
“Kamu sedang
menelfon siapa?” Tanya Kaira, Feya pun sangat kaget.
“Menelfon
temanku ma, dia menanyakan kabarku. Mami tinggal dimana sekarang?” Tanya Feya.
“Mami tinggal di
apartemen, papi kamu yang menyewakannya kepada mami. Mami ingin bertanya suatu
hal padamu.” Kata Kaira.
“Tanya apa ma?”
Kata Feya.
“Apa benar
kejadian yang menimpa Viona tidak ada hubungannya denganmu?” Tanya Kaira.
“Tentu saja
tidak ma, mana mungkin aku melakukan hal gila seperti itu apalagi
mencelakainya, itu tidak mungkin.” Kata Feya.
“Mami melihatmu
bersama Viona saat mami akan pergi menjengukmu, dia mengajakmu secara paksa.”
Kata Kaira.
“Mami pasti
salah lihat, mana buktinya kalau mami melihatku bersama bunda?” Tanya Feya.
“Mami tidak ada
bukti tapi mami yakin melihatmu bersama Viona, jujurlah pada mami.” Kata Kaira.
“Tidak ada
apa-apa ma dan aku tidak bertemu dengan bunda Viona. Mami tau sendiri kan kalau
aku sayang padanya dan juga sayang pada mami, jadi aku tidak mungkin mencelakai
orang yang aku sayangi. Aku yakin pasti mami salah lihat. Apakah tadi mami
bertanya pada perawat saat mami ke rumah sakit untuk menjengukku?” Tanya Feya.
“Tidak, mami
langsung melihatmu di kamar tapi kamu tidak ada. Mami kira kamu bersama dengan
Viona jadi mami memutuskan untuk pulang.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Aku memang
sudah pulang dari rumah sakit saat itu tapi aku pulang sendiri ma. Mami percaya
kan sama Feya?” Tanya Feya.
“Iya, mami
percaya denganmu sayang. Pulanglah, kamu juga butuh istirahat yang cukup. Biar
papi kamu yang menjaga Viona.” Kata Kaira.
“Baik ma, aku
pulang dulu kalau begitu.” Kata Feya.
“Mami akan
mengantarmu pulang.” Kata Kaira.
“Baik ma, terima
kasih banyak ya ma.” Kata Feya sambil memeluk Kaira.
“Apa yang
sebenarnya terjadi? Apakah kamu ada hubungannya dengan jatuhnya Viona? Tapi
anakku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, semoga anakku tidak ada kaitannya
dengan yang menimpa Viona, jika memang benar anakku ada kaitannya dengan Viona
**
Keesokan
harinya.
“Feya bangun cepat bangun,
bunda sudah sadar. Kita harus segera pergi ke rumah sakit. Barusan papi
menelfonku dan bilang kalau bunda sudah sadar. Syukurlah dia sudah sadar.” Kata
Arabella.
“Apa? Bunda
sudah sadar?” Tanya Feya dengan kaget.
“Kenapa? kamu
tidak suka ya jika bunda sudah sadar?” Tanya Arabella.
“Tentu saja aku
senang sekali, aku sangat kaget mendengar kabar baik ini.” Kata Feya.
__ADS_1
“Aduh bagaimana
ini? Semoga aku baik-baik saja lagipula dia tidak punya bukti bahwa aku
bersamanya.” Kata Feya dalam hati.
“Oh ya Jerry
akan menjemput kita dan mengantarkan kita ke rumah sakit, cepat
bersiap-siaplah.” Kata Arabella.
“Apa? Kak Jerry
datang. Aku senang sekali.” Kata Feya dalam hati dengan perasaan gembira.
“Hei kok bengong
sih, ayo cepat bersiap-siaplah.” Kata Arabella.
“Baik kak,
tunggu sebentar.” Kata Feya.
Tidak lama
kemudian datanglah Jerry. Feya membukakan pintunya.
“Hai kak.” Kata
Feya.
“Kamu cantik
sekali.” Kata Jerry.
“Terima kasih
kak.” Kata Feya tersipu malu.
“Masuklah mobil
dulu, aku akan menunggu Arabella.” Kata Jerry.
“Baik kak.” Kata
Feya.
“Jangan
khawatir, kita akan baik-baik saja, Viona tidak akan mengatakan apapun karena
dia mengalami kelumpuhan, dia tidak bisa berbicara.” Bisik Jerry.
“Benarkah, aku
lega mendengarnya. Aku masuk mobil dulu ya kak.” Kata Feya.
__ADS_1
“Baiklah.” Kata
Jerry.