Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 35


__ADS_3

“Kamu sedang


menelfon siapa?” Tanya Kaira, Feya pun sangat kaget.


“Menelfon


temanku ma, dia menanyakan kabarku. Mami tinggal dimana sekarang?” Tanya Feya.


“Mami tinggal di


apartemen, papi kamu yang menyewakannya kepada mami. Mami ingin bertanya suatu


hal padamu.” Kata Kaira.


“Tanya apa ma?”


Kata Feya.


“Apa benar


kejadian yang menimpa Viona tidak ada hubungannya denganmu?” Tanya Kaira.


“Tentu saja


tidak ma, mana mungkin aku melakukan hal gila seperti itu apalagi


mencelakainya, itu tidak mungkin.” Kata Feya.


“Mami melihatmu


bersama Viona saat mami akan pergi menjengukmu, dia mengajakmu secara paksa.”


Kata Kaira.


“Mami pasti


salah lihat, mana buktinya kalau mami melihatku bersama bunda?” Tanya Feya.


“Mami tidak ada


bukti tapi mami yakin melihatmu bersama Viona, jujurlah pada mami.” Kata Kaira.


“Tidak ada


apa-apa ma dan aku tidak bertemu dengan bunda Viona. Mami tau sendiri kan kalau


aku sayang padanya dan juga sayang pada mami, jadi aku tidak mungkin mencelakai


orang yang aku sayangi. Aku yakin pasti mami salah lihat. Apakah tadi mami


bertanya pada perawat saat mami ke rumah sakit untuk menjengukku?” Tanya Feya.


“Tidak, mami


langsung melihatmu di kamar tapi kamu tidak ada. Mami kira kamu bersama dengan


Viona jadi mami memutuskan untuk pulang.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Aku memang


sudah pulang dari rumah sakit saat itu tapi aku pulang sendiri ma. Mami percaya


kan sama Feya?” Tanya Feya.


“Iya, mami


percaya denganmu sayang. Pulanglah, kamu juga butuh istirahat yang cukup. Biar


papi kamu yang menjaga Viona.” Kata Kaira.


“Baik ma, aku


pulang dulu kalau begitu.” Kata Feya.


“Mami akan


mengantarmu pulang.” Kata Kaira.


“Baik ma, terima


kasih banyak ya ma.” Kata Feya sambil memeluk Kaira.


“Apa yang


sebenarnya terjadi? Apakah kamu ada hubungannya dengan jatuhnya Viona? Tapi


anakku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, semoga anakku tidak ada kaitannya


dengan yang menimpa Viona, jika memang benar anakku ada kaitannya dengan Viona


**


Keesokan


harinya.


“Feya bangun cepat bangun,


bunda sudah sadar. Kita harus segera pergi ke rumah sakit. Barusan papi


menelfonku dan bilang kalau bunda sudah sadar. Syukurlah dia sudah sadar.” Kata


Arabella.


“Apa? Bunda


sudah sadar?” Tanya Feya dengan kaget.


“Kenapa? kamu


tidak suka ya jika bunda sudah sadar?” Tanya Arabella.


“Tentu saja aku


senang sekali, aku sangat kaget mendengar kabar baik ini.” Kata Feya.

__ADS_1


“Aduh bagaimana


ini? Semoga aku baik-baik saja lagipula dia tidak punya bukti bahwa aku


bersamanya.” Kata Feya dalam hati.


“Oh ya Jerry


akan menjemput kita dan mengantarkan kita ke rumah sakit, cepat


bersiap-siaplah.” Kata Arabella.


“Apa? Kak Jerry


datang. Aku senang sekali.” Kata Feya dalam hati dengan perasaan gembira.


“Hei kok bengong


sih, ayo cepat bersiap-siaplah.” Kata Arabella.


“Baik kak,


tunggu sebentar.” Kata Feya.


Tidak lama


kemudian datanglah Jerry. Feya membukakan pintunya.


“Hai kak.” Kata


Feya.


“Kamu cantik


sekali.” Kata Jerry.


“Terima kasih


kak.” Kata Feya tersipu malu.


“Masuklah mobil


dulu, aku akan menunggu Arabella.” Kata Jerry.


“Baik kak.” Kata


Feya.


“Jangan


khawatir, kita akan baik-baik saja, Viona tidak akan mengatakan apapun karena


dia mengalami kelumpuhan, dia tidak bisa berbicara.” Bisik Jerry.


“Benarkah, aku


lega mendengarnya. Aku masuk mobil dulu ya kak.” Kata Feya.

__ADS_1


“Baiklah.” Kata


Jerry.


__ADS_2