keluarga dan kerjaan.” Kata Viona.
“Tante harus berhenti minum, itu
__ADS_1
tidak baik untuk kesehatan tante.” Kata Arabella lalu mengambil minuman Viona
dan membuangnya.
“Astaga kenapa dibuang?” Tanya
Viona.
“Tante sudah cukup minum, nanti
kalau berlebihan tidak baik untuk kesehatan tante.” Kata Arabella, Viona hanya
tersenyum.
“Tante harus makan es krim, ini
juga bisa menjadi penghilang stress, cepat buka mulut tante.” Kata Feya.
“Kalian berdua benar-benar
membuat mood tante menjadi sangat baik, kalau boleh bisakah kalian berdua
memanggilku dengan sebutan ibu atau bunda? Tapi tante tidak memaksa kok.” Kata Viona.
“Baik bunda.” Kata Arabella.
“Bunda Viona, I like it.” Kata Feya.
“Tapi apakah mami kalian tidak
marah pada tante?” Tanya Viona.
“Tidak kok, mami dan papi kan
juga rekan kerja bunda, aku yakin mereka tidak mempermasalahkannya.” Kata Feya.
“Bunda Viona, kita sudah selesai
makan, pergi sekarang yuk.” Kata Arabella.
“Baiklah, mau kemana lagi kita?”
Tanya Viona.
“Kita kembali ke hotel saja
bunda.” Kata Arabella.
“Tunggu sebentar, bunda mau
mengajak kalian pergi ke pusat perbelanjaan. Bunda ingin membelikan sesuatu
untuk kalian berdua.” Kata Viona.
“Jangan bunda, kami tidak ingin
merepotkan bunda.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Tidak kok, sama sekali tidak
merepotkan. Lagipula ini keinginan bunda.” Kata Viona.