Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 9


__ADS_3

Kasih dan Rey kembali ke rumah. Ternyata Aura sedang menunggu Rey di depan rumahnya, tentu saja hal ini sangat menyakitkan bagi Kasih. Rey yang kaget melihat kedatangan Aura langsung berlari menghampirinya lalu memeluknya erat.


“Kenapa kamu bisa disini sayang? Kenapa tidak menelfonku dulu sebelum datang kesini?” Tanya Rey.


“Aku sangat merindukanmu sayang, ponsel kamu juga tidak aktif.” Kata Aura.


“Maaf sayang tadi ponselku mati karena baterainya habis.” Kata Rey.


Kasih melihat mereka berdua menjadi terbakar cemburu, akhirnya dia langsung masuk kedalam rumah dan menguncinya.


“Kasih Kasih jangan kunci pintunya.” Teriak Rey namun Kasih tidak mendengarnya.


“Kamu sudah makan belum?” Tanya Rey.


“Belum, aku tidak selera makan sayang.” Kata Aura.


“Kita pergi yuk cari makan, setelah itu kamu kembali pulang ya.” Kata Rey.


Mereka berdua pun akhirnya pergi untuk mencari makan.


Berbeda dengan Kasih yang menangis didalam kamarnya. Dia merasa sedih melihat suaminya bersama wanita lain namun dia juga tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya dia menelfon ibunya Rey.


“Assalamualaikum mama.” Kata Kasih.


“Walaikumsalah Kasih, tumben sekali malam-malam begini menelfon mama. Ada apa Kasih sayang?” Tanya Kartika.


“Maaf ma, apakah mas Rey sekarang dirumah mama?” Tanya Kasih.


“Rey? Tidak, dia hari ini sama sekali tidak ke rumah mama. Kenapa sayang? Apa ada masalah diantara kalian berdua?” Tanya Kartika.

__ADS_1


“Ponsel mas Rey tidak aktf dan dia tidak ada dirumah ma, Kasih sangat khawatir.” Kata Kasih.


“Sepertinya mama tau dia ada dimana sekarang, tunggu sebentar ya mama akan mencoba menelfonnya. Sekarang kamu istirahat saja ya sayang, setelah ini mama akan menelfonnya.” Kata Kartika.


“Terima kasih banyak ya ma, assalamualaikum.” Kata Kasih.


“Walaikumsalam.” Jawab Kartika.


**


Di restoran.


Rey dan Aura sedang menikmati makan malam berdua. Tiba-tiba ada panggilan masuk di ponsel Aura dari nomor yang tidak dikenal.


“Siapa yang menelfonmu?” Tanya Rey.


“Aku juga tidak tau mas, aku angkat dulu ya.” Kata Aura.


“Hallo ini dengan siapa ya?” Tanya Aura.


“Ini aku Kartika mamanya Rey. Suruh Rey pulang sekarang juga, kamu jangan jadi perusak rumah tangga anak tante ya. Rey sudah menikah jadi jauhi Rey. Jika Rey tidak mau pulang kerumah, lihat saja apa yang akan tante lakukan kepadamu.” Ancam Kartika lalu menutup telfonnya.


“Mama kamu yang menelfon.” Kata Aura ketakutan.


“Kenapa mama bisa tau kalau aku sedang bersamamu ya.” Tanya Rey heran.


“Pasti istrimu yang memberitahu mama kamu sayang, cepat pulanglah.” Kata Aura.


“Tidak, aku masih ingin disini bersamamu.” Kata Rey.

__ADS_1


“Aku mohon sayang cepat pulanglah, aku bisa pulang sendiri kok.” Kata Aura.


“Kamu yakin berani pulang sendiri?” Tanya Rey.


“Tentu saja berani, cepat pulanglah.” Kata Aura.


Akhirnya Rey kembali pulang ke rumah.


Setibanya dirumah, dia langsung mengetuk pintu rumah dengan kencang dan dipenuhi emosi. Tak lama kemudian Kasih membuka pintu.


“Jangan berisik, ini sudah malam.” Kata Kasih.


“Kamu bilang apa sama mama?” Tanya Rey.


“Apa maksudmu? Bukan urusanmu.” Kata Kasih.


“Kamu pasti mengadu ke mama kan kalau aku pergi dengan Aura.” Tanya Rey.


“Jadi wanita itu namanya Aura? Nama yang bagus tapi tidak dengan sikapnya. Berani sekali dia datang ke rumah ini?” Kata Kasih.


“Jawab saja pertanyaanku, kamu bilang apa sama mama?” Tanya Rey dengan penuh emosi.


“Aku hanya bertanya kabar mama saja lalu mama bertanya dimana kamu, tentu saja aku menjawab dengan jujur kalau mas Rey sedang diluar dan saya tidak tau dimana keberadaan mas Rey karena ponselnya tidak aktif. Setelah itu mama mematikan ponselnya dan aku tidak tau apa yang dilakukan sama mama. Apa jangan-jangan mama tau kalau kamu masih sering menemui wanita itu.” Tanya Kasih.


“Aku peringatkan kepadamu ya, kamu tidak berhak mengaturku apalagi melarangku bertemu dengan Aura, lagipula kita nantinya akan berpisah kan.” Kata Rey.


“Berpisah itu perbuatan yang sangat buruk dan dibenci sama Allah mas.” Kata Kasih.


“Bukan urusanmu.” Kata Rey.

__ADS_1


“Selagi kamu masih berani membawa wanita itu ke rumah ini atau dia berani datang kesini, bersiap-siaplah tidur diluar mas. Mas lupa bahwa pemilik rumah ini atas nama aku? Papa dan mama saking sayangnya kepadaku dan percaya kepadaku sehingga mereka mengatasnamakan rumah ini kepadaku. Jadi aku lebih berhak atas rumah ini.” Kata Kasih lalu dia masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2